FGM Kota Semarang Dorong Guru Kuasai Coding dan AI

Suara Muhammadiyah

26 November 2025

748
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Perlombaan antara guru dan siswa dalam penguasaan teknologi di era Society 5.0 menjadi isu sentral di dunia pendidikan. Dalam acara Hari Guru Nasional, Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kota Semarang mendorong para pendidiknya untuk 'lari' mengejar ketertinggalan. Tujuannya jelas: menguasai kompetensi teknis seperti Coding dan AI, sekaligus menjadi filter akhlak agar kecanggihan teknologi tidak menjebak generasi muda.

Isu krusial ini dibahas dalam seminar pendidikan bertajuk "Transformasi Pendidikan Abad 21" di Gedung GKB 3 Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Rabu (26/11/2025). Seminar ini menegaskan bahwa meskipun siswa lebih cepat beradaptasi dengan AI, peran guru sebagai pendidik karakter tidak bisa digantikan.

Ketua Dikdasmen dan PNF PDM Kota Semarang, Sutarto, menyatakan bahwa teknologi hanyalah alat. "Alat itu tidak punya rasa, sedangkan pendidikan itu harus menyentuh hati," tegasnya, menyoroti bahwa aspek emosional dan spiritual guru tetap tak tergantikan.

Sutarto juga mewanti-wanti fenomena jebakan teknologi. Ia mencontohkan kemampuan AI memvisualisasikan hal fiktif, seperti rekayasa pemuda berjalan bersama tokoh sejarah.

"Kalau kita tidak waspada, itu bisa menjebak anak-anak kita karena semua bisa disulap," jelasnya, mendorong guru agar tidak "gagap" teknologi dan mampu membimbing siswa yang larinya lebih cepat.

Acara seminar Hari Guru Nasional ini diikuti oleh ratusan guru Muhammadiyah yang tergabung dalam FGM Kota Semarang. Turut memberikan sambutan Wakil Ketua PDM Kota Semarang Dr. Bunyamin yang sekaligus membuka kegiatan.

Ketua FGM Kota Semarang, Suryotomo, menjelaskan bahwa strategi transformasi guru Muhammadiyah diwujudkan melalui tiga pilar materi yang aplikatif. Seminar ini menghadirkan narasumber untuk membahas aplikasi monitoring, Coding dan AI, serta pendekatan Deep Learning (pembelajaran mendalam).

"Output yang diharapkan adalah guru mampu mengajar lebih bermutu menggunakan aplikasi digital maupun pendekatan pembelajaran mendalam," kata Suryotomo.

Untuk memastikan ilmu ini tersebar luas, FGM Kota Semarang telah menyiapkan tindak lanjut berupa workshop dan klub belajar. Sutarto menyebutkan diseminasi ilmu teknis ini akan dilakukan secara silang antar jenjang pendidikan, memacu semua guru agar terpacu untuk ngebut menguasai teknologi.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Bertepatan dengan Milad Aisyiyah yang ke 107, Pimpinan Nasyi’at....

Suara Muhammadiyah

20 May 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Da....

Suara Muhammadiyah

8 October 2025

Berita

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah - Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh yang juga mengkordin....

Suara Muhammadiyah

20 March 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dua layar smart TV ukuran 42 inch terpasang di sisi kiri dan kanan ....

Suara Muhammadiyah

30 December 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Resepsi Milad RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Gamping, dan Sleman ....

Suara Muhammadiyah

15 February 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah