Khutbah Jum'at: Menjaga Kemabruran Haji
Oleh: Muhammad DN, S.Ag, MHI, Ketua PDM Hulu Sungai Tengah-Kalimantan Selatan
الحَمْدُ للهِ الَّذِي هَدَى الْمُتَّقِيْنَ الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ وَفَضَّلَهُمْ بِالْفَوْزِ الْعَظِيْمِ،
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ الرَّحْمنُ الرَّحِيْمُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا أَفْضَلُ الْمُرْسَلِيْنَ،
اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ذِي الْقَلْبِ الْحَلِيْمِ وَآلِهِ الْمَحْبُوْبِيْنَ وَأَصْحَابِهِ الْمَمْدُوْحِيْنَ
وَمَنْ تَبِعَ سُنَّتَهُ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ،
وَبَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَأَذِّن فِي ٱلنَّاسِ بِٱلۡحَجِّ يَأۡتُوكَ رِجَالٗا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٖ يَأۡتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٖ
Ma'asyiral muslimin rahimakumullah
Saat ini, secara beransur jamaah haji mulai berdatangan kembali ke tanah air, setelah menjalankan ibadah di tanah suci. Mereka membawa predikat haji setelah berjuang dan berupaya menjalankan ibadah tersebut secara sungguh-sungguh. Sesungguhnya yang paling penting bukanlah gelar hajinya, melainkan apakah ibadah hajinya menjadi haji yang mabrur di sisi Allah Swt. beruntung sekali bagi mereka yang mendapat haji mabrur tersebut. Rasulullah Saw bersabda:
الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ
"Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya selain surga." (HR. Bukhari dan Muslim)
Haji mabrur bukan hanya ditandai dengan sempurnanya ibadah selama di Makkah dan Madinah, tetapi juga tampak dari perubahan akhlak dan perilaku setelah kembali ke tengah masyarakat.
Hadirin sidang Jumat Rahimakumullah
Ketika seseorang berhaji, ia telah menjalani pendidikan ruhani yang luar biasa. Ia belajar kesabaran, keikhlasan, pengorbanan, kedisiplinan, persaudaraan, serta ketaatan total kepada Allah. Maka setelah kembali ke tanah air, seluruh nilai tersebut harus tetap hidup dalam kehidupannya. Allah Swt berfirman:
وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيۡرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقۡوَىٰۖ
"…berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa." (QS. Al-Baqarah: 197)
Hadirin sidang Jumat Rahimakumullah
Ada beberapa tanda dan cara menjaga kemabruran haji setelah kembali ke tengah masyarakat:
Pertama, menjaga kualitas ibadah. Orang yang hajinya mabrur akan semakin dekat kepada Allah. Ia menjaga shalat berjamaah, memperbanyak membaca Al-Qur'an, berzikir, bersedekah, dan menjauhi kemaksiatan. Tidak tepat jika semangat ibadah yang tumbuh di Tanah Suci secara menggebu-gebu justru menurun setelah kembali ke kampung halaman. Kemabruran haji harus terlihat dalam peningkatan kualitas hubungan dengan Allah.
Kedua, memperbaiki akhlak dan hubungan sosial. Haji mengajarkan persaudaraan tanpa memandang suku, bangsa, jabatan, dan kekayaan. Oleh karena itu, sepulang dari haji, diharapkan seseorang harus semakin rendah hati, tidak membeda-bedakan status sosial, santun dalam berbicara, mudah memaafkan, dan gemar membantu sesama.
Ketiga, menjaga kejujuran dan amanah. Jika seorang pedagang berangkat melaksanakan ibadah haji, maka ia harus semakin jujur dalam berdagang. Jika seorang pejabat berangkat haji, maka ia harus semakin amanah dalam mengemban tugas. Jika seorang pemimpin berhaji, maka ia harus semakin adil kepada rakyatnya. Pendek kata kemabruran haji harus tercermin dalam seluruh aspek kehidupan. Maka mereka yang seperti ini mengamalkan hadis Nabi Saw:
عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا
“Hendaklah kalian jujur, karena kejujuran membawa kepada kebajikan, dan kebajikan membawa ke surga. Seseorang yang selalu jujur dan memilih kejujuran, akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang sangat jujur/siddiq” (HR. Bukhari dan Muslim)
Keempat, aktif memberikan manfaat kepada masyarakat. Orang yang telah berhaji hendaknya menjadi penggerak kebaikan, membantu fakir miskin, memakmurkan masjid, mendukung pendidikan agama, dan menjadi penengah ketika terjadi perselisihan di masyarakat. Rasulullah Saw. mengajarkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Sebagaimana sabda beliau:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Artinya:
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain”. (HR. Ahmad, Ath-Thabrani, dan al-Hakim)
Kelima, menjadi inspirasi bagi orang lain. Orang yang berhaji dengan memperoleh mabrur akan menjadi cerminan kebaikan bagi orang lain, sehingga akan menarik banyak orang untuk mengerjakan ibadah haji berikutnya. Ketertarikan orang lain untuk mengerjakan hal yang sama ini menjadikan orang yang berhaji lebih awal mendapat limpahan pahala yang terus mengalir disebabkan perbuatannya.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah
Apabila kemabruran haji terjaga, maka manfaatnya bukan hanya dirasakan oleh individu yang berhaji, tetapi juga oleh keluarga dan masyarakat. Rumah tangga menjadi lebih harmonis. Lingkungan menjadi lebih religius. Semangat gotong royong semakin kuat. Kejujuran meningkat. Persatuan umat semakin terjaga. Dengan demikian, keberkahan haji akan menyebar kepada banyak orang.
Demikian khutbah ini disampaikan, semoga ada manfaatnya bagi kita semua. Mudah-mudahan Allah menerima amal ibadah haji kaum muslimin, mengampuni dosa-dosa mereka, dan menjadikan mereka hamba-hamba yang istiqamah dalam ketaatan serta keberadaan mereka di tengah kita membawa keberkahan bagi semua. Amin ya rabbal alamin.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ َإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْليِ هذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ ليِ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua
ٱلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنُؤْمِنُ بِهِ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْهِ،
وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا ٱللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ،
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
ٱللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
ٱللّٰهُمَّ ٱغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَٱلْمُسْلِمَاتِ، وَٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَاتِ، ٱلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَٱلْأَمْوَاتِ.
ٱللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلتُّقَىٰ وَٱلْعَفَافَ وَٱلْغِنَىٰ.
ٱللّٰهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِينَنَا ٱلَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا ٱلَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا ٱلَّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا.
ٱللّٰهُمَّ ٱجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ ٱلصَّالِحِينَ، وَٱجْعَلْنَا مِنَ ٱلَّذِينَ يُحَافِظُونَ عَلَى ٱلْأَرْضِ وَلَا يُفْسِدُونَ فِيهَا.
ٱللّٰهُمَّ جَنِّبْنَا ٱلْفِتَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَٱحْفَظْ بِلَادَنَا مِنْ كُلِّ سُوءٍ وَبَلَاءٍ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي ٱلْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

