Akidah sebagai Pangkal Hayah Thayyibah Warga Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

21 February 2026

754
Dr Hamim Ilyas, MAg. Foto: Cris

Dr Hamim Ilyas, MAg. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah dalam ajaran resminya, sebenarnya telah menganut akidah Islam berkemajuan yang hidup di organisasi dan warganya. Demikian Hamim Ilyas mengemukakan dengan kentara.

Intinya, kata Hamim, kepercayaan bahwa Allah Yang Maha Esa hadir fungsional di alam cilta dengan rahmat-Nya yang tidak terbatas.

"Dalam akidah, kehadiran Allah yang fungsional dapat dirumunkan menjadi tauhid rahamutiyah dan tauhid murni," jelas Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

Tauhid rahamutiyah sebagai kepercayaan bahwa Allah Yang Maha Esa mewajibkan diri-Nya memiki sifat Rahmah yang menjadi inti dari seluruh af'al, sifat dan asma-Nya (Qs al-An'am ayat 12). Sementara, tauhid murni, merupakan keimanan yang tidak bercampur dengan kezaliman (Qs al-An'am ayat 82).

"Yang (itu) membuahkan keadaan masyarakat yang aman dan damai dengan menempuh shirath mustaqim. Jalan yang jelas lagi mudah untuk mewujudkan keadaan baik (ni'mah) semua bidang kehidupan," katanya dalam Pengajian Ramadhan 1447 H PP Muhammadiyah, Sabtu (21/2) di Student Dormitory Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Kemudian dalam lembaga agama, kehadiran Allah yang fungsional dilembagakan dalam keberagaman etis. 

Pertama, amal salehbdan menjadi mukmin membuahkan hayah thayyibah (hidup baik) dengan ukuran sejahtera sejahtera-sesjahteeanya, damai sedamai-damainya, dan bahagia sebahagja-sebahagianya.

"Kedua iman, amal, saleh membebaskan dari khusrin. Khusrin lawan falah, al-fauzu bi ma fi hi ghayatu shalahil hal (berada di puncak keadaan baik semua bidang kehidupan)," lanjutnya.

Landasan Akidah: Iman, rukun, maknanya

Hamim menambahkan, landasan dari akidah itu berpokok pangkal dari iman. "Kepercayaan pangkal mewujudkan hayah thayyibah," sebutnya.

Secara lebih spesifik, Hamim membentangkan cabang iman. Yaitu iman kepada Allah (kepercayaan pangkal mewujudkan harapan).

Berikutnya, iman kepada malaikat (kepercayaan pangkal diri sebagai bala Rahmat Allah). Iman kepada kitab suci (kepercayaan pangkal membangun peradaban). Iman kepada para nabi (kepercayaan pangkal membebaskan umat manusia dari kesengsaraan hidup di dunia dan akhirat.

Selanjutnya, ada iman kepada hari kiamat (kepercayaan pangkal moral tanggung jawab. Dan iman kepada qadar (kepercayaan pangkal usaha terukur sesuai sunnatullah untuk mewujudkan hayah thayyibah.

Di lain sisi, merujuk Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, ada beberapa variabel yang amat fundamental. Pertama, ketuhanan (ilahiyat); Allah sebagai Tuhan Yang Haqq. Kedua, kemanusiaan (insaniyat).

"Manusia bermasyarakat, manusia Khalifah Allah, makhluk otonom sekaligus tergantung yang harus membangun peradaban," jelas Hamim.

Ketiga, keagamaan (diniyat). Paradigma keagamaan dalam Muhammadiyah Islam diberi makna sebagai apa yang diturunkan dalam Al-Qur'an dan Sunnah yang shahihah berupa perintah-perintah dan larangan-larangan.

"Serta petunjuk untuk kebaikan manusia di dunia dan akhirat," sambungnya.

Keempat, ittiba' Nabi. Yaitu mengikuti jejak sekalian nabi yang suci. "Terutama Nabi Muhammad Saw dalam menciptakan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya," tambahnya.

Kelima, amar makruf nahi mungkar yang dalam manifestasinya berjuang dengan organisasi. Keenam, kenegaraan (wathaniyat). Yakni menerima negara bangsa sebagai darul 'ahdi wasy syahadah.

"Negara yang disepakati untuk mewujudkan kesaksian negara yang diidealkan dalam Al-Qur'an," sebut Hamim, mengerucutkan bentuknya balasan aminan, baldatun thayyibatun wa rabbun Ghafur. "Dan al-balad al-amin," tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Bangsa Indonesia setiap tanggal 1 Juni memperingati Hari Lahir Panc....

Suara Muhammadiyah

2 June 2024

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menggelar kegiatan Up Gra....

Suara Muhammadiyah

5 February 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sebagai sebuah ibadah wajib, puasa (ash-shiyam), meniscayakan pr....

Suara Muhammadiyah

19 February 2026

Berita

Sinergi LDK Muhammadiyah dan Lazismu Gelar Pesantren Ramadhan KEPULAUAN MENTAWAI, Suara Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

15 March 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) telah menyebar ke ....

Suara Muhammadiyah

17 February 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah