Dahlan Rais Tegaskan Semangat Berkemajuan sebagai Napas Dakwah Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

23 December 2024

1385
Dahlan Rais

Dahlan Rais

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – “Muhammadiyah ini sudah pada jalur yang benar. Puluhan tahun saya dengar itu (we are on the right track). Ya, waktu dulu ber-IPM dan ber-IMM,” ujar Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dahlan Rais saat membuka Musyawarah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Sabtu (21/12) di Hotel Syariah Surakarta, Jawa Tengah.

Pernyataan tersebut menggarisbawahi kiprah strategis Muhammadiyah terutama pada dua bidang yaitu pendidikan dan kesehatan. Dahlan menekankan pentingnya konsistensi Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan.

Menurutnya semangat “Berkemajuan” adalah inti dari perjalanan panjang Muhammadiyah selama lebih dari seabad. Berkemajuan bukanlah istilah yang baru. Istilah ini sudah ada selama satu abad sejak Muhammadiyah berdiri. 

“Rumusan Muhammadiyah itu pernah berbunyi menyebarluaskan ajaran Islam yang berkemajuan,” jelas Dahlan.

Muhammadiyah telah memiliki banyak lembaga pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga pendidikan tinggi. Akan tetapi dengan jumlah yang banyak ini, menurutnya perlu diimbangi dengan tingkatan kualitasnya.

“Dari jumlah saya kira kita boleh berbangga, tapi dari segi kualitas kita memang harus terus berusaha untuk lebih baik lagi,” ujarnya.

Jika dibaca ulang, tambah Dahlan, pendiri dan pimpinan awal Muhammadiyah itu luar biasa. Mereka adalah orang orang reformis dan futuris yang sudah berbicara pendidikan sejak awal perkembangannya.

“Persoalan yang on the right track itu memang menjadi tanggung jawab bersama di samping jumlah yang banyak pastilah harus yang berkualitas,” ujarnya.

Di bidang kesehatan, Muhammadiyah Jawa Tengah telah memiliki 54 rumah sakit. Meski demikian Dahlan mengingatkan bahwa kompetisi ke depan semakin ketat. “Dan kita memang harus berpikir jauh ke depan lagi,” tegasnya.

Selain kesehatan dan pendidikan, Dahlan juga menyoroti masalah ekonomi sebagai penopang kedua bidang tersebut.

Di sinilah diperlukan pemimpin etikal, efektif, dan memberdayakan. Pemimpin yang etikal, menurutnya, adalah mereka yang menjunjung tinggi nilai moral, memberikan keteladanan, dan memahami tanggung jawab sebagai pemimpin. “Pemimpin harus menjadi uswah hasanah, teladan yang baik,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung pentingnya pemimpin yang efektif dalam mengelola administrasi dan organisasi. Namun, lebih dari itu, perubahan perilaku (change) menjadi aspek penting dalam mengukur keberhasilan kepemimpinan. “Perubahan perilaku adalah hal yang tidak dapat diabaikan dalam gerakan dakwah Muhammadiyah,” jelasnya.

Terakhir, Dahlan mengajak seluruh peserta Musyawarah Pimpinan Wilayah untuk terus menjaga semangat berkemajuan yang telah menjadi identitas Muhammadiyah. “Marilah kita terus memelihara prinsip-prinsip berkemajuan ini,” pungkasnya. (Jan/Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Sebanyak 19 siswa SMK Muhammadiyah Bangunjiwo (MUBA) sukses mengi....

Suara Muhammadiyah

21 March 2024

Berita

KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah — Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1446 H, Pimpi....

Suara Muhammadiyah

2 March 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah -  Universitas Muhammadiyah  menggelar aksi peduli bencana banji....

Suara Muhammadiyah

2 December 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sebagai salah satu trisula Muhammadiyah, Majelis Pemberdayaan Masya....

Suara Muhammadiyah

14 October 2023

Berita

TARAKAN, Suara Muhammadiyah - Alih-alih banyak berdebat masalah hakikat atau pun batasan toleransi a....

Suara Muhammadiyah

28 December 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah