SLEMAN, Suara Muhammadiyah — Muhammadiyah terus memperkuat ikhtiar menghadirkan pendidikan berkualitas dan berstandar global. Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan gedung SMP Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) di Jalan Tata Bumi Selatan, Banyuraden, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (21/10/2026).
Dalam amanahnya, Haedar Nashir menegaskan bahwa setiap keunggulan yang diraih merupakan hasil dari perjuangan panjang, kesungguhan, dan pengabdian. Menurutnya, keberhasilan tidak hadir secara instan, melainkan melalui proses pembangunan yang berkelanjutan dan kemampuan menghadapi berbagai tantangan. “Setiap keunggulan yang kita capai itu hasil dari perjuangan yang mujahadah-nya panjang. Jangan pernah merasa dan meyakini bahwa kesuksesan itu diperoleh secara instan, bahkan tanpa merasa ada masalah,” ujarnya.
Haedar mengingatkan bahwa setiap kemajuan, setinggi apa pun kualitasnya, selalu memiliki tantangan. Karena itu, masyarakat perlu membangun cara berpikir yang berorientasi pada pembangunan dan penyelesaian masalah, bukan justru membesar-besarkan persoalan hingga mengabaikan capaian yang telah diraih.
Menurut Haedar, kritik tetap diperlukan sebagai bagian dari proses evaluasi. Namun, kritik perlu disertai kemampuan melihat persoalan secara utuh, termasuk menghargai kerja keras dan kemajuan yang telah dicapai. Ia menyoroti kecenderungan sebagian ruang publik dan media sosial yang lebih memberikan perhatian pada hal-hal negatif karena dianggap lebih mudah menarik perhatian.
Haedar juga mengajak warga Muhammadiyah untuk mengembangkan jiwa irfani, yakni kepekaan batin yang menyertai kemampuan intelektual dan daya kritis. Menurutnya, kehidupan tidak cukup dijalankan dengan pendekatan rasional semata, tetapi juga membutuhkan rasa, kebijaksanaan, dan keseimbangan dalam mengambil keputusan.
Ia mencontohkan perjuangan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah dalam membangun lembaga pendidikan di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil, miskin, dan memiliki keterbatasan fasilitas. Berbagai amal usaha tersebut menjadi bukti bahwa kemajuan lahir dari ketulusan dan kegigihan dalam berkhidmat.
Haedar berharap pembangunan SMP MSUS menjadi penanda kemajuan pendidikan Muhammadiyah yang manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh warga persyarikatan, tetapi juga masyarakat luas. “Muhammadiyah tidak untuk Muhammadiyah. Muhammadiyah untuk kemaslahatan umat, untuk kemaslahatan bangsa, untuk kemaslahatan kemanusiaan semesta,” tegasnya.
Hadirkan Pendidikan Berstandar Internasional
Sementara itu, Kepala SMP MSUS Bachtiar Dwi Kurniawan menjelaskan bahwa pembangunan gedung baru tersebut merupakan bagian dari upaya Muhammadiyah menghadirkan alternatif pendidikan berkualitas dengan standar global di Yogyakarta. Menurutnya, masyarakat membutuhkan pilihan sekolah dengan program pembelajaran, inovasi, dan fasilitas yang mampu menjawab perkembangan zaman.
Ia menjelaskan, SMP MSUS dirancang untuk menghadirkan layanan pendidikan yang berbeda dari sekolah-sekolah yang telah tersedia. Dengan mengusung standar internasional, sekolah ini menyasar keluarga yang menginginkan pengalaman pendidikan global bagi anak-anak mereka.
“Kita ingin melakukan lompatan supaya Muhammadiyah bisa memberikan alternatif sekolah yang berkualitas, yang berstandar global. Kota Yogyakarta adalah kota pelajar, sehingga kita ingin memberikan terobosan alternatif terhadap akses layanan pendidikan yang lebih bermutu dan berstandar internasional,” jelas Bachtiar.
Salah satu keunggulan yang disiapkan adalah penerapan kurikulum internasional Cambridge. Pihak sekolah telah menjalin kemitraan dengan Cambridge untuk mendampingi proses pengembangan kurikulum dan asesmen pembelajaran. Dengan pendekatan tersebut, para siswa diharapkan memiliki kompetensi yang memungkinkan mereka bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Saat ini, SMP MSUS telah memiliki 10 guru yang mengikuti pendampingan untuk proses asesmen dan pengembangan kurikulum Cambridge. Sekolah juga merencanakan penambahan lima guru untuk mendukung kebutuhan pembelajaran.
Dari sisi infrastruktur, pembangunan gedung berdiri di atas lahan seluas sekitar 8.600 meter persegi. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyiapkan anggaran sekitar Rp50 miliar untuk pembangunan gedung beserta fasilitas dan interior pendukung pembelajaran.
Bachtiar menyampaikan, pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu sembilan bulan sehingga kegiatan belajar mengajar dapat dimulai pada Juli 2027. Selain fasilitas pembelajaran, pihak sekolah juga merencanakan pembangunan asrama (boarding school) untuk menjawab kebutuhan calon peserta didik yang menginginkan layanan pendidikan berasrama.
Dalam tahap awal penerimaan peserta didik, sekolah telah mencatat 10 calon siswa yang masuk dalam daftar inden dan dua calon siswa yang telah mendaftar.
Pembangunan SMP MSUS diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam memperluas akses pendidikan bermutu. Melalui penguatan kurikulum, peningkatan kualitas tenaga pendidik, dan penyediaan fasilitas yang memadai, sekolah ini diproyeksikan menjadi alternatif pendidikan berstandar internasional yang berakar pada nilai-nilai Islam dan berorientasi pada kemajuan umat, bangsa, serta kemanusiaan.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Umum PP 'Aisyiyah Salmah Orbayyinah, Bupati Sleman, anggota DPD RI Ahmad Syauqi Soeratno, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY Ikhwan Ahada, jajaran PDM Sleman, PCM Gamping, serta tokoh masyarakat setempat.

