SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Kunjungan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005–2015, Prof. Dr. KH. M. Din Syamsuddin, M.A., ke SD Muhammadiyah 29 Surabaya (SD Mudalan) pada Rabu (17/6/2026), disambut hangat oleh seluruh civitas akademika.
Kehadiran tokoh nasional tersebut dinilai menjadi momentum bersejarah yang membakar semangat sekolah untuk terus melejitkan program Tahfidz Berkemajuan.
Kepala SD Mudalan, Irwan, S.Pd., M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas kesediaan Din Syamsuddin meluangkan waktu untuk meninjau langsung perkembangan para siswa penghafal Al-Qur'an di sekolahnya.
Irwan mengungkapkan bahwa kehadiran Din Syamsuddin bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah kehormatan besar sekaligus bentuk pengakuan terhadap ikhtiar SD Mudalan dalam mencetak generasi emas.
"Atas nama keluarga besar SD Muhammadiyah 29 Surabaya, kami mengucapkan jazakumullah khairan katsiran kepada Prof. Din Syamsuddin. Apresiasi dan motivasi yang beliau berikan langsung di hadapan anak-anak dan para guru adalah energi baru yang sangat luar biasa bagi kami," ujarnya.
Menurut Irwan, testimoni positif dari tokoh sekaliber Din Syamsuddin mengenai target kelulusan minimal 6 juz yang diterapkan sekolah, semakin mempertebal keyakinan bahwa jalur pendidikan yang mereka tempuh sudah berada di rute yang benar (on the right track).
Merespons harapan yang dititipkan oleh Din Syamsuddin, Irwan menegaskan komitmen jajaran pimpinan dan tenaga pendidik SD Mudalan untuk tidak cepat berpuas diri. Sekolah akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan mutu kurikulum tahfidz, yakni:
Pertama, Fokus pada Kualitas (Muthqin): Menindaklanjuti pesan Din Syamsuddin, Irwan memastikan bahwa proses setoran hafalan siswa tetap mengutamakan kualitas tajwid dan kelancaran (muthqin), bukan sekadar mengejar formalitas kelulusan.
Kedua, Penguatan Ekosistem Digital & Guru: Sekolah berkomitmen meningkatkan kompetensi para muaddib/muaddibah (guru pendamping) serta mengoptimalkan sistem monitoring hafalan agar sinergi dengan orang tua di rumah berjalan lebih presisi.
Ketiga, Merawat Karakter Berkemajuan: Target 6 juz akan terus dikawal agar berbanding lurus dengan pembentukan akhlakul karimah siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui momentum kunjungan ini, Kepala Sekolah berharap SD Mudalan dapat melangkah lebih jauh dalam kancah pendidikan dasar, baik di tingkat regional maupun nasional.
"Harapan kami, dengan doa dan dukungan dari tokoh-tokoh bangsa seperti Prof. Din, SD Mudalan benar-benar mampu mewujudkan visinya sebagai Sekolah Tahfidz Berkemajuan yang unggul. Kami ingin membuktikan bahwa anak-anak yang hobi menghafal Al-Qur'an juga bisa tampil sangat kompetitif di bidang sains, teknologi, dan prestasi umum lainnya," tegasnya.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005–2015, Prof. Dr. KH. M. Din Syamsuddin, M.A., memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen luar biasa yang ditunjukkan oleh SD Muhammadiyah 29 Surabaya (SD Mudalan). Sekolah ini dinilai berhasil menerjemahkan visi "Berkemajuan" melalui program tahfidz Al-Qur'an yang terukur dan progresif.
Menurut Din Syamsuddin, langkah yang diambil oleh SD Mudalan merupakan sebuah terobosan yang sangat relevan dengan tantangan zaman. Ia menegaskan bahwa mencetak generasi penghafal Al-Qur'an di tingkat sekolah dasar adalah investasi peradaban yang besar.
"Apa yang dilakukan oleh SD Muhammadiyah 29 Surabaya ini adalah wujud nyata dari pendidikan berkemajuan. Menargetkan lulusan hafal minimal 6 juz bukan sekadar pencapaian angka, melainkan upaya membentuk karakter generasi muda yang berakar pada nilai-nilai wahyu, sekaligus siap menghadapi masa depan," ujar Din Syamsuddin.
Ia menambahkan, keunggulan SD Mudalan terletak pada kemampuannya menyinkronkan program tahfidz dengan kurikulum akademik modern. Hal ini membuktikan bahwa mengejar prestasi spiritual tidak harus mengorbankan kesiapan intelektual siswa.
Melalui momentum ini, Din Syamsuddin menyampaikan sejumlah harapan besar untuk keberlangsungan dan perkembangan SD Mudalan ke depan, yakni:
Pertama, Menjadi Role Model Nasional: ia berharap SD Mudalan dapat menjadi cetak biru (blueprint) bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya di Indonesia dalam menyelenggarakan program tahfidz yang terstruktur dan berkualitas.
Kedua, Menjaga Konsistensi Mutu: Din Syamsuddin berpesan agar pihak sekolah, guru, dan para murabbi terus menjaga kualitas hafalan (muthqin) para siswa, bukan sekadar mengejar kuantitas target juz.
Ketiga, Dukungan Penuh Orang Tua: ia juga mengajak para orang tua wali murid untuk terus bersinergi dengan sekolah, menciptakan lingkungan rumah yang kondusif bagi anak-anak untuk menjaga (muraja'ah) hafalan mereka.
Menutup pernyataannya, tokoh perdamaian dunia ini optimistis bahwa dari rahim SD Mudalan akan lahir para pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara sains dan teknologi, tetapi juga memiliki dada yang dipenuhi oleh bait-bait Al-Qur'an.
"Insya Allah, dari lembaga ini akan lahir teknokrat, birokrat, pengusaha, dan ulama masa depan yang hafidz Qur'an. Maju terus SD Muhammadiyah 29 Surabaya, teruslah mencerahkan semesta," pungkasnya.
Kunjungan tersebut dihadiri Wakil Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya Drs. H. Mohammad Lutfi, M.Pd., Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sukomanunggal Musthofa Hamal S.T. beserta jajaran, Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Non Formal (Dikdasmen & PNF) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sukomanunggal Surabaya, Drs. H. M. Arfa'i beserta jajarannya.
Hadir pula jajaran PRM Simomulyo, jajaran Pimpinan Cabang Aisyiyah Sukomanunggal, warga serta simpatisan Muhammadiyah Sukomanunggal Surabaya. (Yuda)

