YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Bertepatan dengan moment satu tahun kepulangan dari ibadah haji di tanah suci, Alumni Bimbingan Haji ‘Aisyiyah (ALBHA) Kota Yogyakarta angkatan 2025 mengadakan pengajian dengan tema “Istiqamah Menjaga Kemabruran Sepanjang Hayat.” Dilaksanakan pada Ahad, 19 Juli 2026, di Masjid Al Furqon Jalan Nitikan Baru No.50, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Dihadiri oleh Pimpinan KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah) ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta, bersama Penasihat, Pengurus, dan Jemaah Haji KBIHU ‘Aisyiyah angkatan 2025.
Ketua ALBHA Kota Yogyakarta 2025, Drs. H. Kusmanto dalam sambutannya mengemukakan rasa syukurnya Pengajian ALBHA rutin per-tiga bulan dapat dilaksanakan kembali dengan rasa kebersamaan dan penuh kegembiraan. “Pengajian kali ini juga sekaligus menjadi media mengenang kembali satu tahun kepulangan kita bersama dalam perjalanan menunaikan ibadah haji, semoga tetap semangat menjaga kemabruran sepanjang hayat.” Harapnya.
Dalam sambutannya Ketua KBIHU Aisyiyah Kota Yogyakarta, H. Ir. Rowi Sutaryo mengapresiasi kegiatan “Pengajian ALBHA” sebagai ikhtiyar menjaga kemabruran bersama, juga rasa syukurnya semua elemen yang terkait dengan haji semakin memperkuat kiprahnya. persiapan penyelenggaraan ibadah haji semakin diperkuat sebagaimana Kemenhaj sudah mulai merelease jemaah haji 2027. “KBIHU ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta juga semakin meningkatkan kualitas layanannya, pada musim haji 2026 KBIHU ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta bersama dengan Lazimu sudah mentasyarufkan 303 kambing DAM Haji Tamattu’ untuk keluarga yang membutuhkan terutama dhuafa, muallaf, dan anak asuh selanjutnya akan semakin ditingkatkan pesiapan dan tata kelolanya, bersamaan dengan pengajian ALBHA ini, LPHU PWM DIY juga melaksanakan “Sarasehan Tata Kelola Dam Haji di Tanah Air” bersinergi dengan BPH KBIHU ‘Aisyiyah dan KBIHU ‘Aisyiyah se-DIY yang digelar di Masjid Islamic Centre UAD.” Imbuhnya.
Selanjutnya Rowi juga mengemukakan ALBHA memiliki peran strategis selain menjadi corong sekaligus tauladan dakwah dalam berhaji, juga sangat penting untuk melakukan penguatan-penguatan kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat luas, dengan pemanfaatan infak dan sedekah untuk penguatan loyalitas dan solidaritas dalam berkhidmat di persyarikatan, sesuai dengan konsep “Meraih Mabrur Sepanjang Umur”.
Ketua Kafilah jemaah haji KBIHU Aisyiyah 2025 H. Joko Wisono, S.Pd.I. dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan Pengajian ALBHA yang telah rutin digelar dan sudah berjalan selama satu tahun, menjadi media untuk menjaga kemabruran, sekaligus konsolidasi program kegiatan ALBHA yang bisa menjawab tantangan riil yang ada dalam masyarakat. “Tahun kedua kita tingkatkan kualitasnya termasuk mengaktifkan rombongan-rombongan yang belum maksimal bisa terus didorong peran sertanya, juga rencana program tabungan shadaqah sehari seribu perlu digarap serius, karena membuka peluang pada seluruh jemaah untuk berperan aktif di dalamnya seperti pengembangan SCM, realisasi pembangunan gedung KBIHU ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta sebagai pusat dakwah Muhammadiyah di Masjid Al-Irsyad Mergangsan, perluasan SD Muhammadiyah Ki Ageng Giring Paliyan Gunungkidul ALBHA DIY, dan lain-lain.”
Inti pengajian ALBHA adalah taushiyyah, disampaikan oleh KH Fakhrudin AM, S.I.P., menyampaikan tema “Istiqamah menjaga kemabruran Sepanjang Hayat” mengungkapkan suasana khusus, menikmati “Keseruan Pengajian ALBHA Kota Yogyakarta 2025” menjadikan kenangan berhaji menjadi penyemangat, penjaga ghiroh sekaligus pengingat bahwa meski prosesi haji telah tuntas terlaksana setahun yang lalu, tetapi meraih dan menjaga kemabruran adalah perjuangan sepanjang hayat. Sebagaimana makna kata alumni yang seakar dengan kata ‘alim (berilmu) dan muta’allim (pembelajar) yang harus terus-menerus menjadi spirit gerakan ALBHA yang merupakan bagian penting dari gerakan dakwah persyarikatan Muhammadiyah. “Disinilah kita menemukan makna Istiqamah adalah upaya terus-menerus merawat kemabruran, dengan meningkatkan kualitas hubungan kita dengan Allah (hablun minallah) sekaligus memperkokoh hubungan dan memperluas kebermanfaatan dengan sesama (hablun minannas), bersegera berlomba bersama menebarkan kebaikan tidak hanya untuk saat ini karya tetap terasa dan bermakna untuk generasi yang akan datang.” Pesannya.
Menambah khidmat pengajian, di penghujung acara mewakili jema’ah haji KBIHU ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta 2025, H. Warid Abdul Mungin dan Dra. Hj. Ismaryani, Apt., MPH menyampaikan refleksi perjalanan haji, meski telah setahun lebih berlalu, pengalamannya tetap membekas dan berkesannya menjadi tamu Allah, meski seringkali tidak mudah sebagaimana yang dialami Warid dalam usia yang sudah tidak muda mendampingi istri tercinta Hj. Tri Ambar Muryati yang harus berkursi roda dengan tensi yang agak tinggi tetap bisa berangkat dan bisa menyelesaikan rangkaian ibadah haji dengan lancar bersama Pakuda (Pasukan Kursi Roda) KBIHU ‘Aisyiyah Kota Yogyakarta.
Demikian juga Dra. Hj. Ismaryani, Apt., MPH yang menyampaikan testimoninya saat berhaji bersama suami Drs. H. Bambang Saparyono, Apt., MPHM yang menjadi jemaah cadangan pada musim haji 2024, dan bisa berangkat di tahun 2025 menjadikan lebih kuat dan lebih siap saat mengatasi beberapa kesulitan seperti saat thawaf kaki tiba-tiba kram, juga saat harus mencari tenda di Mina ketika bus penjemput jemaah dari Muzdalifah terpaksa tidak bisa mengantar jemaah tepat di maktabnya.
Dalam pengajian tersebut juga dibagikan beberapa hadiah hadir, untuk saling berbagi dari jemaah untuk jemaah yang salah satunya adalah buku karangan Bambang Saparyono yang berjudul Mutiyara Tresna dan Ontran-ontran Pucanganom yang merupakan karya novel dan kumpulan cerpen ber-Bahasa Jawa. (S. Intani)

