Bersama BTM, LP UMKM Jatim Terobsesi Cetak Pelaku Ekonomi

Suara Muhammadiyah

24 May 2026

266

MALANG, Suara Muhammadiyah - Ketua Lembaga Pengembang (LP) UMKM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur; Imam Sugiri dalam keynote speakernya di acara Foccus Group Discussion (FGD) Induk Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) & Pelatihan Pengurus, Pengelola BTM Se - Jawa Timur hari ini Sabtu (23/5/2026) di Kota Batu - Malang Jawa Timur mengatakan, gerakan dakwah yang dilakukan oleh Persyarikatan semakin berkembang. Bukan hanya sosial, pendidikan dan kesehatan saja. Namun juga ekonomi--hal ini menjadi tantangan Persyarikatan, terlebih selama ini  banyak warga Persyarikatan yang minim berprofesi sebagai pelaku ekonomi. Hal ini yang menjadi  konsen LP UMKM Jawa TImur untuk mencetak pelaku - pelaku ekonomi di Persyarikatan dengan menggandeng BTM.

“Meski butuh waktu dan proses yang sangat  panjang kami meyakini dan merasa optimis selama LP UMKM Jawa Timur konsen mengembangkan Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM)  sebagai Pusat Keuangan Muhammadiyah, pilar ketiga (bidang ekonomi) di Persyarikatan mampu diwujudkan,” ujar Imam. 

Selain itu, lanjut Imam, setelah membaca pemaparan tentang BTM, ternyata keberadaan BTM di Persyarikatan memiliki makna yang strategis. Selain sebagai Pusat Keuangan Muhammadiyah dalam hal intermediasi (penempatan dan akses dana), BTM juga sebagai alat dalam mengimplementasikan ekonomi syariah, sebagaimana keputusan Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah tentang bunga bank itu haram. Disamping itu  BTM juga sebagai gerakan dakwah bil hall di Persyarikatan. Untuk itu LP UMKM  PWM Jawa Timur dan LPUMKM di tiap - tiap Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) untuk melakukan koordinasi dan sinergitas dalam penguatan BTM - BTM Primer di Jawa Timur yang saat ini jumlahnya 25 BTM.    

“Bahkan jika diperlukan keberadaan Pusat BTM Jawa TImur atau koperasi sekunder BTM diaktifkan secara maksimal. Apalagi Pusat BTM selama ini berperan sebagai APEX Syariah yakni pengendali likuiditas, supervisi, edukasi dan integrasi teknologi IT,”ucap Imam. 

Sementara, Wakil Ketua Induk BTM; Nursyamsu dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Induk BTM di Jawa Timur ini adalah bagian dari konsolidasi Induk BTM ke berbagai jaringan BTM yang ada selama ini. Kemudian terkait dengan tema mitigasi bisnis dalam sengketa hukum yang diangkat FGD merupakan bagian dari mitigasi risiko. 

“Kami sangat paham, bahwa  mengelola BTM bukan sekedar mengelola keuangan 
saja tapi juga harus paham aspek - aspek hukum khususnya ketika terjadi sengketa.  Maka melalui FGD ini dengan para narasumber yang kompeten mulai dari lawyer, KPKNL dan Pengadilan Agama. Kami  berharap memiliki pengetahuan dan literasi yang kuat  dalam deteksi dini  mengatasi risiko hukum,”ujarnya.      

Follow up dari FGD Induk BTM ini, kedepan di jaringan BTM Jawa Timur akan sering ada kajian dan literasi - literasi hukum bisnis yang bersinergi dengan berbagai pihak yang bisa dimanfaatkan dalam mengelola BTM dengan baik. 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta (Muhiyo) Widi Astuti, SPd.....

Suara Muhammadiyah

17 May 2025

Berita

Pendidikan Bermutu Untuk Semua Jadi Prioritas Nasional JAKARTA. Kementerian Pendidikan Dasar dan Me....

Suara Muhammadiyah

16 March 2026

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Kerjasama dan upaya peningkatan kualitas Pendidikan antara dua ban....

Suara Muhammadiyah

24 September 2024

Berita

TUBAN, Suara Muhammadiyah - Majelis Tabligh dan Tarjih Pimpinan Ranting Muhammadiyah Glodog, yang be....

Suara Muhammadiyah

26 January 2024

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Majelis Dikdasmen dan PNF....

Suara Muhammadiyah

11 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah