'Aisyiyah Suarakan Dakwah Kemanusiaan dan Perdamaian demi Capai Target SDGs

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
123

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - 'Aisyiyah pada tahun ini berusia 109 tahun. Adalah jelas, usia ini sangat tua, dan terbilang kaya dengan pengalaman, juga sarat pergumulan suka duka.

"Sebuah usia yang sangat panjang sesuai dengan jejak perjuangan dan perjalanan Aisyiyah sampai hari ini," kata Salmah Orbayinah, Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah.

Tema milad ke-109 mengusung "Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian." Kata Salmah, dakwah kemanusiaan merupakan dakwah yang mengedepankan prinsip kasih sayang, toleransi, dan juga perdamaian.

"Konsep ini menekankan bahwa Islam hadir sebagai agama yang membawa kebaikan dan juga keberkahan bagi seluruh manusia dan alam semesta," jelas Salmah.

Pendekatan dakwah kemanusiaan, imbuh Salmah, berperan penting dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis di mana perbedaan agama, perbedaan budaya, dan juga pandangan hidup dapat dihargai dan dikelola dengan bijak. 

"Dalam konteks masyarakat multikultural, dakwah yang mengusung semangat rahmatan lil alamin ini berkontribusi signifikan dalam mengurangi ketegangan dan konflik antar kelompok sehingga terwujudlah kedamaian," bebernya.

Dakwah ini mengajarkan pentingnya dialog antar agama, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan kerja sama lintas komunitas. 

Demikian disampaikan Salmah saat Resepsi Milad ke-109 'Aisyiyah di Covention Hall Walidah Dahlan Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Selasa (19/5).

"Dakwah kemanusiaan yang dilakukan dengan bijak dan inklusif tentunya mampu menjadi kekuatan transformasi sosial yang mendorong terciptanya masyarakat yang lebih toleran dan damai," urainya.

Dalam mewujudkan perdamaian dan kemanusiaan, Salmah mengemukakan, 'Aisyiyah aktif dalam misi kemanusiaan, termasuk bantuan cepat tanggap bencana, dan juga penanganan kekerasan berbasis gender, dan masih banyak lagi. 

Ditambah lagi dengan bergabungnya 'Aisyiyah di Faith to Action (F2A), menunjukkan komitmen yang lebih luas dalam membangun kehidupan yang lebih adil dan damai. 

"Misi perdamaian ini menjadi salah satu target penting di dalam SDGs yaitu SDGs nomor 16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Salmah mengaksentuasikan kalau embaga pendidikan dan institusi keluarga merupakan institusi yang memiliki posisi strategis di dalam mengintegrasikan nilai-nilai perdamaian. 

Tidak sedikit lembaga pendidikan maupun keluarga justru menjadi arena untuk mempromosikan nilai-nilai anti-pluralisme, anti-keragaman, dan juga anti-perbedaan. 

"Oleh karena itu, peran strategis kedua institusi ini harus dikuatkan dalam mendorong terciptanya perdamaian di dalam skala yang lebih luas yaitu masyarakat, bangsa, dan dunia," tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

TEMANGGUNG, Suara Muhammadiyah - Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak (Almatera) T....

Suara Muhammadiyah

26 May 2024

Berita

PALANGKA RAYA, Suara Muhammadiyah – Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pahandu....

Suara Muhammadiyah

31 December 2024

Berita

SIDOARJO, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Jawa Timur berk....

Suara Muhammadiyah

16 July 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Karakteristik manusia bertakwa salah satunya senantiasa mendirik....

Suara Muhammadiyah

26 February 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Dalam pra pembukaan Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VII Majelis Pen....

Suara Muhammadiyah

6 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah