Gerak Muhammadiyah Makmurkan Negeri

Suara Muhammadiyah

28 September 2026

142
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Gerak Muhammadiyah Makmurkan Negeri

Oleh: Prof DR H Haedar Nashir, M.Si. 

Muhammadiyah dengan mengangkat tema “Menghadirkan Kemakmuran Untuk Semua” di Tanwir Kupang 4-6 Desember 2024 tidaklah sekadar berwacana. Muhammadiyah menindaklanjuti dengan usaha dan langkah nyata untuk memakmurkan negeri tanpa diskriminasi. Usaha dan langkah Muhammadiyah sejatinya buka akan tetapi sudah, yakni melalui berbagai gerakan amal usaha dan dakwah kemasyarakatannya dalam memajukan Indonesia dan semesta raya. 

Disusunnya dokumen Tanwir “Mewujudkan Indonesia Berkemakmuran” merupakan bukti keseriusan Muhammadiyah dalam usaha memakmurkan rakyat Indonesia. Usaha Muhammadiyah tentu tidaklah sendirian, karena kewajiban utama secara konstitusional memakmurkan rakyat berada di pundak pemerintah Republik Indonesia. Muhammadiyah justru melakukannya sebagai gerak kemandirian untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan semua komponen bangsa bagaimana mewujudkan kemakmuran untuk semua. 

Komitmen Gerakan

Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam menyadari sepenuhnya bahwa Negara Indonesia merupakan tempat menjalankan misi dakwah dan tajdid untuk terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, yakni “Masyarakat Utama” sebagai umat terbaik (Khaira Ummah) yang adil dan makmur serta diridlai Allah SWT. Masyarakat Islam sebagai Masyarakat  Utama  bercirikan Berketuhanan dan beragama, Berpersaudaraan, Berakhlak dan beradab, Berhukum syar'i, Berkesejahteraan, Bermusyawarah, Berihsan, Berkemajuan, Berkepemimpinan, dan Berketertiban (Muktamar ke-37 tahun 1968 di Yogyakarta).

Kemakmuran dalam perspektif Muhammadiyah merupakan kondisi kehidupan dalam wujud kesejahteraan dan kemajuan yang bersifat lahir dan batin, material dan spiritual, serta duniawi dan ukhrawi. Pergerakkan menghadirkan kemakmuran yang multiaspek itu mesti digerakkan antara lain  melalui amal usaha di berbagai bidang kehidupan, termasuk di bidang ekonomi. Muhammadiyah memiliki potensi dan modal sangat besar untuk memakmurkan dan memajukan negeri dan dunia semesta dengan seluruh amal usaha dalam misi utama dakwah dan tajdid yang selama ini telah dilakukan dengan pergerakan yang tersistem. Kini yang diperlukan ialah menyatukan dan mengembangkan seluruh potensi, kekuatan, dan akses untuk mendinamisasikan gerakan secara menyeluruh yang melibatkan berbagai komponen dan institusi organisasi. Muhammadiyah terus bergerak  dinamis dalam memajukan kehidupan umat, bangsa, dan kemanusiaan semesta yang di antaranya berdampak pada gerakan menghadirkan kemakmuran untuk semua maupun dalam memajukan kehidupan secara keseluruhan di tingkat lokal, nasional, dan global.

Komitmen Muhammadiyah untuk membangun Indonesia sebagai negeri berkemakmuran dalam cita-cita teologis “Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur” ditegaskan dalam Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah tahun 1946: “Kesemuanya itu perlu untuk menunaikan kewajiban mengamalkan perintah-perintah Allah dan mengikuti sunnah Rasul-Nya, Nabi Muhammad saw., guna mendapat karunia dan ridla-Nya di dunia dan akhirat, dan untuk mencapai masyarakat yang sentausa dan bahagia, disertai nikmat dan rahmat Allah yang melimpah-limpah, sehingga merupakan: “Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur”, “Suatu negara yang indah, bersih suci dan makmur di bawah perlindungan Tuhan Yang Maha Pengampun”. Maka dengan Muhammadiyah ini, mudah-mudahan ummat Islam dapatlah diantarkan ke pintu gerbang Syurga “Jannatun Na’im” dengan keridlaan Allah Yang Rahman dan Rahim” (PP Muhammadiyah, 2005). 

Komitmen gerakan dan peran kebangsaan dalam cita-cita luhur  Muhammadiyah tersebut kemudian ditegaskan kembali dalam poin kelima Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCH) tahun 1969: "Muhammadiyah mengajak segenap lapisan bangsa Indonesia yang telah mendapat karunia Allah berupa tanah air yang mempunyai sumber-sumber kekayaan, kemerdekaan bangsa dan Negara Republik Indonesia yang berdaar Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, untuk berusaha bersama-sama menjadikan suatu negara yang adil makmur yang diridhai Allah Subhanahu wata`ala: “BALDATUN THAYYIBATUN WA RABBUN GHAFUR" (PP Muhammadiyah, 2005).

Karenanya usaha “Menghadirkan Kemakmuran Untuk Semua” dan “Mewujudkan Indonesia Berkemakmuran” bagi Muhammadiyah ialah terus berusaha mewujudkan kemakmuran secara utuh-menyeluruh agar terwujud dalam kehidupan bangsa secara nyata. Muhammadiyah terus berikhtiar menghadirkan kemakmuran sebagai salah satu penanda dari jalan dan strategi kebudayaan yang berkemajuan menuju  puncak peradaban bangsa Indonesia yang dicita-citakan para pendiri dan konstitusi negara, yakni: Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur sebagaimana termaktub  dalam Pembukaan UUD 1945. Tujuan nasional  yang sejalan dengan cita-cita “Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur”.

Usaha Nyata

Muhammadiyah bertekad untuk terus bergerak meningkatkan intensitas dan kualitas gerakan memakmurkan negeri melalui praksis gerakan dan amal usahanya untuk terus diperluas dan dikembangkan pada seluruh komponen masyarakat  di berbagai kawasan hingga ke daerah terdepan, terjauh, dan tertinggal. Muhammadiyah dalam usaha meningkatkan kemakmuran bangsa merupakan satu matarantai  dengan membangun kekuatan iman dan taqwa, akhlak mulia, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan orientasi amal shaleh di segala bidang kehidupan. Para penggeraknya gigih berjuang memakmurkan bangsa dengan spirit keikhlasan, pengabdian, kesungguhan, kesabaran, dan jiwa ihsan dalam mewujudkan kemakmuran bangsa secara tersistem melalui gerak organisasi yang berkemajuan.

Muhammadiyah berkomitmen menjadikan “Indonesia Berkemakmuran” sebagai bagian integral dalam pandangan dan orientasi kebangsaan “Negara Pancasila Darul Ahdi Wa Syahadah”. Muhammadiyah terus berusaha dan bekerja keras menjadikan Indonesia tempat berkomitmen sekaligus bersaksi dan membuktikan diri dalam  membangun kehidupan kebangsaan yang bermakna menuju kemakmuran di segala bidang kehidupan.  Muhammadiyah dan umat Islam terus berlomba kebaikan  (fastabiqul khairat) dan bekerjasama (ta’awun) untuk  memakmurkan dan memajukan kehidupan bangsa dengan segenap kreasi, inovasi, dan strategi yang terbaik. Sejalan Risalah Islam Berkemajuan, gerakan  Muhammadiyah memakmurkan negeri diwujudkan dalam praksis “Pengkhidmatan”. Muhammadiyah  mengajak dan melibatkan setiap warga negara untuk berkhidmat dalam membangun bangsa dan negara. Agendanya ialah pemajuan demokrasi, peningkatan ekonomi, pengembangan hukum, dan pembangunan kebudayaan.

Dalam pandangan Muhammadiyah tentang “Indonesia Berkemajuan”, Negeri tercinta ini sesungguhnya memiliki modal besar untuk menjadi sebuah bangsa yang maju, adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat. Hal itu didukung oleh sejumlah fakta positif yang dimiliki bangsa ini. Namun modal dasar dan potensi yang besar itu tidak atau belum dikelola dengan optimal dan sering disia-siakan sehingga bangsa ini kehilangan banyak momentum untuk maju dengan cepat, sekaligus menimbulkan masalah yang kompleks. Sementara stagnasi, deviasi, dan erosi berbangsa berlangsung di sejumlah bidang kehidupan seperti korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, serta kelemahan mentalitas pada sebagian warga dan elite bangsa sehingga Indonesia sering kehilang peluang untuk menjadi negara makmur berkemajuan (PP Muhammadiyah, 2015).

Muhammadiyah secara internal usaha “mewujudkan  Indonesia berkemakmuran”  ke dalam gerakan praksis yang terintegrasi dengan seluruh gerakannya, lebih khusus dengan gerakan amal usaha yang selama ini telah menjadi orientasi gerakan Muhammadiyah. Pemikiran tentang “Mewujudkan Indonesia Berkemakmuran” penting untuk menekankan pada praksis memakmurkan negeri  agar membumi dalam kehidupan nyata terutama bagi masyarakat luas yang selama ini hidupnya belum makmur. Gerakan praksis pemakmuran tersebut diimplementasikan ke dalam program dan kegiatan yang masif, yang terintegrasi dengan usaha, amal usaha, program, dan kegiatan Muhammadiyah yang telah berjalan maupun langkah-langkah baru. Gerakan memakmurkan negeri tersebut  meniscayakan kolaborasi dengan berbagai institusi pemerintah, swasta, dan komponen bangsa lainnya terwujud “Indonesia berkemakmuran untuk semua”. Bukan kemakmuran untuk sekelompok kecil orang baik individu maupun korporasi dan oligarki.

Karenanya Muhammadiyah sejalan dengan pemikiran tentang “Indonesia Berkemajuan” memandang untuk  terwujudnya kemakmuran  bagi semua maka meniscayakan  rekonstruksi kehidupan kebangsaan Indonesia yang bermakna (reconstruction with meaning) berbasis nilai Pancasila. Agar Indonesia tidak terjebak pada neoliberalisme dan neokapitalisme yang makin menjauhkan mayoritas rakyat dari kemakmuran. Rekonstruksi yang meniscayakan aktualisasi nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan politik, ekonomi, budaya, dan dimensi lainnya dalam perikehidupan kebangsaan. Menurut Bung Hatta agar pemerintah hadir dalam sistem ekonomi terpimpin yang berkiblat pada sebesar-besarnya kemakmuran rakyat sebagaimana Pasal 33 UUD 1945 serta menentang individualisme dan liberalisme secara fundamental!

Sumber: Majalah SM Edisi 24 Tahun 2024


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Editorial

Harga Politik Sangat Mahal Sebagian elit politik nasional menggelindingkan isu “kembali ke UU....

Suara Muhammadiyah

28 March 2025

Editorial

Web suaramuhammadiyah.id dipindahkan ke platform baru. Adapun artikel dan data lama di web Suara Muh....

Suara Muhammadiyah

22 July 2023

Editorial

Pandangan Islam tentang Kemakmuran Oleh: Prof DR H Haedar Nashir, M.SI.  Muhammadiyah melalui....

Suara Muhammadiyah

19 September 2026

Editorial

BERKHIDMAT UNTUK SESAMA Hasil sigi salah satu media ternama menyatakan 91% warga Indonesia menilai ....

Suara Muhammadiyah

22 January 2025

Editorial

Muhammadiyah Majukan Bangsa, Cerahkan Semesta Oleh: Prof Dr H Haedar Nashir, M.Si Muktamar ke-48 M....

Suara Muhammadiyah

4 January 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah