Mata Berlemak: Gejala, Penyebab dan Pengobatan
Oleh : dr. Riri Handayani, Sp. M, Dokter Spesialis Mata Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Riau
Pernahkah kamu melihat adanya selaput atau benjolan kekuningan pada bagian putih mata? Kondisi mata seperti ini sering disebut oleh masyarakat awam sebagai mata berlemak. Secara medis, kondisi ini umumnya merujuk pada dua hal diagnosis, yaitu : pinguecula atau pterigium. Meskipun sering kali tidak berbahaya dan tidak bersifat keganasan, munculnya lemak di mata ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, mata merah, hingga gangguan penglihatan jika selaput tersebut tumbuh memanjang menutupi kornea. Orang yang sering terpapar sinar matahari atau angin lebih sering berisiko mengalami mata berlemak.
PTERIGIUM Pinguecula
Beda Pterigium dan Pinguecula
Pterigium adalah pertumbuhan jaringan menyerupai daging yang muncul di bagian putih mata (konjungtiva) dan bisa memanjang ke bagian tengah mata (kornea). Kondisi ini sering muncul akibat:
-
Paparan sinar matahari berlebihan
-
Debu atau angin
-
Iritasi mata yang berlangsung lama
Pinguecula adalah kondisi dimana muncul benjolan kecil berwarna kekuningan pada permukaan bola mata, khususnya di bagian putih mata (sklera). Benjolan ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi bisa membuat mata terasa mengganjal atau mengganggu penampilan.
Banyak orang mengira setiap gangguan pada mata yang terlihat keruh adalah katarak. Padahal, ada satu penyakit mata lain yang cukup sering muncul di masyarakat, yaitu pterigium. Pterigium dan katarak memang sama - sama bisa mengganggu penglihatan, namun penyebab, gejala, hingga cara mengobatinya sangat berbeda. Agar tidak salah paham, mari kita bahas perbedaan pterigium dan katarak secara lengkap.
PTERIGIUM Katarak
Penyebab Mata Berlemak
Mata berlemak dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang membuat jaringan pada permukaan mata lebih mudah mengalami perubahan. Beberapa di antaranya adalah:
-
Paparan sinar ultraviolet
-
Paparan debu dan angin
-
Iritasi kronis akibat sering terpapar asap, polusi, atau bahan kimia
-
Pertambahan usia
-
Faktor genetik
Mata berlemak umumnya dipicu oleh paparan sinar matahari (ultraviolet) yang kronis, debu, angin, dan kondisi mata kering yang dibiarkan terus-menerus. Paparan sinar ultraviolet (UV), debu, serta angin merupakan penyebab utama terbentuknya mata berlemak. Kondisi ini memang tidak berbahaya, tetapi pertumbuhan jaringan bisa menurunkan kenyamanan mata dan berisiko mengganggu penglihatan bila melebar hingga ke kornea.
Pterigium biasanya dialami oleh orang yang sering beraktivitas di luar ruangan, seperti petani, nelayan, atau pekerja lapangan. Pada tahap awal, pterigium mungkin hanya menimbulkan keluhan mata merah atau kering. Namun bila tumbuh besar hingga menutupi kornea, penglihatan bisa terganggu.
Gejala Mata Berlemak
Mata berlemak umumnya gejala awal ditandai dengan munculnya benjolan kecil berwarna kekuningan pada mata. Gejalanya bisa bervariasi, mulai dari sensasi mengganjal seperti ada pasir di mata, rasa gatal, hingga peradangan yang membuat mata tampak sangat merah. Kondisi ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi dapat menimbulkan keluhan tertentu, seperti:
-
Mata terasa kering, perih, atau mengganjal
-
Mata tampak merah atau iritasi
-
Penglihatan buram jika jaringan berlemak sudah menutupi kornea
-
Benjolan terlihat makin besar dari waktu ke waktu
Jika Anda mengalami gejala - gejala di atas, terutama bila penglihatan mulai terganggu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter mata Anda untuk mendapatkan saran dan penanganan medis yang sesuai.
Kapan Harus ke Dokter Mata?
Meskipun mata berlemak seringkali bersifat jinak, ada beberapa kondisi yang mengharuskan kamu segera mencari bantuan medis profesional. Sebaiknya segera periksakan diri ke dokter mata jika Anda mengalami:
-
Benjolan di mata bertambah besar atau tumbuh dengan cepat
-
Mata terasa sangat nyeri, perih, atau bengkak
-
Penglihatan menjadi kabur atau terganggu
-
Muncul perubahan warna atau bentuk pada mata yang tidak biasa
-
Ragu apakah benjolan di mata adalah mata berlemak atau gangguan lain
Bagaimana Mengatasinya?
-
Penanganan awal dengan obat tetes untuk meredakan iritasi
-
Jika pertumbuhan sudah menutupi kornea, diperlukan tindakan operatif untuk mengangkat jaringan
Komplikasi Mata Berlemak
Jika tidak ditangani, mata berlemak dapat menimbulkan beberapa komplikasi, seperti:
-
Iritasi kronis berupa mata merah, gatal, atau perih berulang
-
Gangguan penglihatan bila jaringan berlemak tumbuh menutupi kornea
-
Mata kering akibat terganggunya distribusi air mata
-
Perubahan penampilan mata yang dapat menurunkan rasa percaya diri
Pengobatan Mata Berlemak
Penanganan mata berlemak disesuaikan dengan ukuran jaringan, gejala yang ditimbulkan, serta seberapa besar gangguannya terhadap penglihatan. Sebagian besar kasus tidak berbahaya dan cukup dipantau saja, tetapi ada juga yang memerlukan terapi medis atau tindakan operasi.
Penanganan dini sangat penting untuk mencegah peradangan semakin parah dan mengurangi gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Langkah awal yang bisa kamu lakukan adalah memberikan perlindungan ekstra pada mata dan menggunakan tetes mata lubrikan atau air mata buatan untuk menjaga kelembaban. Penggunaan suplemen khusus mata juga dapat membantu menjaga kesehatan jaringan mata dari dalam. Jika kondisi tidak membaik, sangat disarankan untuk konsultasi ke dokter mata.
Perawatan mandiri
Untuk kasus ringan, mata berlemak biasanya tidak membutuhkan penanganan khusus dan bisa dikendalikan dengan perawatan sederhana, seperti:
-
Menggunakan kacamata hitam saat beraktivitas di luar ruangan untuk melindungi mata dari sinar matahari, debu, dan angin. Penggunaan alat pelindung mata dan lubrikan secara rutin terbukti dapat memperlambat progresi pertumbuhan lemak pada mata.
-
Menggunakan obat tetes pelumas atau air mata buatan untuk mengurangi rasa kering atau mengganjal
-
Menghindari paparan asap, polusi, atau bahan iritan yang dapat memperburuk keluhan
Operasi
Pada kasus tertentu, bila jaringan mata berlemak (terutama pterigium) sudah menutupi kornea atau mengganggu penglihatan, dokter mata akan menyarankan operasi pengangkatan jaringan tersebut. Tindakan operasi ini juga bisa dipertimbangkan bila keluhan penampilan mata dirasa mengganggu pasien. Jika gejala mata berlemak yang kamu alami semakin mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu untuk konsultasi ke dokter guna mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Obat tetes mata (seperti air mata buatan atau anti-inflamasi) hanya berfungsi untuk meredakan gejala iritasi, kemerahan, atau rasa perih. Obat-obatan tidak dapat menghilangkan atau melarutkan jaringan pterigium yang sudah terbentuk. Cara permanen untuk membersihkan jaringan pterigium tersebut adalah melalui tindakan operasi jika sudah mengganggu penglihatan.
SEBELUM OPERASI SESUDAH OPERASI
Pencegahan Mata Berlemak
Mata berlemak dapat dicegah dengan beberapa langkah sederhana, antara lain:
-
Menggunakan kacamata hitam saat beraktivitas di luar ruangan untuk melindungi mata dari sinar UV, debu, dan angin
-
Menghindari paparan asap rokok, polusi, atau bahan kimia yang dapat mengiritasi mata
-
Menggunakan obat tetes pelumas atau air mata buatan bila mata sering terasa kering
-
Membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari saat sinar matahari sedang terik
-
Menjaga kebersihan mata dengan tidak mengucek mata secara berlebihan
-
Melakukan pemeriksaan mata secara berkala ke dokter untuk memantau kesehatan mata
Kesimpulan:
Jangan Tunggu Sampai Parah
-
Gejala mata berlemak bisa mengganggu aktivitas dan kualitas hidup bila dibiarkan. Karena itu, jangan menunda pemeriksaan bila Anda merasakan gejala seperti mata merah, ada tumbuh seperti lemak di sudut mata, atau penglihatan buram.
-
Diagnosis yang tepat dari dokter mata akan menentukan langkah penanganan terbaik untuk menjaga penglihatan Anda tetap jernih.

