Wamen Dikdasmen Dorong Sekolah Muhammadiyah Melampaui Akreditasi dan Bangun Budaya Mutu

Publish

8 May 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
99
Foto Istimewa

Foto Istimewa

DEPOK, Suara Muhammadiyah - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, mendorong sekolah dan madrasah Muhammadiyah untuk tidak menjadikan akreditasi sebagai tujuan akhir, tetapi sebagai pijakan membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Menurutnya, sekolah unggul harus terlihat dari kualitas pembelajaran, kepemimpinan kepala sekolah, kapasitas guru, layanan pendidikan, serta kepercayaan orang tua dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wamen Fajar saat menghadiri Rakorwil Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta di PPSDM Kemendikdasmen, Depok, Jumat (08/05/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 120 kepala sekolah Muhammadiyah DKI Jakarta dari berbagai jenjang satuan pendidikan.

“Saya berterima kasih atas undangan dari Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DKI Jakarta. Forum seperti ini penting sebagai ruang koordinasi, refleksi, dan pengambilan keputusan bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan Muhammadiyah,” ujar Wamen Fajar.

Dalam arahannya, Wamen Fajar menyampaikan bahwa DKI Jakarta sebagai Ibu kota merupakan etalase banyak hal, termasuk pendidikan. Karena berada dalam ekosistem yang kuat, sekolah-sekolah Muhammadiyah di Jakarta memiliki modal besar, tetapi sekaligus menghadapi persaingan yang cukup menantang.

“Pendidikan di ibu kota tentu bisa menyerap banyak hal positif. Ini menjadi modal, tetapi juga tantangan. Sekolah Muhammadiyah tidak cukup hanya hadir, tetapi harus punya nilai tambah, pembeda, dan keunggulan,” kata Fajar.

Ia menyinggung data pendidikan DKI Jakarta yang menunjukkan fondasi cukup baik, namun tetap memiliki beberapa catatan. Sebagai contoh, menurutnya Capaian Standar Pelayanan Minimum Pendidikan DKI berada pada level Tuntas Madya selama 2023–2025. Nilainya naik dari 80,55 pada 2023 menjadi 84,47 pada 2024, namun turun menjadi 82,31 pada 2025. 

Di sisi lain, kepesertaan TKA DKI tergolong tinggi, yakni 98 persen di SD/sederajat, 98,26 persen di SMP/sederajat, dan 98,88 persen di SMA/SMK/sederajat. Rata-rata nilai TKA DKI untuk Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris juga berada di atas rata-rata nasional.

“Capaian TKA DKI Jakarta menjadi gambaran positif sekaligus menjadi motivasi bagi kita semua. Tetapi ini juga menunjukkan sekolah Muhammadiyah berada dalam ekosistem pendidikan yang baik sekaligus kompetitif,” ujarnya.

Meski demikian, Fajar mengingatkan adanya pekerjaan rumah pada numerasi. Rapor pendidikan DKI Jakarta menunjukkan numerasi SD/sederajat turun dari 81,77 persen pada 2024 menjadi 73,89 persen pada 2025. Pada jenjang SMA/SMK/sederajat, numerasi juga turun dari 82,73 persen menjadi 76,59 persen.

“Data ini menjadi pengingat bahwa sekolah unggul bukan hanya soal akreditasi atau gedung yang baik. Sekolah unggul harus kuat dalam pembelajaran, numerasi, budaya mutu, dan layanan kepada peserta didik,” ujarnya.

Menurut Wamen Fajar, peningkatan mutu membutuhkan modalitas, strategi, konsistensi, dan keberanian melakukan terobosan. Ia menegaskan, sekolah tidak boleh terjebak pada administrasi dan akreditasi semata.

“Budaya mutu butuh konsistensi. Standar penjaminan mutu internal tentu sangat penting. Mutu harus terlihat dalam pembelajaran, kepemimpinan sekolah, kualitas guru, layanan pendidikan, dan kepercayaan orang tua,” jelasnya.

Ia menambahkan, kepemimpinan kepala sekolah menjadi inti penjaminan mutu. 

Oleh karena itu menurut Wamen Fajar yang juga merupakan Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis (LKKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut mendorong kepala sekolah harus inspiratif, mampu menggerakkan guru, membaca kebutuhan sekolah, dan membawa satuan pendidikan bergerak maju.

Di sisi lain, Wamen Fajar juga mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan sekolah, tetapi juga pola pengasuhan di rumah. Karena itu, sekolah dan orang tua perlu bergerak bersama.

Ketua PWM DKI Jakarta, Akhmad Abu Bakar, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wamendikdasmen Fajar. Menurutnya, kehadiran Wamen Fajar menjadi dukungan sekaligus motivasi bagi Muhammadiyah DKI untuk terus memperkuat kualitas pendidikan dan melahirkan sekolah unggul.

“Terima kasih Pak Wamen Fajar atas kehadiran, dukungan, dan motivasi pada Rakor Dikdasmen PWM DKI hari ini. Kehadiran ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus melakukan perubahan dan memperkuat mutu pendidikan Muhammadiyah di DKI, semoga Rankorwil ini melahirkan keputusan-keputusan strategis,” harapnya.

Menutup arahannya, Wamen Fajar menegaskan bahwa Rakorwil harus menjadi momentum memperkuat budaya mutu.

“Saya sepakat dengan Pak Ketua PWM DKI Jakarta, Pak Akhmad Abu Bakar, bahwa Rakorwil ini harus melahirkan keputusan yang strategis, pilihan yang tepat, dan menjadi tanggung jawab bersama. Sekolah Muhammadiyah hari esok ditentukan oleh keberanian kita mengambil keputusan hari ini. Karena itu, mari jadikan forum ini sebagai momentum memperkuat budaya mutu, menggerakkan kepala sekolah dan guru, serta memastikan sekolah Muhammadiyah benar-benar naik level dan semakin dipercaya oleh masyarakat,” pungkasnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Dalam waktu dekat, Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendid....

Suara Muhammadiyah

14 June 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Muhammadiyah (UM)....

Suara Muhammadiyah

10 August 2025

Berita

PALANGKA RAYA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka menguatkan kembali peran dan fungsi instruktur, DPD....

Suara Muhammadiyah

13 October 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

2 February 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan angg....

Suara Muhammadiyah

20 May 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah