Akademisi Uhamka Sebut Indonesia Berada di Kondisi Strategic Invisibility Trap Akibat Konflik Iran-Amerika Serikat

Suara Muhammadiyah

6 April 2026

606
Dokumentasi Humas Uhamka

Dokumentasi Humas Uhamka

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Akademisi dan Peneliti Pusat Studi Politik dan Sosial Uhamka, Emaridial Ulza, menilai Indonesia berada dalam kondisi Strategic Invisibility Trap akibat konflik yang sedang memanas di Kawasan timur Tengah akibat perang Iran dengan US-Israel.

Kondisi Strategic Invisibility Trap merupakan kondisi sebuah negara yang berpotensi terancam kehilangan perhatian dunia internasional, dan tidak lagi hadir dalam berkontribusi untuk persepsi global.

Emaridial Ulza menyebutkan bahwa kekuatan ekonomi saja tidaklah cukup tanpa narasi yang kuat, dan menekankan bahwa pengaruh narasi terhadap pelaku pasar dan public internasional agar tidak terpinggirkan dalam dinamika global.

“Dalam dinamika global saat ini, kekuatan ekonomi saja tidak cukup tanpa didukung narasi yang kuat. Pelaku pasar dan publik internasional sangat dipengaruhi oleh narasi yang terus dibangun, sehingga negara yang tidak aktif membentuk citra akan semakin terpinggirkan,” ucap Emaridial Ulza.

Selain itu, Emaridial Ulza juga mencontohkan Iran yang tetap menjadi sorotan dunia meski berada dalam konflik, sedangkan Indonesia dengan populasi besar dan ekonomi stabil justru kurang terlihat dalam percakapan global. Kondisi ini dinilai berpotensi berdampak langsung terhadap ekonomi nasional.

Selanjutnya, Ia juga mengingatkan adanya risiko tekanan ekonomi melalui konsep Keynesian Triple Squeeze, di mana lapangan kerja, suku bunga, dan likuiditas tertekan secara bersamaan. Selain itu, krisis energi global akibat konflik Timur Tengah berpotensi melemahkan posisi negara-negara ASEAN dalam negosiasi geopolitik, termasuk dengan China di kawasan Laut China Selatan.

”Dampak konflik ini bisa mengancam posisi negara-negara ASEAN di dunia, terutama di bidang ekonomi, sehingga kita masuk di dalam fase konsep Keynesian Triple Squeeze, dimana lapangan kerja, suku bunga dan likuiditas akan tertekan akibat kondisi Geopolitik di tengah konflik,” pungkas Emaridial Ulza.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Ernawati Kristinningru....

Suara Muhammadiyah

14 October 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Seorang guru di salah satu SD Swasta, Medan, menghadapi sanksi tegas ....

Suara Muhammadiyah

14 January 2025

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Kepedulian mahasiswa STIE Muhammadiyah Cilacap di Bulan Ramadan 1....

Suara Muhammadiyah

9 March 2025

Berita

PROBOLINGGO, Suara Muhammadiyah – Dukung layanan pramurukti (caregiver) bagi lansia rentan ole....

Suara Muhammadiyah

4 October 2026

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) menjadi tuan rumah rapat kerja wil....

Suara Muhammadiyah

23 January 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah