Dadang Kahmad: Haedar Nashir Teladan Intelektualisme Pers yang Tak Pernah Letih Menulis

Suara Muhammadiyah

13 August 2026

129
Prof Dr Dadang Kahmad, MSi. Foto: Cris

Prof Dr Dadang Kahmad, MSi. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad memberikan apresiasi kepada Pemimpin Redaksi Suara Muhammadiyah Haedar Nashir yang meraih penghargaan Wartawan Utama Khusus dari Dewan Pers. Apresiasi itu disampaikan saat Resepsi Milad ke-111 Suara Muhammadiyah di SM Tower Malioboro Yogyakarta, Kamis (13/8).

"Penghargaan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap dedikasi, pemikiran, integritas, dan pengabdian Prof. Haedar Nasir dalam membangun tradisi intelektual dan komunis Republik yang mencerdaskan masyarakat," ujarnya.

Dadang menyebut, sosok Haedar yang juga Ketua Umum PP Muhammadiyah ini, merupakan sosok yang selama ini dikenal sebagai intelektual cendekiawan yang memiliki perhatian besar terhadap kehidupan kebangsaan.

"Pemikiran panggilan beliau tidak hanya disampaikan melalui forum akademik dan organisasi juga melalui tulisan-tulisan yang sangat banyak. Dan di berbagai ruang publik yang lain," bebernya.

Dalam konteks itulah, kata Dadang, kartu wartawan utama ini memiliki makna yang sangat istimewa. Dunia kewartawanan pada hakikatnya bukan hanya pekerjaan mencari dan menyampaikan berita, tetapi memiliki amanah yang jauh lebih besar.

"Yaitu menjaga kebenaran, informasi, mencerdaskan kehidupan masyarakat, dan mengelola kesederhanaan publik. Karena itu saya melihat, penganugerahan ini sekaligus sebagai momentum untuk menegaskan kembali bahwa tradisi intelektual, tradisi pers dan tradisi dakwah memiliki titik temu yang sangat penting," tegasnya, yang juga Dewan Redaksi Suara Muhammadiyah.

Semuanya itu, sambung Dadang, niscaya membutuhkan kejujuran, keberanian, tanggung jawab dan komitmen terhadap kebenaran. "Maka Prof. Haedar Nashir telah memberikan teladan," tuturnya.

Menurut Dadang, Haedar sebagai tokoh yang yang memiliki pengetahuan juga mampu menyapa menyampaikan gagasan secara jernih, bijaksana dan bertanggung jawab kepada masyarakat. 

"Yang saya kagumi dari Pak Prof Haedar ini walaupun usianya lebih muda dari saya tetapi kemampuan intelektualitasnya jauh lebih tinggi," ungkapnya.

Dadang menilai, Haedar merupakan penulis tulen. Tidak pernah berhenti untuk terus menulis. "Saya kalah dengan beliau itu, beliau tekun untuk menulis seperti itu. Sekali lagi saya kagum kepada beliau dan mudah-mudahan beliau tetap sehat, panjang usia dan terus produktif. Umat tetap menunggu kiprah Bapak selanjutnya," tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lazismu terus berkomitmen meningkatkan layanannya sebagai salah sat....

Suara Muhammadiyah

1 February 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada Kamis pagi, 19 Juni 2025, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta ber....

Suara Muhammadiyah

19 June 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah di DKI Jakarta, Ketua....

Suara Muhammadiyah

9 March 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka memperingati Milad ke-112 Muhammadiyah, RS ....

Suara Muhammadiyah

18 November 2024

Berita

Tingkatkan Sistem Tata Kelola Pendidikan SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ratusan Guru dan Karyawan ....

Suara Muhammadiyah

9 November 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah