BOJONEGORO, Suara Muhammadiyah — Pengajian Ahad Pagi Masyarakat Madani yang digelar di Masjid At Taqwa Bojonegoro, Ahad (17/5), berlangsung penuh khidmat dan menyentuh hati jamaah. Kegiatan yang menghadirkan Ketua LDK PP Muhammadiyah Muchammad Arifin mengangkat tadabbur Surat Al-Kautsar ayat 1–3.
Dalam tausiyahnya Arifin menyebut, Surat Al-Kautsar sangat singkat, tapi menyimpan pesan kehidupan yang sangat mendalam. Ayat pertama dijelaskan sebagai bentuk pengingat bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah SWT.
“Sering kali manusia lebih sibuk memikirkan apa yang belum dimiliki, hingga lupa mensyukuri nikmat yang sudah Allah berikan,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Pada ayat kedua, beliau menegaskan, setiap nikmat yang diberikan Allah harus digunakan untuk mendekat kepada-Nya.
Perintah shalat dan berkurban menjadi simbol bahwa nikmat sejatinya harus melahirkan ibadah, pengorbanan, dan kepedulian kepada sesama.
"Banyak manusia yang diberikan nikmat, namun justru menggunakannya untuk mengikuti hawa nafsu, mengejar popularitas, dan tenggelam dalam kesibukan dunia hingga melupakan Allah SWT," tuturnya.
Sementara pada ayat ketiga, jamaah diajak merenungi peringatan Allah tentang akibat dari cara manusia menggunakan nikmat.
"Orang yang jauh dari Allah sejatinya sedang kehilangan keberkahan hidupnya sendiri," tekannya.
Melalui pengajian ini, jamaah diharapkan tidak hanya memahami ibadah kurban sebatas ritual tahunan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperbaiki diri, menyembelih ego, serta menggunakan seluruh nikmat Allah di jalan yang diridhai-Nya.
“Jangan sampai nikmat yang Allah berikan justru menjauhkan kita dari Allah,” tandasnya.

