1000 HPK dan Screen Time: Apa yang Perlu Orang Tua Ketahui?

Suara Muhammadiyah

15 September 2026

64
Foto Istimewa

Foto Istimewa

1000 HPK dan Screen Time: Apa yang Perlu Orang Tua Ketahui?

Oleh: dr.Sari Wardhani M.P, M.Sc,Sp.A, Universitas Muhammadiyah Riau

Screen time adalah waktu yang dihabiskan oleh anak dengan layar apa pun termasuk komputer, tablet, ponsel, televisi, atau video game. Anak-anak dapat terpapar screen time sejak dini. Screen time mempunyai dua bentuk, yaitu screen time sedentarian dan screen time yang aktif. Screen time sedentarian dimana anak menonton layar dengan fisik relatif diam dan pasif, sedangkan screen time aktif , dimana pada saat anak menonton layar dengan fisik yang relatif bergerak secara aktif. Pada umumnya screen time menggambarkan bentuk screen time yang bersifat sedentarian. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan American Academy of Pediatrics (AAP) memberikan panduan waktu screen time yang disesuaikan dengan usia anak, yaitu : 

Anak usia < 2 tahun tidak disarankan (kecuali video call dengan keluarga)

Anak usia 2-5 tahun maksimal 1 jam per hari 

Anak usia 6-12 tahun yaitu 1-2 jam per hari 

Anak usia 13 tahun ke atas yaitu 2-3 jam per hari (di luar kegiatan belajar) 

Apa saja dampak dampak screen time pada anak ?

Paparan screen time berlebihan dapat memengaruhi tumbuh kembang anak (aspek perkembangan bahasa, motorik kasar, motorik halus dan personal sosial), terutama bayi dan anak di bawah 2 tahun. Pada usia di bawah 2 tahun, perkembangan otak dapat mencapai 80% otak dewasa dan jumlah sambungan antar sel saraf atau sinaps meningkat sangat pesat. Sambungan antar sel saraf tersebut terbentuk dan diperkuat ketika anak melakukan interaksi dua arah secara langsung baik dengan dengan orang tua, pengasuh atau pun teman melalui bermain, bergerak, melihat, mendengar, dan mengeksplorasi lingkungan. Interaksi tersebut merupakan bagian dari rangsangan yang melibatkan berbagai indera (penglihatan, pendengaran, sentuhan, penciuman, pengecapan, serta keseimbangan dan gerakan tubuh). Menurut teori perkembangan kognitif Piaget, anak usia 0–2 tahun berada pada tahap sensorimotor, yaitu masa ketika anak belajar dan memahami dunia terutama melalui pengalaman sensorik dan aktivitas motorik. Melalui Interaksi dua arah ini penting untuk membantu otak anak mengenali, mengolah, dan merespons lingkungan secara langsung yang menjadi dasar bagi perkembangan kemampuan kognitif anak.Jika screen time berlebihan menggantikan kesempatan anak untuk bermain dan mengeksplorasi secara langsung, stimulasi sensori dan pengalaman interaksi yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan anak menjadi berkurang, akibatnya dapat menyebabkan aspek perkembangan tidak optimal yaitu perkembangan bahasa yaitu bahasa ekspresif (mengungkapkan) maupun pemahaman (reseptif), gangguan motorik kasar, motorik halus, emengaruhi personal sosial dan kemandirian serta dapat berdampak terutama dalam kemampuan perhatian atau fokus, memori, pengendalian diri (perilaku agresif, emosional) pemecahan masalah, dan pemahaman lingkungan. 

Dampak lain dari screen time yaitu berisiko mengalami gangguan tidur. Screen time menyebabkan turunnya hormon melatonin. Melatonin adalah hormon pemicu tidur yang diproduksi di otak. Mekanismenya berhubungan dengan cahaya biru dari perangkat media layar yang menekan tingkat melatonin yang mengubah ritme sirkadian anak-anak. Screen time membuat anak tetap terjaga dan terstimulasi secara fisik maupun psikologis, sehingga lebih sulit tidur, tidur lebih larut, dan waktu tidur menjadi lebih pendek, jika berlangsung terus-menerus, kurang tidur dapat berdampak pada konsentrasi, suasana hati, perilaku, dan perkembangan anak.

Screen time yang berlebihan juga berdampak pada kesehatan fisik. Waktu yang terlalu lama di depan layar membuat anak lebih sedikit bergerak serta memiliki kecenderungan makan sambil menonton tanpa memperhatikan rasa kenyang. Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, asupan kalori dapat meningkat sementara aktivitas fisik menurun, sehingga berat badan lebih mudah bertambah dan risiko obesitas meningkat. oleh karena itu, penggunaan layar perlu dibatasi dan diseimbangkan dengan aktivitas fisik, tidur yang cukup, bermain, serta interaksi langsung dengan orang lain.

Apa saja tips untuk mengurangi screen time pada anak ?

Adapun tips mengurangi screen time pada anak, yaitu :

- Dampingi anak saat menggunakan layar dan manfaatkan kesempatan tersebut untuk berinteraksi bersama. 

- Pilih tayangan atau konten yang sesuai usia dan berkualitas, serta hindari konten yang mengandung kekerasan. 

- Matikan perangkat elektronik ketika tidak sedang digunakan. 

- Hindari menjadikan gadget sebagai cara utama untuk menenangkan anak ketika rewel atau sulit diatur. 

- Terapkan kebiasaan bebas layar, terutama di kamar tidur, saat makan, dan ketika bermain. 

- Hentikan penggunaan layar setidaknya 1 jam sebelum waktu tidur untuk membantu menjaga kualitas tidur anak. 

- Sediakan kegiatan pengganti, seperti membaca, bermain, menggambar, atau aktivitas fisik, agar anak tidak bergantung pada layar. 

- Ajak anak melakukan aktivitas fisik bersama, misalnya berjalan-jalan, bersepeda, atau bermain di taman. 

- Orang tua perlu menjadi contoh dengan membatasi penggunaan gadget dan menunjukkan kebiasaan digital yang sehat. 

- Buat kesepakatan waktu dan tempat bebas gadget bersama keluarga, misalnya saat makan atau ketika berada di dalam mobil.

Mari ciptakan lingkungan yang interaktif serta kebiasan hidup yang baik sejak dini untuk tumbuh kembang optimal.

 

 

 

 

 

 

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Kemuliaan Hidup Bukan Soal Tempat Tinggal Penulis: dr. Wiwik Rahayu, M.Kes, Dosen Fakultas Kedokter....

Suara Muhammadiyah

28 February 2026

Wawasan

Kematian Kreativitas Bernama "CPNS" Oleh: Agus Subeno, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Duren Saw....

Suara Muhammadiyah

2 June 2026

Wawasan

Bumi Isra Mi’raj Oleh: Hatib RachmawanDosen Prodi Ilmu Hadis Fakultas Agama Islam Universitas....

Suara Muhammadiyah

30 January 2025

Wawasan

Oleh: Donny Syofyan Dalam Islam kita merasa sebagai bagian dari umat (ummah) yang satu tetapi berag....

Suara Muhammadiyah

29 September 2023

Wawasan

Menjaga Indonesia: Selera Rendah dan Krisis Karakter Pemimpin Oleh: Agusliadi Massere Menjaga Indo....

Suara Muhammadiyah

2 November 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah