Kader Nasyiatul Aisyiyah Dituntut Miliki Spirit 4 AR

Suara Muhammadiyah

23 October 2023

1934
Musyda Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Tegak, Jawa Tengah

Musyda Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Tegak, Jawa Tengah

TEGAL, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Tegal, Jawa Tengah menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musyda) Periode Muktamar XIV. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu - Ahad, (21-22/10) di Aula Kampus 2 SMK Muhammadiyah Kramat. Pada Musyda PDNA Kabupaten Tegal mengusung tema “Perempuan Berdaya”. Melalui tema tersebut, diharapkan para kader Nasyiatul Aisyiyah mampu berperan lebih dalam berbagai aspek.

Fathin Hammam selaku ketua PDM Kabupaten Tegal dalam sambutannya menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia kini menghadapi masalah sosial baru, salah satunya terjadi di lingkungan  perempuan. “Problem yang terjadi di kalangan perempuan pada umumnya, seperti pernikahan usia dini, narkoba, stunting, kematian ibu, kekerasan anak dan perempuan," paparnya.

Tema "Perempuan Berdaya" menunjukan bahwa  Nasyiatul Aisyiyah dituntut punya kemampuan untuk berkontribusi menghadapi berbagai problem yang ada.  “Seorang ibu adalah sekolah pertama atau madarasatul ula bagi anak anaknya, disamping perempuan sebagai tiang negara maka kader NA dituntut memiliki spirit 4 AR di antaranya Pintar (cerdas intelegensi, emosi, sosial, spiritual dan finansial), Benar (Benar Aqidah, ibadah, akhlaqul karimah), Tegar (kesabaran yg tak terbatas), dan terakhir Segar (sehat jasmani rohani),” jelas Fathin.

Nasyiah menurutnya harus ikut andil dalam menjawab persoalan bangsa sejalan dengan tujuan organisasi NA itu sendiri adalah terbentuknya pribadi putri Islam yang berarti bagi keluarga, negara, bangsa dan agama menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Kader Nasyiah berada pada rentang usia 15-40 tahun, merupakan usia dengan produktivitas tinggi baik dalam pekerjaan maupun dalam keluarga. “Bagi Nasyiah keberadaan keluarga terutama anak-anak bukanlah penghalang tetapi menjadi spirit dalam perjuangan. Kader NA harus dapat membagi waktu antara keluarga dan NA, sesuai dengan yang disebutkan dalam komitmen kader NA.,” tandasnya.

Diakhir ia berpesan bahwa dalam perhelatan Musyda setidaknya bisa mengambil 3 manfaat yang akan diperoleh, pertama To refresh (Memudakan kembali semangat dalam berjuang), kedua Re orientasi (meluruskan arah perjuangan) dan ketiga, To sinergi (menguatkan dan menyatukan potensi yang ada). (riz)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MADIUN, Suara Muhammadiyah - Lembaga Penelitian dan Pengembangan Universitas Muhammadiyah Madiun (LP....

Suara Muhammadiyah

16 November 2023

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Perkuat pemahaman seputar ZIS dan manajemennya, mahasiswa Univers....

Suara Muhammadiyah

18 July 2024

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-96, SMP Universitas....

Suara Muhammadiyah

28 October 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Organisasi sosial kemasyarakatan berbasis agama harus memilik....

Suara Muhammadiyah

29 April 2024

Berita

Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah Kuantan Singingi Lakukan Rihlah KUANTAN SINGINGI, Suara Muhammad....

Suara Muhammadiyah

28 December 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah