Akidah sebagai Pangkal Hayah Thayyibah Warga Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
87
Dr Hamim Ilyas, MAg. Foto: Cris

Dr Hamim Ilyas, MAg. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah dalam ajaran resminya, sebenarnya telah menganut akidah Islam berkemajuan yang hidup di organisasi dan warganya. Demikian Hamim Ilyas mengemukakan dengan kentara.

Intinya, kata Hamim, kepercayaan bahwa Allah Yang Maha Esa hadir fungsional di alam cilta dengan rahmat-Nya yang tidak terbatas.

"Dalam akidah, kehadiran Allah yang fungsional dapat dirumunkan menjadi tauhid rahamutiyah dan tauhid murni," jelas Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

Tauhid rahamutiyah sebagai kepercayaan bahwa Allah Yang Maha Esa mewajibkan diri-Nya memiki sifat Rahmah yang menjadi inti dari seluruh af'al, sifat dan asma-Nya (Qs al-An'am ayat 12). Sementara, tauhid murni, merupakan keimanan yang tidak bercampur dengan kezaliman (Qs al-An'am ayat 82).

"Yang (itu) membuahkan keadaan masyarakat yang aman dan damai dengan menempuh shirath mustaqim. Jalan yang jelas lagi mudah untuk mewujudkan keadaan baik (ni'mah) semua bidang kehidupan," katanya dalam Pengajian Ramadhan 1447 H PP Muhammadiyah, Sabtu (21/2) di Student Dormitory Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Kemudian dalam lembaga agama, kehadiran Allah yang fungsional dilembagakan dalam keberagaman etis. 

Pertama, amal salehbdan menjadi mukmin membuahkan hayah thayyibah (hidup baik) dengan ukuran sejahtera sejahtera-sesjahteeanya, damai sedamai-damainya, dan bahagia sebahagja-sebahagianya.

"Kedua iman, amal, saleh membebaskan dari khusrin. Khusrin lawan falah, al-fauzu bi ma fi hi ghayatu shalahil hal (berada di puncak keadaan baik semua bidang kehidupan)," lanjutnya.

Landasan Akidah: Iman, rukun, maknanya

Hamim menambahkan, landasan dari akidah itu berpokok pangkal dari iman. "Kepercayaan pangkal mewujudkan hayah thayyibah," sebutnya.

Secara lebih spesifik, Hamim membentangkan cabang iman. Yaitu iman kepada Allah (kepercayaan pangkal mewujudkan harapan).

Berikutnya, iman kepada malaikat (kepercayaan pangkal diri sebagai bala Rahmat Allah). Iman kepada kitab suci (kepercayaan pangkal membangun peradaban). Iman kepada para nabi (kepercayaan pangkal membebaskan umat manusia dari kesengsaraan hidup di dunia dan akhirat.

Selanjutnya, ada iman kepada hari kiamat (kepercayaan pangkal moral tanggung jawab. Dan iman kepada qadar (kepercayaan pangkal usaha terukur sesuai sunnatullah untuk mewujudkan hayah thayyibah.

Di lain sisi, merujuk Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, ada beberapa variabel yang amat fundamental. Pertama, ketuhanan (ilahiyat); Allah sebagai Tuhan Yang Haqq. Kedua, kemanusiaan (insaniyat).

"Manusia bermasyarakat, manusia Khalifah Allah, makhluk otonom sekaligus tergantung yang harus membangun peradaban," jelas Hamim.

Ketiga, keagamaan (diniyat). Paradigma keagamaan dalam Muhammadiyah Islam diberi makna sebagai apa yang diturunkan dalam Al-Qur'an dan Sunnah yang shahihah berupa perintah-perintah dan larangan-larangan.

"Serta petunjuk untuk kebaikan manusia di dunia dan akhirat," sambungnya.

Keempat, ittiba' Nabi. Yaitu mengikuti jejak sekalian nabi yang suci. "Terutama Nabi Muhammad Saw dalam menciptakan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya," tambahnya.

Kelima, amar makruf nahi mungkar yang dalam manifestasinya berjuang dengan organisasi. Keenam, kenegaraan (wathaniyat). Yakni menerima negara bangsa sebagai darul 'ahdi wasy syahadah.

"Negara yang disepakati untuk mewujudkan kesaksian negara yang diidealkan dalam Al-Qur'an," sebut Hamim, mengerucutkan bentuknya balasan aminan, baldatun thayyibatun wa rabbun Ghafur. "Dan al-balad al-amin," tandasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KAYONG UTARA, Suara Muhammadiyah - Suasana ceria dan penuh semangat mewarnai Lapangan Pantai Pulau D....

Suara Muhammadiyah

12 August 2025

Berita

Indonesia merupakan negara dengan curah hujan yang tinggi. Inilah kenapa Anda membutuhkan gadget yan....

Suara Muhammadiyah

27 March 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) akan menjadi tuan rumah perhela....

Suara Muhammadiyah

23 April 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah — Untuk memberikan pesan-pesan moral dan bekal bagi 1.349 Calon ....

Suara Muhammadiyah

16 October 2025

Berita

GOWA, Suara Muhammadiyah - Selain melaksanakan pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat, salah sa....

Suara Muhammadiyah

21 September 2024