PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah – Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Studi Pendidikan Jasmani (Penjas) Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) menyelenggarakan Seminar Bela Negara dan Kenakalan Remaja pada Jumat, 9 Oktober 2026, bertempat di Lantai 7 Gedung Rektorat UMPP. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan wawasan kebangsaan, membangun karakter generasi muda, serta menumbuhkan kesadaran mahasiswa terhadap berbagai persoalan kenakalan remaja.
Seminar tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Kapten Inf. Nur Hajari, Komandan Koramil Kedungwuni, yang menyampaikan materi tentang Bela Negara, serta Tyas Santosa, S.I.Kom., M.M., CHRP., dari Polres Kota Pekalongan, yang membahas materi Kenakalan Remaja.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani UMPP, Dr. M. Riski Adi Wijaya, S.Pd., M.Pd. Dalam pembukaannya, kegiatan ini menegaskan pentingnya pendidikan karakter bagi mahasiswa sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang berintegritas, memiliki rasa tanggung jawab, serta mampu berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
Dalam sesi pertama, Kapten Inf. Nur Hajari menyampaikan materi mengenai bela negara sebagai bentuk tanggung jawab setiap warga negara dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara. Bela negara tidak hanya dimaknai sebagai upaya pertahanan secara fisik, tetapi juga dapat diwujudkan melalui sikap disiplin, semangat persatuan, kepatuhan terhadap aturan, serta kontribusi nyata sesuai dengan peran masing-masing.
Bagi mahasiswa, nilai-nilai bela negara dapat diterapkan melalui kesungguhan dalam menempuh pendidikan, menjaga persatuan di tengah keberagaman, serta berperan aktif dalam kegiatan positif di lingkungan kampus maupun masyarakat. Penanaman nilai tersebut diharapkan mampu memperkuat rasa cinta tanah air dan membangun karakter generasi muda yang tangguh.
Sementara itu, Tyas Santosa, S.I.Kom., M.M., CHRP., dari Polres Kota Pekalongan membahas fenomena kenakalan remaja beserta pentingnya upaya pencegahan sejak dini. Materi ini memberikan perhatian pada perilaku berisiko yang dapat memengaruhi perkembangan remaja, baik di lingkungan keluarga, sekolah, perguruan tinggi, maupun masyarakat.
Mahasiswa diajak untuk memahami pentingnya pengendalian diri, pergaulan yang sehat, tanggung jawab dalam menggunakan media sosial, serta kesadaran terhadap konsekuensi dari setiap tindakan. Peran keluarga, lembaga pendidikan, aparat penegak hukum, dan lingkungan sosial juga menjadi bagian penting dalam membangun ruang tumbuh yang aman dan mendukung perkembangan generasi muda.
Melalui seminar ini, HIMA Prodi Penjas UMPP berupaya menghadirkan ruang edukasi dan dialog bagi mahasiswa agar tidak hanya berkembang dalam aspek akademik dan keterampilan olahraga, tetapi juga memiliki kematangan karakter, kesadaran hukum, serta kepedulian sosial.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran mahasiswa Pendidikan Jasmani sebagai calon pendidik dan insan olahraga yang nantinya berinteraksi langsung dengan peserta didik dan masyarakat. Pemahaman mengenai bela negara dan kenakalan remaja diharapkan menjadi bekal dalam membangun lingkungan pendidikan yang positif, disiplin, aman, dan berkarakter.
Seminar Bela Negara dan Kenakalan Remaja ini menjadi pengingat bahwa pembentukan generasi unggul tidak cukup hanya melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga harus disertai dengan nilai kebangsaan, tanggung jawab, serta kemampuan mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi tantangan zaman.
HIMA Prodi Penjas UMPP berharap kegiatan edukatif semacam ini dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari kontribusi mahasiswa dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa.

