Filsafat Pendidikan yang Diartinyatakan Secara Istiqamah oleh Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

25 October 2026

96
Istimewa

Istimewa

Filsafat Pendidikan yang Diartinyatakan Secara Istiqamah oleh Muhammadiyah

 Oleh: Noor Chozin Agham, Anggota Madikdasmen PNF PP Muhammadiyah, dosen UHAMKA dan UMT Indonesia

 Secara idealita, filsafat pendidikan yang dianut dan dikembangkan oleh lembaga-lembaga pendidikan Muhammadiyah, adalah filsafat yang berdasarkan agama Islam. Dalam kaitan ini, berarti filsafat pendidikan Muhammadiyah adalah filsafat pendidikan Islam. Oleh karena itu, untuk merumuskan filsafat pendidikan Muhammadiyah, perlu menelusuri konsep dasar filsafat pendidikan Islam yang digagas oleh para pemikir maupun praktisi pendidikan Islam, yang dalam konteks ini penulis sendiri pernah menulis-terbitkan buku ”Filsafat Pendidikan Muhammadiyah” (diterbitkan UHAMKA Press, 2011)

Muhammad Labib al-Najihi sebagaimana dikutip oleh Omar Muhammad al-Toumy al-Syaiabni memahami filsafat pendidikan sebagai aktivitas pikiran yang teratur yang menjadikan filsafat itu sebagai jalan untuk mengatur, menyelaraskan dan memadukan proses pendidikan. Suatu filsafat pendidikan yang berdasar Islam tidak lain adalah pandangan dasar tentang pendidikan yang bersumberkan ajaran Islam dan yang orientasi pemikirannya berdasarkan ajaran tersebut. Dengan perkataan lain, filsafat pendidikan Islam adalah suatu analisis atau pemikiran rasional yang dilakukan secvara kritis, radikal, sistematis dan metodologis untuk memperoleh pengetahuan mengenai hakikat pendidikan Islam.

Al-Syaibani menandaskan bahwa filsafat pendidikan Islam harus mengandung unsur-unsur dan syarat sebagai berikut : (1) dalam segala prinsip dan kandungannya sesuai dengan ruh (spirit) Islam; (2) berkaitan dengan realitas masyarakat dan kebudayaan serta sistem sosial, ekonomi, dan politiknya; (3) bersifat terbuka terhadap segama pengalaman yang baik (hikmah); (4) pembinaannya berdasarkan pengkajian yang mendalam dengan memperhatikan aspek-asepek yang melingkunginya; (5) bersifat universal dengan standar keilmuan; (6) selektif, dipilih yang penting dan sesuai dengan ruh agama Islam; (7) bebas dari pertentangan dan persanggahan antara prinsip-prinsip dan kepercayaan yang menjadi dasarnya; dan (8) proses percobaan yang sungguh-sungguh terhadap pemikiran pendidikan yang sehat, mendalam dan jelas.

Jadi, filsafat pendidikan Islam yaitu membicarakan filsafat tentang pendidikan bercorak Islam yang berisi perenungan-perenungan mengenai apa sesungguhnya pendidikan Islam itu, dan bagaimana usaha-usaha pendidikan dilaksanakan agar berhasil sesuai dengan hukum-hukum Islam.

Filsafat pendidikan Muhammadiyah, secara formal memang masih belum ada. Namun, pemikiran, gagasan atau artikel (karya ilmiah) tentang filsafat pendidikan Muhammadiyah dari para pendidik Muhammadiyah sudah sangat banyak, baik yang disampaikan lewat media massa ataupun lewat forum-forum ilmiyah semisal diskusi, seminar, lokakarya dan sejenisnya. Majelis Dikdasmen sendiri sudah sangat sering menggelar kegiatan bertema pendidikan, salah satunya yaitu Seminar Nasional Filsafat Pendidikan Muhammadiyah (2000), yang beberapa makalah dalam seminar ini, telah dibukukan dengan judul Filsafat Pendidikan Muhammadiyah (naskah awal), Oleh karena itu, untuk melanjutkan langkah ke arah perumusan filsafat pendidikan Muhammadiyah yang dapat dijadikan rujukan dalam mengembangkan pendidikan Muhammadiyah, maka dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan:

  1. Pendekatan normatif, yakni bertitik-tolak dari sumber-sumber otoritatif Islam (al-Qur’an dan Sunnah shahihah al-Maqbulah) terutama tema-tema pendidikan, kemudian dieksplorasi sedemikian rupa sehingga terbangun satu sistem filsafat pendidikan;
  2. Pendekatan filosofis, yang diberangkatkan dari mazhab-mazhab pemikiran filsafat, kemudian diturunkan ke dalam wilayah pendidikan;
  3. Pendekatan formal, dengan merujuk pada hasil-hasil keputusan resmi Persyarikatan;
  4. Pendekatan historis-filosofis, dan virtualis, yaitu dengan cara melacak bagaimana konsep dan praksis pendidikan yang dilakukan oleh tokoh-tokoh Muhammadiyah zaman salaf dan khalaf yang  dan dianalisis dengan pendekatan filosofis-digitalis.

 

Melalui pendekatan terakhir (keempat di atas), tampaknya sudah mewakili semua pendekatan yang sebelumnya. Dengan menampilkan tokoh kunci K.H. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, sebenarnya memang beliau belum merumuskan landasan filosofis pendidikan, tetapi sebenarnya juga beliau memiliki minat yang besar terhadap kajian filsafat dan logika sehingga pada tingkat tertentu telah memberikan jalan yang lempang dan lapang untuk perumusan satu filsafat pendidikan Muhammadiyah

Cita-cita yang digagas K.H. Ahmad Dahlan yaitu lahirnya manusia-manusia baru yang mampu tampil sebagai Ulama intelek atau intelek Ulama, yakni seorang Muslim yang memiliki keteguhan iman dan ilmu pengetahuan, kuat jasmani dan rohani. Dalam rangka mengintegrasikan kedua sistem tersebut (Ulama intelek dan intelek Ulama, iman dan ilmu, atau kuat jasmani dan rohani) K.H. Ahmad Dahlan telah melakukan 2 (dua) sekaligus, yaitu memberi pelajaran agama Islam di sekolah-sekolah Belanda yang sekuler, dan mendirikan sekolah sendiri yang agama dan pengetahuan umumnya bersama-sama diajarkan.

Tindakan K.H. Ahmad Dahlan yang demikian, jika dikaitkan dengan materi dan metode yang digunakannya dalam merealisasikan kedua tindakan tersebut, secara filosofis dapat dikatakan bahwa filsafat pendidikan yang diawali dan dipraktekkan oleh (tokoh kunci) Muhammadiyah, adalah filsafat pendidikan yang integralistik, yang dalam bahasa sekarang pas disebut dengan filsafat pendidikan yang holistik. Alhamdulillah, Majelis Pendidikan Dasmen dan PNF di semua level telah, sedang, dan akan terus memaknanyatakan filsafat pendidikan Muhammadiyah dalam berbagai bentuk dan turunannya di dunia virtual sekalipun [fastabiqul khairat] ***

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Klaten men....

Suara Muhammadiyah

25 April 2024

Berita

Dihadiri Majelis Diktilitbang dan Sekretaris PP Muhammadiyah  ALOR, Suara Muhammadiyah –....

Suara Muhammadiyah

26 November 2024

Berita

BANJARNEGARA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Batur Banjarnegar....

Suara Muhammadiyah

5 August 2025

Berita

KATINGAN, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Ka....

Suara Muhammadiyah

11 April 2026

Berita

Pengalihan Penyembelihan Dam Haji dan Kajian Aset Kripto dalam Madrasah Muballighat 'Aisyiyah DIY Y....

Suara Muhammadiyah

29 May 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah