Haedar Nashir: MSUS Pelopor Pendidikan di Tengah Perubahan Zaman

Suara Muhammadiyah

4 July 2026

116
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir, MSi, secara langsung meresmikan Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) di Yogyakarta. Haedar menegaskan bahwa kehadiran gedung megah berstandar internasional ini merupakan perwujudan dari "Etos Kemajuan" yang menjadi jati diri Muhammadiyah untuk terus mentransformasi dunia pendidikan nasional.

Haedar menjelaskan bahwa pembangunan MSUS yang berlangsung kurang dari satu tahun merupakan hasil dari stimulasi etos kemajuan yang selama ini menjadi potensi laten di dalam persyarikatan. Mengutip sosiolog Robert K. Merton, ia menekankan pentingnya aktor atau subjek yang bertindak untuk mengubah potensi yang terpendam menjadi nyata atau manifest.

"Muhammadiyah sejak KH Ahmad Dahlan telah mendobrak kemapanan. Beliau tidak ingin kelangenan atau sekadar menjaga status quo, tetapi menginginkan perubahan karena itulah jiwa Islam," ujar Haedar, Sabtu (4/7). Ia mengingatkan agar sekolah-sekolah Muhammadiyah tidak terjebak dalam zona nyaman atau merasa bangga dengan ketertinggalan karena memiliki pasar yang pasti (captive market). MSUS ditegaskannya sebagai sebuah transformasi dari SD Muhammadiyah Sapen yang sudah legendaris agar tetap menjadi pelopor di tengah perubahan zaman.

Dalam amanatnya, Haedar juga memberikan catatan kritis terhadap arah pendidikan nasional yang sering kali kehilangan strategi jangka panjang akibat pergantian rezim. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab konstitusional yang sangat berat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga tidak boleh disalahartikan sebagai alat kekuasaan atau sekadar mencari materi.

"Salah kalau kita menempatkan pendidikan sebagai faktor kekuasaan dan faktor uang. Siapapun yang mendapat amanat, itu bukan urusan jabatan, tapi soal tanggung jawab kemanusiaan untuk mendidik anak manusia menjadi utuh," tegasnya. Ia juga berpesan kepada warga Muhammadiyah agar tidak bereuforia terhadap jabatan-jabatan strategis di pemerintahan, melainkan tetap fokus pada pengabdian mencerdaskan bangsa.

Saat sesi konferensi pers, Prof Haedar menambahkan bahwa MSUS dirancang dengan pendekatan holistik, mulai dari ekosistem, sarana prasarana, hingga proses pembelajaran untuk menjadi sekolah berlevel ASEAN dan internasional. Hal ini sekaligus menjawab tingginya minat masyarakat terhadap SD Muhammadiyah Sapen yang selama ini mengalami antrean panjang pendaftaran.

Ia juga menyinggung pentingnya kebijakan pendidikan yang moderat dan terpadu, serta menolak adanya militerisasi di berbagai aspek kehidupan sipil, termasuk pendidikan. "Bangun Indonesia ini dengan moderat saja. Pancasila itu ideologi moderat. Tempatkan sesuatu pada tempatnya," tuturnya.

Sebagai penutup, Haedar menjabarkan bahwa visi pendidikan Muhammadiyah harus mencakup dua dimensi: mencetak manusia sebagai Abdullah yang taat beribadah dan bertauhid, sekaligus sebagai Khalifah fil ard yang mampu memakmurkan bumi melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Maka pandangan keagamaan di sekolah Muhammadiyah harus adaptif terhadap dua dimensi ini. Tidak cukup saleh semata-mata, tapi juga harus menjadi pelaku kemajuan untuk mengolah semesta alam," pungkasnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof Sofyan An....

Suara Muhammadiyah

6 January 2025

Berita

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah – Untuk mencetak generasi cerdas holistik, Sutarman, Dosen Uni....

Suara Muhammadiyah

4 March 2026

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) kembali melepas 112....

Suara Muhammadiyah

24 July 2025

Berita

SUKABUMI, Suara Muhammadiyah - Pada Selasa, 21 Mei 2024, dilaksanakan kegiatan sosialisasi pembentuk....

Suara Muhammadiyah

22 May 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung Herry Suhardiyanto menga....

Suara Muhammadiyah

13 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah