Akidah dan Dakwah yang Kuat, Fondasi Ekonomi Umat Berdaulat

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
73
Dyah Suminar, SE. Foto: Cris

Dyah Suminar, SE. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Kesejahteraan ekonomi menjadi bagian integral dari misi dakwah. "Dakwah Muhammadiyah bersifat transformatif," kata Dyah Suminar. 

Yang hal demikian itu diterjemahkan dalam konteks gerakan amar makruf nahi mungkar dengan pendekatan tajdid (pembaruan) dan pemurnian dakwah.

Juga bersifat inklusif. Maknanya, Muhammadiyah itu merangkul masyarakat luas dan bergerak melalui AUM/AUA dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi menuju masyarakat Islam sebenarnya.

"Di mana ada Muhammadiyah berada di suatu daerah, Insyaallah sesegera mungkin akan berdiri pendidikan, amal usaha pendidikan, kesehatan, yang ekonomi nantinya akan mengikuti berikutnya," terang Bendahara Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah tersebut.

Sebuah catatan kritis diutarakan Dyah, saat ini perlu menggeliatkan ekonomi di akar rumput. Lebih-lebih ekonomi berbasis umat (jamaah). 

"Ekonomi umat adalah bagian dari kemajuan peradaban," tegasnya dalam Pengajian Ramadhan 1447 H PP Muhammadiyah, Ahad (22/2) di Student Dormitory Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Yang hal demikian itu, harus berbasiskan syari'ah dan nilai-nilai Al-Maun. Kata Dyah, itu menjadi bantalan vital untuk mewujudkan keadilan sosial. 

"Juga meratakan kesejahteraan akan bisa dicapai dengan akidah yang kuat," tekannya. 

Manifestasi akidah yang kuat itu berupa etos kerja tinggi, jujur, amanah, karakter yang tangguh, kesiapan menghadapi tantangan global, dan solidaritas sosial.

Namun, di satu sisi, Dyah membongkar saat ini masih terdapat kungkungan permasalahan mendasar dari segi ekonomi. Yaitu ketimpangan ekonomi umat. "Umat Islam masih menghadapi kesenjangan ekonomi," ujar Dyah.

Di samping itu, rendahnya literasi keuangan dan ekonomi syariah. Lemahnya jejaring ekonomi umat. Rendahnya jumlah wirausahawan di lingkungan Muhammadiyah. "Ini harus menjadi perhatian bersama," katanya.

Lalu, ada terbatasnya akses modal dan tantangan persaingan global. "Budaya konsumtif yang masih tinggi," tambah lagi Dyah.

Oleh karena itu, upaya untuk mengatasi tumpukan masalah tersebut mencakup mengubah pola pikir statis menjadi progresif. Bentuknya bisa menjadi seorang wirausaha baik di lingkungan Muhammadiyah maupun 'Aisyiyah. 

"Bisa melakukan kegiatan usaha sampai punya daya saing dan bisa masuk ke dalam pasar yang lebih besar," tuturnya.

Lalu Memperkuat UMKM. "Sangat penting, rata-rata 90% usaha di Indonesia adalah UMKM," bebernya. Yang ini harus dikonstruksi sedemikian rupa. "Harus lebih maju, profesional, dan berdaya saing," tekannya.

Berikutnya, melakukan optimalisasi aset dan amal usaha. Bagi Dyah, aset dan amal usaha Muhammadiyah itu sangat banyak. Dan Dyah, mendorong untuk melakukan itu.

"Majelis lembaga untuk membina amal usaha-amal usaha kita dan juga wirausaha-wirausaha di lingkungan kita," jelasnya.

Dan, meningkatkan kemitraan, jejaring, kolaborasi di lingkungan warga Muhammadiyah dan Aisyiyah serta amal usaha yang ada. Semua itu, pada tujuannya, hendak diobyektivikasi ke bingkai kesejahteraan umat.

"Ini harus secara terus menerus dikonkretkan. Diperlukan komitmen bersama untuk kesejahteraan bareng," tegasnya, menandaskan semua itu dimulai dari bangunan akidah yang kokoh.

"Dengan akidah kuat, dakwah kuat, maka ekonomi umat akan berdaulat," tandasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Program Studi Magister Hukum Ekonomi Syariah (MHES) Universitas Muha....

Suara Muhammadiyah

13 November 2025

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah –Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Aceh dan Pimpinan Pond....

Suara Muhammadiyah

15 November 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pengajian Pimpinan Pusat Muhammadiyah edisi Januari pekan ketiga tahun....

Suara Muhammadiyah

24 January 2026

Berita

SAMARINDA, Suara Muhammadiyah - Melalui Maklumat Nomor 1/MLM/I.0/E/2024 tentang Penetapan Hasil Hisa....

Suara Muhammadiyah

16 June 2024

Berita

PERLIS, Suara Muhammadiyah - Seorang tokoh Nusantara lintas negara Malaysia dan Indonesia Ibrahim Ya....

Suara Muhammadiyah

7 May 2024