SLEMAN, Suara Muhammadiyah – SD Muhammadiyah Suronatan Yogyakarta pada tahun pelajaran 2025/2026 meluluskan sebanyak 85 siswa. “Dengan prosentase lulus 100%,” singkap M Slamet Riyanto.
Slamet sangat bangga dan bersyukur dengan capaian akademik yang positif ini. Lebih-lebih, ada siswa yang berhasil mendapat nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) 100 di semua mata pelajaran; Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam Sosial (IPAS).
“Namanya Rania Kanaka Yuandana. Ini tertinggi se-DIY,” ujar Kepala Sekolah tersebut saat Pelepasan dan Purna Siswa Kelas VI di Gadjah Mada University Club Ahad (7/6).
Menurut Slamet, prestasi ini bukan menjadi pertama kali. Tahun 2022, SD Muhammadiyah Suronatan menduduki peringkat 1 se-Kota Yogyakarta.
“Kemudian tahun 2023, peringkat 3. Dan, tahun 2024-2025, kita berada di peringkat 2 se-Kota Yogyakarta,” imbuh Slamet.
Untuk mean dari TKA SD Muhammadiyah Suronatan adalah 82,14. Sementara kalau mean gabungan TKA dan TKAD (TKA Daerah) adalah 83,00.
“Ini sangat membanggakan untuk kami dari jumlah 85 dan banyak anak yang mendapatkan nilai 100, baik untuk nilai mapel Matematika, Bahasa Indonesia, maupun IPAS,” bebernya.
Semua itu, kata Slamet, merupakan bentuk keberhasilan dari pengejawantahan program sukses TKA. Di sisi lain, sebelum kenaikan kelas, pihaknya sudah mengundang orang tua siswa untuk menyosialisasikan TKA sedari awal.
“Semua program sekolah sangat didukung oleh orang tua. Sehingga membuahkan hasil dengan suksesnya siswa kami meraih prestasi membanggakan ini,” terangnya.
Menariknya, sekolah ini untuk Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) telah penuh hingga tahun 2030. “Hal ini jadi bukti kepercayaan yang tinggi dari masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya ke SD Muhammadiyah Suronatan," kata Slamet.
Demikian Aris Madani, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta turut bangga dengan prestasi sekolah rintisan Kiai Dahlan tahun 1918 ini.
“Suronatan bukan sekolah biasa. Ini sekolah tempat Kiai Dahlan dulu bermimpi: mimpi tentang anak Islam yang cerdas otaknya, kuat imannya, indah akhlaknya. Mimpi itu kalian lanjutkan,” bebernya.
Aris berpesan kepada para siswa agar tetap menjaga karakter. Baginya, karakter menjadi fondasi dari generasi penerus bangsa yang harus dirawat sebagaimana mestinya.
“Tetap harus dijaga, anak yang disiplin, sopan, berbakti kepada orang tua dan guru, suka bantu orang lain, suka meminta maaf, harus dipertahankan sampai kapan pun,” tekannya.
Selain itu, menjaga Al-Qur’an. Sebagai jangkar utama kehidupan, Aris minta seluruh siswa jangan sampai menanggalkan kitab suci sebagai pedoman hidup agar selamat dunia dan akhirat.
“Itulah mahkota yang akan dipakaikan Allah kepada orang tua kalian di surga. Cahaya di wajahmu bukan karena piala, tapi karena Al Qur'an. Al Qur'an tetap di dada dan jadikan pedoman dalam setiap langkah kalian,” ujarnya.
Aris berharap, seluruh siswa dapat terus berjuang sampai puncak kesuksesan di masa depan. Dan, ia sangat optimis dengan itu karena penggemblengan bak kawah candradimuka selama 6 tahun mengenyam pendidikan di sekolah tersebut.
“Kalian adalah anak panah Muhammadiyah, anak panah Islam, anak panah bangsa yang siap melesat dan kelak menjadi orang-orang hebat, yang salih dan salihah menjadi pemimpin umat dan bangsa, menjadi kebanggaan kami semua, bermanfaat untuk agama, nusa dan bangsa,” tandasnya. (Cris)

