YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Menyambut datangnya Ramadhan 1447 H, Lazismu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menggelar program Tebar Kurma dan Air Mineral untuk Takjil Ramadhan. Program ini telah memasuki tahun keempat pelaksanaannya dan menjadi bagian dari komitmen UMY dalam berbagi keberkahan dengan masyarakat sekitar kampus.
Manajer Operasional Eksekutif Lazismu UMY, Rozikan, S.E., M.Si., saat dimintai keterangan pada Selasa (17/2) menjelaskan bahwa program tersebut terus berkembang setiap tahunnya. Jika pada tahun-tahun awal jumlah paket berkisar antara 50 hingga 120 paket, tahun ini Lazismu UMY menargetkan 100 paket. Namun, realisasinya justru melampaui target.
“Total yang kami distribusikan sebanyak 150 paket atau sekitar 1,5 ton kurma. Selain itu, kami juga menambahkan air mineral kemasan 240 ml sebanyak kurang lebih 300 boks,” jelasnya.
Distribusi kurma dilakukan di wilayah Kecamatan Kasihan dan Kecamatan Gamping. Bantuan tersebut disalurkan ke masjid-masjid, perumahan sekitar UMY, hingga para dai di wilayah mualaf dan daerah minoritas.
“Ini sudah menjadi rutinitas kami setiap Ramadhan. Kami ingin memastikan saudara-saudara kita, termasuk yang berada di pelosok dan mungkin jarang merasakan kurma, dapat ikut merasakan manisnya berbuka,” tambah Rozikan.
Pada Ramadhan tahun ini, Lazismu UMY memilih jenis kurma Golden Valley yang dinilai memiliki kualitas rasa lebih baik. Sementara itu, air mineral yang dibagikan merupakan produk “Bueka”, produksi ibu-ibu Aisyiyah, sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi internal Muhammadiyah dan Aisyiyah. Distribusi secara drive thru dilakukan pada Senin (16/2) di kampus terpadu UMY, dan disribusi ke wilayah muallaf dan minoritas di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dilakukan hari ini, Selasa (17/2).
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Pengembangan Universitas dan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan UMY, Prof. Faris Al-Fadhat, M.A., Ph.D., menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni pembagian bantuan, melainkan simbol rasa syukur atas keberlangsungan dan perkembangan UMY.
“Mohon dilihat ini sebagai bagian dari kesyukuran kami. Mungkin jumlahnya tidak terlalu besar, tetapi ini adalah niat baik yang lahir dari kebersamaan kita,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa berbagai program sosial yang dijalankan Lazismu UMY merupakan hasil komitmen civitas academica yang secara rutin menyisihkan sebagian rezekinya untuk dikelola dan disalurkan kepada masyarakat.
Secara khusus, Faris menyampaikan apresiasi kepada para pengelola masjid dan masyarakat sekitar kampus. Menurutnya, UMY tidak mungkin tumbuh dan berkembang tanpa dukungan lingkungan sekitar.
“UMY hadir dan besar tidak mungkin tanpa doa dan dukungan Bapak/Ibu semua. Masjid-masjid di sekitar kampus adalah penyangga yang turut mendoakan dan menjaga UMY,” tuturnya.
Ia juga berharap hubungan antara UMY dan masyarakat sekitar terus terjalin erat, termasuk dalam membina mahasiswa yang tinggal di lingkungan sekitar kampus.
“Mahasiswa kami hidup dan beraktivitas di lingkungan Bapak/Ibu. Jika ada hal baik, mohon dikabari. Jika ada yang kurang baik, mohon diingatkan. Mereka adalah generasi masa depan. Kalau bukan kita yang saling menjaga, siapa lagi?” pungkasnya.
Melalui program Tebar Kurma dan Air Mineral ini, Lazismu UMY kembali menegaskan peran kampus sebagai institusi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga aktif menebar manfaat serta memperkuat ukhuwah dengan masyarakat sekitar. (Jeed)

