YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan ‘Aisyiyah Cadre Camp (ACC) pada 4–5 Juli 2026 di Bumi Perkemahan Kalakijo, Bantul, Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari pola kaderisasi ‘Aisyiyah untuk membentuk kader yang kokoh dalam ideologi, berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, serta peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Sebanyak 22 regu mengikuti kegiatan ini. Para peserta berasal dari lima Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah kabupaten/kota, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah, serta Ortom tingkat wilayah.
Dalam sambutannya, Ketua PWA DIY, Widyastuti menegaskan bahwa menjaga kelestarian bumi merupakan bagian dari tanggung jawab setiap manusia sebagai khalifah fil ardh. Karena itu, kader ‘Aisyiyah diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan kepedulian terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salamah Orbayinah dalam amanatnya menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi sebagai kekuatan gerakan. Menurutnya, kader ‘Aisyiyah tidak hanya harus mumpuni dalam pemahaman ideologi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu-isu lingkungan sebagai bagian dari dakwah berkemajuan.
‘Aisyiyah Cadre Camp dirancang sebagai wahana peneguhan kaderisasi. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan semakin kokoh dalam akidah, memperkuat penghayatan terhadap ideologi Muhammadiyah, serta memahami kiprah ‘Aisyiyah di berbagai bidang kehidupan.
Selain penguatan ideologi, kegiatan ini juga membentuk karakter kader yang disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. Para peserta dibekali kemampuan kepemimpinan yang kolaboratif, baik dalam lingkungan internal persyarikatan maupun dalam membangun sinergi dengan berbagai pihak. Mereka juga didorong menjadi agen perubahan yang mampu menginspirasi keluarga, cabang, ranting, hingga masyarakat.
Melalui ‘Aisyiyah Cadre Camp, diharapkan lahir kader-kader yang memiliki kepemimpinan kuat, mampu membangun kolaborasi, serta terus menegakkan dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Semangat itu sejalan dengan nilai yang terus ditanamkan dalam kaderisasi ‘Aisyiyah bahwa ber-‘Aisyiyah adalah rekreasi terbesar dalam hidup kita.

Pada tahun ini, PDA Kota Yogyakarta mengirimkan tujuh regu sebagai bentuk komitmen dalam menyiapkan kader perempuan yang tangguh, berdaya saing, sekaligus memiliki kepedulian terhadap isu-isu sosial dan lingkungan.
Prosesi pelepasan dilakukan oleh Ketua Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kota Yogyakarta, Rowiyah, S.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas antusiasme kader Kota Yogyakarta yang kembali menunjukkan semangat luar biasa dalam mengikuti ACC.
"Kami memberikan apresiasi kepada kafilah Kota Yogyakarta yang dengan semangat luar biasa mampu mengirimkan tujuh regu. Ini merupakan bukti komitmen bersama dalam menyiapkan kader-kader perempuan berkemajuan yang siap berkontribusi bagi organisasi dan masyarakat," ungkap Rowiyah.
Rowiyah juga mengingatkan bahwa Kota Yogyakarta memiliki sejarah penting dalam pengembangan model kaderisasi berbasis perkemahan. Sejak tahun 2017, PDA Kota Yogyakarta melalui Majelis Pembinaan Kader telah menggagas Kemah Kader, sebuah inovasi kaderisasi yang saat itu belum banyak dikembangkan di lingkungan 'Aisyiyah.
"Inovasi Kemah Kader yang lahir dari PDA Kota Yogyakarta kemudian menjadi inspirasi bagi Majelis Pembinaan Kader di tingkat wilayah maupun pusat. Alhamdulillah, kini Kemah Kader telah menjadi budaya positif dalam proses pengkaderan 'Aisyiyah dan menginspirasi berbagai program strategis lainnya," jelasnya.
Menutup sambutannya, Rowiyah berpesan agar seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, menjadikan ACC sebagai ruang belajar, memperluas jejaring persaudaraan, serta membawa nama baik Kota Yogyakarta.
"Selamat mengikuti ACC 2026. Selamat berkompetisi secara menggembirakan, mempererat silaturahmi, menambah ilmu, pengalaman, dan sahabat baru. Tunjukkan potensi terbaik kafilah Kota Yogyakarta untuk kemajuan 'Aisyiyah."
Kolaborasi Muhammadiyah–'Aisyiyah dalam Menguatkan Gerakan
Suasana pelepasan semakin semarak dengan hadirnya dukungan dari berbagai komunitas di lingkungan Muhammadiyah. Sepanjang perjalanan menuju lokasi perkemahan di Kalak Ijo, kontingen PDA Kota Yogyakarta mendapatkan pengawalan dari BikersMu (Komunitas Bermotor Muhammadiyah) serta didampingi oleh AmbulanMu yang memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan peserta.
Kehadiran BekersMu dan AmbulanMu tidak hanya memberikan rasa aman bagi para peserta, tetapi juga menjadi simbol nyata kolaborasi dan sinergi antarmajelis, lembaga, dan komunitas dalam keluarga besar Muhammadiyah-'Aisyiyah. Semangat kebersamaan tersebut memperlihatkan bahwa proses kaderisasi bukan hanya menjadi tanggung jawab satu unsur organisasi, melainkan merupakan gerakan bersama yang saling menguatkan.
Kolaborasi lintas komunitas ini sekaligus mencerminkan nilai gotong royong, kepedulian, dan ukhuwah yang menjadi karakter gerakan Muhammadiyah-'Aisyiyah dalam membangun kader yang berkemajuan.
Melalui keikutsertaan dalam ACC DIY 2026, diharapkan kader-kader 'Aisyiyah Kota Yogyakarta semakin memiliki kepemimpinan yang berkarakter, berlandaskan nilai-nilai Islam Wasatiyah, peduli terhadap kelestarian lingkungan, serta mampu menjadi penggerak perubahan di tingkat cabang, ranting, maupun masyarakat luas.
"Bersama bergerak, bersama menguatkan, untuk melahirkan kader 'Aisyiyah yang berkemajuan dan peduli lingkungan."
ACC DIY 2026 bertujuan mmbangun kepemimpinan perempuan yang berwawasan lingkungan sehingga mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga, masyarakat, dan organisasi; Meningkatkan kesadaran kader dalam menerapkan nilai-nilai Islam Wasatiyah dalam kehidupan sehari-hari.
Kemudian mengembangkan kepemimpinan perempuan berkemajuan di Cabang dan Ranting 'Aisyiyah DIY; Serta mempererat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan solidaritas dan sinergi antarkader 'Aisyiyah DIY. (zen)

