Jangan Hanya Tampak Megah, Masjid Harus Jadi Pusat Peningkatan Keimanan dan Pengetahuan

Publish

1 November 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
502
Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Cris

Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pada zaman sekarang, banyak orang begitu rupa untuk membangun masjid. Hatta dengan pernak-pernik kemegahan yang melekat dalam proses konstruksinya.

Namun, di satu sisi, jangan sampai mengalpakan orientasi utamanya, yaitu menjadikan masjid sebagai episentrum pertemuan hamba dengan Allah untuk meningkatkan kadar keimanan.

“Masjid harus menjadi tempat untuk meningkatkan keimanan kita kepada Allah (khusyuk beribadah berjamaah. Susahnya meningkatkan iman,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir saat Peresmian Masjid Ngadinegaran, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Jumat (31/10).

Iman, sambung Haedar, sangat penting karena variabel itu mendorong umat manusia, khususnya umat Islam, ada dorongan dari dalam jiwa mengekspresikan kesyukuran. Seberapa pun nikmat termasuk rizki yang diterima maka harus dipergunakan untuk hal-hal yang membawa kemanfaatan.

“Jangan sampai sering terus berjamaah, tapi tidak punya makna iman itu melekat di dalam diri kita,” tegasnya.

Bahkan, di wanti-wanti Haedar, jangan sampai rajin beribadah, lalu mengklaim dirinya manusia paling beriman dan paling bertakwa di antara manusia-manusia yang lain. “Menganggap yang seperti Itu tidak boleh,” tekannya.

Demikian telah disinggung Allah sebagaimana termaktub di Qs An-Najm ayat 32, “Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci (merasa diri paling benar sendiri (semuci)).”

Ayat ini menyatakan bahwa manusia tidak berhak menganggap diri mereka bersih dari dosa karena Allah Maha Mengetahui keadaan dan kelemahan masing-masing dari personal manusia secara mendalam.

“Iman melahirkan sikap seperti itu. Siapa pun dia, entah ustadz, kiai, tokoh agama, semuanya manusia yang relatif. Tidak perlu dikultuskan seakan-akan dia bebas dari salah dan keliru. Nah, ini sikap iman, tapi harus didukung ilmu pengetahuan,” tandasnya.

Di sinilah optimalisasi fungsi masjid. Yang dijadikan tempat penempaan diri meningkatkan kualitas iman, dan pada saat yang sama, harus bersinggungan dengan misi peningkatan ilmu pengetahuan. Karena, ilmu tanpa balutan iman, niscaya kehidupan bisa kehilangan arah dan makna.

"Masjid bukan hanya sebagai pusat ibadah yang membentuk iman, takwa, tauhid, dan melahirkan kesalehan," tandasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Adalah Farid Abdul Rahman, alumnus Program Studi Ekonomi Syariah Fakult....

Suara Muhammadiyah

31 July 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial Universitas Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

18 July 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

7 December 2024

Berita

TANGSEL, Suara Muhammadiyah - Sabtu, 20 September 2025, bertempat di Aula Masjid Baitul Ula Cirendeu....

Suara Muhammadiyah

21 September 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Memasuki tahun ketiga kepengurusan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

16 February 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah