HUMANISME KIAI DAHLAN

Suara Muhammadiyah

29 July 2026

847
Istimewa

Istimewa

HUMANISME KIAI DAHLAN

Selama ini, sumber-sumber primer tertulis yang menjadi objek pengkajian dan penelitian tentang pemikiran tokoh KH Ahmad Dahlan berupa artikel—khususnya dimuat di Suara Muhammadiyah dan Islam Bergerak—dan pidato yang berhasil didokumentasikan, baik lewat pemuatan di surat kabar ataupun penerbitan terbatas. Khusus untuk dokumentasi pidato KH Ahmad Dahlan, sumber primer yang sudah beredar adalah pidato yang disampaikan dalam Congres Al-Islam di Cirebon tahun 1922.

Temuan terbaru pidato KH Ahmad Dahlan di Ngadiwinatan tanggal 25 Agustus 1922 menjadi dokumentasi sumber primer baru yang dapat memperkuat pengkajian dan penelitian tentang pemikiran sang pendiri Muhammadiyah ini. “Pidatonja Kiai HA Dahlan,” demikian tajuk berita yang dimuat di surat kabar Islam Bergerak edisi 20 September 1922. Berita ini pemuatan pidato KH Ahmad Dahlan di surat kabar ini bersambung sampai dua edisi, menjelaskan pemikiran sang tokoh dengan penyajian gaya jurnalistik media massa.

Pada malam Jum’at tanggal 25 Agustus 1922, Hoofdbestuur (HB) Muhammadiyah menggelar forum diskusi terbuka untuk umum dipandu oleh R Ng Djojosoegito—Sekretaris HB Muhammadiyah). Panitia diskusi akbar menghadirkan 1.000 undangan dari berbagai latar belakang agama dan suku bangsa, termasuk undangan dari kalangan ulama (Kiai Bisri, RH Adnan, dll), tokoh pergerakan (Ki Hajar Dewantara, Martowihardjo, Sosroparwoto, dll) hingga intelektual bangsa Belanda (K van Dijck).

Diberitakan bahwa sebelum forum diskusi dimulai, R Sosrosoegondo—Sekretaris HB Muhammadiyah bagian Sekolahan—menjelaskan bahwa forum tersebut digelar dalam rangka merespons pandangan Pendeta Zwemer (Samuel Marinus Zwemer), seorang misionaris terkenal dari Amerika Serikat pada masanya. Sang pendeta yang berkunjung ke tanah Hindia Belanda dan telah dalam beberapa ceramah di Gereja. Sosrosoegondo mengutip pernyataan Zwemer: “Agama Christen terlebih tinggi daripada agama sealam doenia, ternjata dari alam ini banjak jang beragama Christen, dan orang-orang jang memeloek agama Christen orangorang jang termasjhoer dalam doenia tentang pandai dan kekoeasaannja…”

Selengkapnya dapat membeli Majalah Suara Muhammadiyah digital di sini Majalah SM Digital Edisi 03/2026


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Editorial

MU’ALLIMAAT: MADRASAH KESETARAAN PERTAMA DI INDONESIA Bukan R.A. Kartini atau Roehana Koeddoe....

Suara Muhammadiyah

9 July 2025

Editorial

LAZISMU DAN DENYUT KEADILAN SOSIAL Pada 4 Juli 2025, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammad....

Suara Muhammadiyah

13 January 2026

Editorial

MEMPERKUAT JAMAAH MEMPERLUAS DAKWAH Pada masa sepuluh tahun awal keberadaannya, Muhammadiyah telah ....

Suara Muhammadiyah

15 May 2024

Editorial

Catatan Kecil Menyambut Milad Muhammadiyah  Oleh: Buya Anwar Abbas, Ketua Pimpinan Pusat Muham....

Suara Muhammadiyah

11 November 2025

Editorial

Harapan Rakyat Kepada Pemerintah Oleh: Prof Dr H Haedar Nashir, MSi Pemerintahan baru yang memimpi....

Suara Muhammadiyah

3 September 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah