REMBANG, Suara Muhammadiyah – Semangat perubahan terasa kuat di Kabupaten Rembang saat Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PDNA) menggelar Darul Arqam Nasyiatul ‘Aisyiyah 2 dan Latihan Instruktur Nasyiatul ‘Aisyiyah 1 (DALINA), Rabu–Jumat, 1–3 April 2026. Mengusung konsep blended learning, kegiatan ini sukses menghadirkan suasana pembelajaran yang dinamis, adaptif, dan penuh energi kader muda.
Dengan tema besar “Dari Gerakan ke Perubahan: Nasyiah Bergerak, Nasyiah Berdampak,” DALINA 2026 bukan sekadar agenda rutin, melainkan penegasan arah baru gerakan kaderisasi PDNA Rembang. Tema ini menjadi sinyal kuat bahwa Nasyiatul ‘Aisyiyah siap melompat lebih jauh—dari sekadar aktif bergerak menjadi organisasi yang benar-benar memberi dampak nyata di tengah masyarakat.
Deretan narasumber berpengalaman turut menyemarakkan kegiatan ini, di antaranya M. Zuhron Arofi, M.Pd.I. (Sekretaris MPKSDI PWM Jawa Tengah), Siti Masrungah, M.Pd.I. (Ketua MPK PDA Rembang), Mahmud Wildan Taufik, S.T., S.Pd. (Ketua MPKSDI PDM Rembang), serta Tabah Setya Pambudi, M.I.Kom. dari PWPM Jawa Tengah. Tak ketinggalan, para instruktur PWNA Jawa Tengah hadir memberikan penguatan materi sekaligus praktik langsung dalam pelatihan instruktur.
Menariknya, DALINA kali ini digelar bersamaan dengan Musyawarah Kerja Daerah (Musykerda) PDNA Rembang, menciptakan momentum strategis yang jarang terjadi. Kolaborasi ini menjadikan forum tidak hanya sebagai ruang diskusi program kerja, tetapi juga sebagai kawah candradimuka bagi kader-kader instruktur yang siap menjadi motor penggerak organisasi.
Selama tiga hari, peserta digembleng dengan berbagai materi krusial—mulai dari penguatan ideologi, kepemimpinan progresif, manajemen organisasi, hingga teknik instruksional yang aplikatif. Metode blended learning membuat suasana belajar lebih hidup, interaktif, dan relevan dengan tantangan zaman.
Atmosfer kegiatan terasa khidmat sekaligus penuh semangat. Diskusi hangat, pertukaran gagasan, hingga praktik langsung menjadi bukti tingginya antusiasme peserta. Semua rangkaian acara berjalan lancar tanpa hambatan berarti, menunjukkan kesiapan panitia dan keseriusan seluruh pihak yang terlibat.
DALINA 2026 bukan hanya sukses sebagai acara, tetapi juga menjadi titik tolak penting bagi masa depan gerakan Nasyiatul ‘Aisyiyah di Rembang. Dari forum inilah, diharapkan lahir kader-kader instruktur yang tidak hanya cakap, tetapi juga visioner—siap menggerakkan perubahan dan menghadirkan dampak nyata bagi umat. Satu pesan yang menggema dari Rembang: Nasyiah tidak lagi sekadar bergerak—Nasyiah kini siap berdampak. (Selly Puji)
