Wamenag RI: Masjid Berkemajuan Harus Jadi Motor Transformasi Sosial

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
474
Dr Romo HR Muhammad Syafii SH., MHum. Foto: Cris

Dr Romo HR Muhammad Syafii SH., MHum. Foto: Cris

BATU, Suara Muhammadiyah - "Masjid berkemajuan sebagai pusat gerakan ilmu, dakwah, dan kesejahteraan umat," menjadi tema Rakernas II Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Wakil Menteri Agama RI memandang, tema sangat relevan di tengah realitas kehidupan kemasjidan sekarang. 

"Masjid selama ini belum maju, karena belum sesuai dengan aktivitas masjid yang sesungguhnya," ungkapnya, Ahad (26/10) saat pidato penutupan Rakernas II di Kusuma Agrowisata Resort & Convention Batu-Malang, Jawa Timur.

Jika ditelusur pada kehidupan Nabi Muhammad Saw, masjid dikonstruksikan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi. Pada saat itu, Nabi mendirikan Pasar Al Souq Manakhah yang dibuat dengan penuh kebersamaan dan keadilan.

"Rasulullah merekomendasikan membangun pusat pasar, membangun pusat ekonomi, proses jual beli tidak boleh jauh dari masjid," terangnya.

Di samping itu, masih pada zaman itu, masjid menjadi pusat ilmu. "Pusat pemberdayaan pendidikan untuk level tertentu, bisa dilakukan di masjid," ujarnya. Bahkan, sampai saat ini, masih ada masjid di Makkah, majid sebagai pusat pendidikan. "Dan ini, belum banyak dilakukan masjid di Indonesia," sambungnya.

Karena itu, Romo mendorong Majelis Tabligh PP Muhammadiyah harus bisa merumuskan konsep masjid yang sesuai dengan kebutuhan umat. "Dan itu masjid berkemajuan, yang diinisiasi Majelis Tabligh. Karena masjid berkemajuan merupakan sebuah keniscayaan," tegasnya.

Romo mendukung program Majelis Tabligh PP Muhammadiyah dalam pengembangan konsep masjid berkemajuan. Menurutnya, masjid berkemajuan meletakkan basis elemen vital pada pemenuhan aspek-aspek masyarakat.

"Orang tidak punya modal carinya ke masjid. Anaknya mau sekolah, ambil (dana pendidikan) ke masjid," ucapnya, menekankan adanya peluang besar untuk memperkuat peran masjid dalam pemberdayaan sosial. 

“Kekuatan Muhammadiyah ada pada jaringan dan sistemnya. Kalau konsep masjid berkemajuan ini dijalankan serius dan terukur, maka akan lahir masjid-masjid yang menjadi motor transformasi sosial,” imbuhnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama ....

Suara Muhammadiyah

24 January 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Bisnis sebagai sesuatu yang niscaya pada abad masa kini. Semu....

Suara Muhammadiyah

14 October 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta kembali menoreh....

Suara Muhammadiyah

21 July 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sebagai “Sekolah Kader Muhammadiyah dan Pemimpin Bangsa&....

Suara Muhammadiyah

20 March 2025

Berita

Menuju 'Center of Excellence' dan Pusat Pengkaderan BANYUMAS, Suara Muhammadiyah – Asosiasi P....

Suara Muhammadiyah

19 October 2024