Libatkan Dosen dan Mahasiswa dalam Penguatan Bahasa dan Budaya Indonesia
MINDANAO, Suara Muhammadiyah - Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Pendidikan Bahasa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Fitria Rahmawati, melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk “ Indonesian Language and Cultural Training for Filipino Students ” di Mindanao State University – Iligan Institute of Technology, Filipina. Program ini bertujuan memperkenalkan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) sekaligus budaya Indonesia kepada mahasiswa Filipina melalui pembelajaran berbasis daring dan luring.
Program BIPA internasional ini telah dimulai secara daring sejak Februari 2026 melalui sesi synchronous menggunakan Zoom serta asynchronous learning melalui Google Classroom. Sementara itu, pembelajaran tatap muka dijadwalkan berlangsung pada 9 April hingga 17 April 2026 di kampus MSU-IIT. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UMY dalam memperkuat internasionalisasi dan kolaborasi pendidikan di tingkat global.
Sebanyak 98 mahasiswa dari program Bachelor of Arts (BA) in English Language Studies, mengikuti pelatihan Bahasa Indonesia ini. Peserta berasal dari tiga kelas berbeda dan terlibat aktif dalam rangkaian pembelajaran yang dirancang secara interaktif dan komunikatif. Dalam program ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari dasar-dasar Bahasa Indonesia, tetapi juga praktik komunikasi sehari-hari serta pemahaman budaya Indonesia dalam konteks sosial.
Pelaksanaan program ini juga melibatkan kolaborasi tim pengajar dari UMY, yaitu Endro Dwi Hatmanto dan Mariska Intan Sari sebagai dosen pendamping. Selain itu, dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Elma Firza Affanda dan Faiz Atha Imansyah, turut berperan sebagai mahasiswa fasilitator yang ikut serta dalam pelaksanaan kegiatan secara langsung di MSU-IIT Filipina. Keterlibatan mahasiswa ini menjadi bagian dari penguatan pengalaman pembelajaran berbasis praktik internasional.
Program ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan kompetensi komunikasi lintas budaya di kawasan Asia Tenggara. Bahasa Indonesia dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan antarnegara di ASEAN, sehingga pengenalan bahasa dan budaya Indonesia kepada mahasiswa internasional menjadi langkah penting dalam membangun pemahaman global.
Fitria Rahmawati, dosen Pendidikan Bahasa Inggris UMY, dalam wawancara yang dilakukan pada Senin (13/4), menyampaikan bahwa program ini menekankan integrasi antara bahasa dan budaya dalam proses pembelajaran.
“Program BIPA ini kami rancang tidak hanya untuk mengajarkan Bahasa Indonesia, tetapi juga untuk membangun pemahaman lintas budaya antara Indonesia dan Filipina. Mahasiswa tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga memahami bagaimana bahasa digunakan dalam konteks sosial dan budaya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa model pembelajaran hybrid menjadi kekuatan utama program ini.
“Pembelajaran yang dimulai secara daring sejak Februari memberikan fondasi awal yang kuat, kemudian diperkuat dengan pertemuan tatap muka pada 9 hingga 17 April 2026 agar mahasiswa dapat mempraktikkan kemampuan berbahasa secara langsung,” tambahnya.
Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung, terutama dalam sesi praktik komunikasi dan diskusi budaya. Keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam program ini juga menunjukkan komitmen UMY dalam menghadirkan pembelajaran kolaboratif dan berorientasi global.
Melalui kegiatan ini, UMY berharap Bahasa Indonesia semakin dikenal secara internasional serta memperkuat kerja sama akademik antara Indonesia dan Filipina yang berkelanjutan.
