Dadang Kahmad: Haedar Nashir Teladan Intelektualisme Pers yang Tak Pernah Letih Menulis

Suara Muhammadiyah

13 August 2026

279
Prof Dr Dadang Kahmad, MSi. Foto: Cris

Prof Dr Dadang Kahmad, MSi. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad memberikan apresiasi kepada Pemimpin Redaksi Suara Muhammadiyah Haedar Nashir yang meraih penghargaan Wartawan Utama Khusus dari Dewan Pers. Apresiasi itu disampaikan saat Resepsi Milad ke-111 Suara Muhammadiyah di SM Tower Malioboro Yogyakarta, Kamis (13/8).

"Penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap dedikasi, pemikiran, integritas, dan pengabdian Prof. Haedar Nasir dalam membangun tradisi intelektual dan komunis Republik yang mencerdaskan masyarakat," ujarnya.

Dadang menyebut, sosok Haedar yang juga Ketua Umum PP Muhammadiyah ini, merupakan sosok yang selama ini dikenal sebagai intelektual cendekiawan yang memiliki perhatian besar terhadap kehidupan kebangsaan.

"Pemikiran panggilan beliau tidak hanya disampaikan melalui forum akademik dan organisasi juga melalui tulisan-tulisan yang sangat banyak. Dan di berbagai ruang publik yang lain," bebernya.

Dalam konteks itulah, kata Dadang, kartu wartawan utama ini memiliki makna yang sangat istimewa. Dunia kewartawanan pada hakikatnya bukan hanya pekerjaan mencari dan menyampaikan berita, tetapi memiliki amanah yang jauh lebih besar.

"Yaitu menjaga kebenaran, informasi, mencerdaskan kehidupan masyarakat, dan mengelola kesederhanaan publik. Karena itu saya melihat, penganugerahan ini sekaligus sebagai momentum untuk menegaskan kembali bahwa tradisi intelektual, tradisi pers dan tradisi dakwah memiliki titik temu yang sangat penting," tegasnya, yang juga Dewan Redaksi Suara Muhammadiyah.

Semuanya itu, sambung Dadang, niscaya membutuhkan kejujuran, keberanian, tanggung jawab dan komitmen terhadap kebenaran. "Maka Prof. Haedar Nashir telah memberikan teladan," tuturnya.

Menurut Dadang, Haedar sebagai tokoh yang yang memiliki pengetahuan juga mampu menyapa menyampaikan gagasan secara jernih, bijaksana dan bertanggung jawab kepada masyarakat. 

"Yang saya kagumi dari Pak Prof Haedar ini walaupun usianya lebih muda dari saya tetapi kemampuan intelektualitasnya jauh lebih tinggi," ungkapnya.

Dadang menilai, Haedar merupakan penulis tulen. Tidak pernah berhenti untuk terus menulis. "Saya kalah dengan beliau itu, beliau tekun untuk menulis seperti itu. Sekali lagi saya kagum kepada beliau dan mudah-mudahan beliau tetap sehat, panjang usia dan terus produktif. Umat tetap menunggu kiprah Bapak selanjutnya," tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDAACEH, Suara Muhammadiyah - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Aceh yudisium se....

Suara Muhammadiyah

16 December 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Duka menyelimuti pendidikan Muhammadiyah. Wakil Ketua II Maje....

Suara Muhammadiyah

14 May 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pusat Data, Penelitian, dan Pengembangan Suara Muhammadiyah berkerj....

Suara Muhammadiyah

18 October 2023

Berita

KAPUAS, Suara Muhammadiyah - Bulan ramadhan adalah bulan penuh berkah dan kemuliaan, dimana pintu su....

Suara Muhammadiyah

27 February 2026

Berita

PADANG, Suara Muhammadiyah – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik ‘Aisyiyah....

Suara Muhammadiyah

30 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah