Oleh: Cristoffer Veron P, Sekretaris Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Jetis Kota Yogyakarta
الْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ
Jama’ah Jum'at Rahimakumullah
Harus diakui, kehidupan tidak pernah terlepas dari kungkungan masalah. Sampai kapan pun, kita pasti mendapatkan masalah. Besar atau kecilnya level masalah itu, niscaya akan diperoleh sepanjang dengus napas masih berhembus.
وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَيۡءٖ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ
“Kami pasti akan menguji kamu,” tegas Allah di Qs al-Baqarah ayat 155. Ujian itu sebagai pantulan dari masalah yang diberikan Allah kepada kita, yang arketipenya bisa ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Demikian aksentuasi Allah di ayat itu.
Temuan ayat ini menunjukkan, kita hidup selain taqarrub ilallah, pada saat yang sama, harus tahan uji. Tidak ada kehidupan itu nikmat. Tidak ada kehidupan itu mulus bak jalan bebas hambatan. Tetapi, kehidupan itu sarat geronjalan, batu penarung, dan lika-liku yang mau tidak mau, suka tidak suka, mesti kita hadapi. Itu sebagai takdir yang melekat dalam kehidupan kita.
Tidak hanya tua, muda dan anak-anak pun, tak pelak mendapatkan guyuran masalah dari langit. Acapkali manusia mengalami kegundahan dalam menghadapinya. Itu, wajar saja. Mau siapa pun manusia di manapun berada, pasti tidak mau hidupnya dicengkeram oleh masalah.
Namun, hal demikian itu tidak bisa dinafikan. Masalah pasti datang. Tapi yang paling penting bagaimana kita mengelola masalah itu bisa melahirkan hikmah. Bukan sebaliknya, melahirkan penyesalan dan kepelikan atas dera masalah yang diberikan Tuhan.
Jama’ah Jum'at Rahimakumullah
Di sinilah titik temu dari pengejawantahan puasa (ash-shiyam) yang baru saja berakhir dengan ditandai Hari Raya Idul Fitri; Hari Raya Berbuka Puasa. Dalam buku Puasa sebagai Gerakan Sosial (2026), Abdul Mu’ti mengemukakan bahwa puasa mengajari kita sesuatu yang sangat mendasar, yaitu mengelola diri.
Jika diobjektivikasikan ke dalam konteks ini, masalah yang dihadapi jangan hanya dipandang semata. Tetapi, harus kita kelola diri untuk direfleksikan mengapa ini terjadi, dan bagaimana kita menemukan solusi terbaiknya.
Benar, Allah tidak tinggal diam. Dia memberikan konsolasi diri kita sajalah yang mampu melewati semua masalah yang dihadapi.
لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ
“Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya,” tegas-Nya di Qs al-Baqarah ayat 286. Di sini menunjukkan kalau Allah memberikan masalah sesuai dengan proporsi kemampuan setiap personal hamba-Nya.
Namun demikian, sedemikian kasih-Nya Allah, Dia memberikan semangat kepada kita dengan sangat bernas.
فَإِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ يُسۡرًا إِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ يُسۡرٗا
“Maka sesungguhnya setiap kesulitan, pasti disertai dengan kemudahan,” tekan-Nya di Qs alam-Nasyrah ayat 5, juga di ayat 6, yang serupa artinya seperti itu.
Jama’ah Jum'at Rahimakumullah
Artinya, setiap ada masalah, pasti ada solusi. Itu kuncinya. Dan sikap yang harus ditunjukkan adalah berikhtiar untuk menghadapi tanpa adanya jalan pintas, tetapi mesti berserah diri sepenuhnya kepada-Nya, seraya tetap optimis bahwa kemudahan akan tiba pada waktunya.
Jangan sampai masalah yang ada, kita lepas tangan begitu saja. Lebih-lebih menyalahkan orang lain sebagai pemicu munculnya api dalam sekam. Jangan sampai, kita berkeluh kesah masalah tidak kunjung lepas landas dari kehidupan.
Jangan sampai, kita menyalahkan Allah, karena Dia mengirimkan masalah ini untuk kita. Semua itu pada akhirnya, memberikan hikmah besar, yaitu melatih kesabaran dan memperkuat keimanan. Dengan begitu, niscaya kehidupan jauh lebih bermakna, berwarna, dan penuh keberkahan di bawah naungan-Nya.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ القُرْآنِ العَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِكْرِالحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إنَّهُ هُوَالغَفُوْرُالرَحِيْمُ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ أَرْشَدَكُمُ اللهُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، أَمَّا بَعْدُ؛ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ, رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَاْرحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُونَا بِالإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَآ إِنَّكَ رَءُوفُ رَّحِيْمٌ، رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا, رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ, سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ, وَسَلَامٌ عَلَىالْمُرْسَلِينَ, وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Sumber: Majalah SM Edisi 08/2026

