Khutbah Jum’at: Krisis Air dan Nikmat yang Baru Terasa Ketika Hilang

Suara Muhammadiyah

8 October 2026

274
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Khutbah Jum’at: Krisis Air dan Nikmat yang Baru Terasa Ketika Hilang

Oleh: Muhammad DN, MHI, Ketua PDM Hulu Sungai Tengah-Kalimantan Selatan

Khutbah pertama 

الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ،

 وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا

مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

وَهُوَ ٱلَّذِيٓ أَرۡسَلَ ٱلرِّيَٰحَ بُشۡرَۢا بَيۡنَ يَدَيۡ رَحۡمَتِهِۦۚ وَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ طَهُورٗا

Jamaah sidang Jumat rahimakumullah!

Puji syukur marilah panjatkan ke hadirat Allah Swt. atas limpahan nikmat-Nya, kita masih diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesempatan untuk hadir memenuhi panggilan shalat Jumat di rumah Allah yang mulia ini. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita  Nabi Muhammad Saw.  Melalui mimbar ini, khatib berwasiat kepada diri sendiri dan kepada jamaah sekalian, marilah meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt.

Jamaah sidang Jumat rahimakumullah!

Akibat kemarau panjang yang melanda saat ini, krisis air bersih kini sangat terasa di tengah masyarakat. Sumur-sumur warga mulai surut, aliran sungai mengecil, dan tanah pun retak kekeringan. Banyak keluarga harus berjalan jauh untuk mendapatkan air, bahkan ada yang harus membeli air bersih dengan harga yang tidak murah. Sawah mengering, tanaman layu, dan aktivitas harian menjadi terganggu.

Padahal, ketika musim penghujan tiba, air PDAM mengalir lancar dan air sumur pun melimpah. Namun, saat kemarau datang, keadaan berbalik, air menjadi sulit didapatkan. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa air yang selama ini dianggap biasa dan melimpah, ternyata merupakan nikmat yang sangat besar dan tidak ternilai harganya.

Jamaah Jumat rahimakumullah!

Pada saat itulah kesadaran muncul bahwa air adalah sesuatu yang sangat berharga. Inilah tabiat manusia. Sering kali sebuah nikmat baru dihargai setelah berkurang atau hilang. Kesehatan baru dihargai ketika sakit datang. Orang tua baru dirindukan setelah tiada. Waktu baru disesali ketika umur hampir habis. Demikian pula dengan air. Mungkin kesadaran baru muncul ketika air sulit didapatkan. Allah Swt berfirman:

أَوَ لَمۡ يَرَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَنَّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ كَانَتَا رَتۡقٗا فَفَتَقۡنَٰهُمَاۖ وَجَعَلۡنَا مِنَ ٱلۡمَآءِ كُلَّ شَيۡءٍ حَيٍّۚ أَفَلَا يُؤۡمِنُونَ 

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman” (QS. Al-Anbiya: 30)

Ayat ini  maknanya sangat dalam. Air adalah sumber kehidupan. Tanpa air, manusia tidak dapat bertahan. Tanpa air, hewan dan tumbuhan akan mati. Tanpa air, bumi kehilangan fungsinya sebagai tempat kehidupan.  Apabila pada hari ini sebagian wilayah mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih, maka hal tersebut tidak cukup dipandang sebagai persoalan cuaca semata. Ini merupakan panggilan untuk bermuhasabah. Allah sedang mengajarkan bahwa nikmat yang selama ini dianggap biasa, ternyata memiliki nilai yang luar biasa. Allah berfirman:

…وَكُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ وَلَا تُسۡرِفُوٓاْۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُسۡرِفِينَ 

"…makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A'raf: 31)

Ayat ini patut menjadi cermin. Kadang  banyak air yang terbuang bukan karena kebutuhan, melainkan karena kelalaian. Keran dibiarkan mengalir saat seseorang sibuk dengan gawai. Air bersih dibuang dengan sia-sia, padahal di tempat lain ada banyak orang yang kesulitan mendapatkan air bersih. Di sinilah,  bentuk syukur bukan sekadar ucapan alhamdulillah di lisan. Syukur adalah menjaga apa yang telah Allah titipkan. Jika Allah memberi air, maka air itu tidak disia-siakan.

Terkait dengan hal itu. Hadis Nabi Saw  dalam Sunan Ibnu Majah  dan Musnad Imam Ahmad disebutkan:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ مَرَّ بِسَعْدٍ وَهُوَ يَتَوَضَّأُ، فَقَالَ: «مَا هَذَا السَّرَفُ  فَقَالَ: أَفِي الْوُضُوءِ إِسْرَافٌ؟ قَالَ: نَعَمْ، وَإِنْ كُنْتَ عَلَى نَهَرٍ جَارٍ

 “Rasulullah Saw melewati Sa‘ad (bin Abi Waqqas)  ketika ia sedang berwudu. Beliau bersabda, “pemborosan apakah ini?’ Sa‘ad bertanya, ‘Apakah dalam wudu juga ada pemborosan?’ Beliau menjawab, ‘Ya, meskipun engkau berada di sungai yang mengalir.’” (HR Ibnu Majah dan Ahmad)

Hadirin sidang Jumat rahimakumullah!

Krisis air tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan. Krisis tersebut juga berkaitan dengan perilaku manusia terhadap alam. Ketika sungai dicemari, hutan dirusak, pohon ditebang tanpa penanaman kembali, dan sampah dibuang sembarangan, maka tidak heran apabila alam juga tidak bersahabat dengan kita. Padahal  alam ini bukan milik manusia. Alam adalah titipan Allah. Manusia hanya menumpang hidup di atasnya. 

Jamaah sidang Jumat rahimakumullah!

Demikianlah khutbah ini disampaikan, semoga Allah menjadikan kita hamba yang pandai bersyukur, bukan hanya ketika nikmat datang, tetapi juga ketika nikmat itu masih ada. Salah satunya asalah mensyukuri keberadaan air yang sangat mudah kita dapatkan saat musim penghujan nanti dan berupaya memanfaatkan sebijak mungkin dan tidak mencemarinya demi kelestarian alam  dalam waktu yang lebih lama.

 

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ،

وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah Kedua

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

ٱللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ

ٱللّٰهُمَّ ٱغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَٱلْمُسْلِمَاتِ، وَٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَاتِ، ٱلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَٱلْأَمْوَاتِ

ٱللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلتُّقَىٰ وَٱلْعَفَافَ وَٱلْغِنَىٰ.

ٱللّٰهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا ٱلَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا ٱلَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا ٱلَّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا.

ٱللّٰهُمَّ ٱجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ ٱلصَّالِحِينَ، وَٱجْعَلْنَا مِنَ ٱلَّذِينَ يُحَافِظُونَ عَلَى ٱلْأَرْضِ وَلَا يُفْسِدُونَ فِيهَا.

ٱللّٰهُمَّ جَنِّبْنَا ٱلْفِتَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَٱحْفَظْ بِلَادَنَا مِنْ كُلِّ سُوءٍ وَبَلَاءٍ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي ٱلْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Khutbah

Oleh: Akhmad Syahid, Sekretaris Lembaga Pengembangan Pesantren PDM Lam. Tengah. Dosen IAIN Kota Metr....

Suara Muhammadiyah

10 April 2025

Khutbah

Khutbah Idul Fitri: Perang dan Kemanusiaan dalam Ajaran Islam   Oleh: Dr. Drs. Immawan Wahyudi....

Suara Muhammadiyah

19 March 2026

Khutbah

Khutbah Jum'at: Sikap Mental Merdeka Adalah Taat Kepada Allah  Oleh: Dr Immawan Wahyudi, MH, D....

Suara Muhammadiyah

19 August 2025

Khutbah

Oleh: Djumroni, M.Pd Anggota LPHU PDM Sleman اْلحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أ....

Suara Muhammadiyah

15 February 2024

Khutbah

Oleh: Prof Dr Dadang Kahmad, MSi Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah إِنَّ الْحَمْدَ �....

Suara Muhammadiyah

27 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah