Memasifkan Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah Al Qur’an di Ramadhan

Suara Muhammadiyah

23 March 2024

1626
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SOLO, Suara Muhammadiyah - Instruksikan Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah (GJDJ) untuk Khatam Terjemah Al-Qur’an di bulan Ramadhan. Itulah inti kultum Anggota Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta ketika menjadi imam maghrib di Pondok Semangat Karangpandan Karanganyar, Sabtu (23/3/2024).

Jatmiko menyampaikan Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Nabi berpesan, siapa yang ingin berkomunikasi dengan Allah maka bacalah Alquran. 

“Ingin merasakan dialog dengan Allah, maka bacalah Alquran setiap hari baik teks arab maupun terjemahan. Adanya pesantren Ramadhan saya instruksikan GJDJ khatam terjemah dan bacaan arabnya,” tegasnya.

Hal itu berdasarkan hadis Nabi Saw yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA, lanjutnya. “Surga merindukan 4 golongan yaitu orang yang membaca al-Quran, seorang muslim yang mampu menjaga lisannya untuk tidak menyakiti orang lain, muslim yang memberi makan orang lapar, dan muslim yang melaksanakan puasa di bulan Ramadhan,” jelasnya.

Kemudian Dai Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menjelaskan, surat Al-Alaq 1-5: Wahyu Pertama tentang Pentingnya Literasi. Menarik dikaji, mengapa wahyu (tertulis) pertama yang diterima oleh Rasulullah SAW adalah lima ayat dari surat al-Alaq.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan; (1) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah; (2) Bacalah, dan Tuhanmu Maha Pemurah; (3) Yang mengajar manusia dengan perantaraan pena; (4) mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya.” 

Dalam wahyu pertama ini ada dua kata penting yang berhubungan dengan literasi—dalam makna dasarnya: dunia tulis-menulis. Yaitu iqra (membaca) dan kalam (pena, tulisan).

“Maka pesantren Ramadhan ini kita niatkan seperti dalam hadits. Barangsiapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang," (HR Tirmidzi),” katanya.

Selain itu, Ia menegaskan adanya Gerakan membaca terjemahan al Quran. Maka,  kandungan dan ajaran al-Qur’an dapat dicerna dan dipahami lebih baik. Sebab, bagi seorang Muslim apalagi kader persyarikatan Muhammadiyah, membaca al-Qur’an dengan baik dan benar adalah sebuah kewajiban. 

“Hal ini karena al-Qur’an menggunakan bahasa Arab yang memiliki kaidah dan cara pengucapan huruf yang berbeda dengan bahasa Indonesia,” urainya. (jmk)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Personil band SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta menunjukkan eksis....

Suara Muhammadiyah

30 September 2023

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Penjaminan mutu sebuah universitas salah satunya dengan mengantarkan ma....

Suara Muhammadiyah

25 November 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah- Dua siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menyab....

Suara Muhammadiyah

12 September 2023

Berita

MADIUN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) berhasil memperoleh pendanaan P....

Suara Muhammadiyah

6 May 2024

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - Suara tepuk tangan membahana di koridor SMK Muhammadiyah 1 Semarang. ....

Suara Muhammadiyah

27 November 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah