Bukan Sekadar Mengajar, Guru TK ABA Harus Mendidik dengan Sentuhan Hati

Suara Muhammadiyah

24 October 2026

133
Dr Hj Salmah Orbayinah, MKes

Dr Hj Salmah Orbayinah, MKes

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi bagi masa depan bangsa. Sebab, kata Salmah Orbayinah, hal itu memberikan pengaruh terhadap cara berpikir anak-anak di kemudian hari.

“Bagaimana anak-anak bersikap kepada kita, bagaimana berinteraksi dengan sesama, dan juga bagaimana menghadapi kehidupan kelak ketika dewasa,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah itu.

Di situlah relevansi tugas guru TKA ABA, yang salah satunya adalah membangun fondasi akhlak. Di samping menumbuhkan rasa percaya diri, mengembangkan kreativitas anak.

“Dan juga menanamkan nilai-nilai kebaikan, nilai-nilai kejujuran kepada diri anak itu sendiri,” terang Salmah.

Untuk mencapai ke titik itu, guru TK ABA menjadi jalur perantara utamanya. Yakni lewat sentuhan mengajar dengan kelembutan hati nurani dan penuh senyuman.

“Tentunya di tangan bapak ibu semuanya yang mengajar dengan penuh kasih sayang, anak-anak akan mulai mengenal siapa dirinya sesungguhnya,” bebernya, Sabtu (24/10) saat Apel Akbar Milad TK ABA ke-107 dan Milad IGABA ke-29 PW IGABA di GOR Jati Diri Semarang, Karangrejo, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Tugas guru TK ABA lebih dari sekadar mengajarkan anak membaca dan tergerak melakukannya secara personal. Bersamaan dengan itu, mengajarkan agar mereka cinta ilmu pengetahuan.

“Anak-anak memahami bahwa setiap manusia memiliki martabat yang harus dihargai,” mengaksentuasikan Qs an-Nahl ayat 78. Ayat ini, jelas Salmah, mengingatkan kita tentang pentingnya proses pendidikan dalam mengembangkan potensi yang telah Allah anugerahkan kepada anak-anak.

“Dalam hal ini, tentunya keberadaan IGABA menjadi sangat penting. IGABA saya kira tidak hanya sekadar kumpulan profesi para guru, tetapi juga tempat ataupun ruang untuk saling belajar, memperkuat kompetensi masing-masing guru, solidaritas bersama, menumbuhkan integritas, dan menanamkan sikap profesionalitas dari para pendidik,” tegasnya.

Karena itu, Salmah mengajak kepada segenap guru TK ABA untuk mengembangkan potensi diri sendiri, sehingga dari situ kemudian dapat meningkatkan skill; skill komunikasi dan skill mengajar.

“Dengan skill yang dipunyai itu bapak ibu guru bisa mengajar dengan sepenuh hati, dengan penuh kasih sayang dan mengutamakan keteladanan bagi para anak didik kita,” menandaskan bahwa, guru yang baik adalah guru yang bukan hanya mampu mengajar, tetapi menurut Salmah, harus bisa mengajar dengan sepenuh hati.

“Dan tentunya guru yang mau terus untuk memperbarui diri sendiri,” pungkasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Klaten men....

Suara Muhammadiyah

25 April 2024

Berita

Dihadiri Majelis Diktilitbang dan Sekretaris PP Muhammadiyah  ALOR, Suara Muhammadiyah –....

Suara Muhammadiyah

26 November 2024

Berita

BANJARNEGARA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Batur Banjarnegar....

Suara Muhammadiyah

5 August 2025

Berita

KATINGAN, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Ka....

Suara Muhammadiyah

11 April 2026

Berita

Pengalihan Penyembelihan Dam Haji dan Kajian Aset Kripto dalam Madrasah Muballighat 'Aisyiyah DIY Y....

Suara Muhammadiyah

29 May 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah