Memasifkan Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah Al Qur’an di Ramadhan

Suara Muhammadiyah

23 March 2024

1674
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SOLO, Suara Muhammadiyah - Instruksikan Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah (GJDJ) untuk Khatam Terjemah Al-Qur’an di bulan Ramadhan. Itulah inti kultum Anggota Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta ketika menjadi imam maghrib di Pondok Semangat Karangpandan Karanganyar, Sabtu (23/3/2024).

Jatmiko menyampaikan Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Nabi berpesan, siapa yang ingin berkomunikasi dengan Allah maka bacalah Alquran. 

“Ingin merasakan dialog dengan Allah, maka bacalah Alquran setiap hari baik teks arab maupun terjemahan. Adanya pesantren Ramadhan saya instruksikan GJDJ khatam terjemah dan bacaan arabnya,” tegasnya.

Hal itu berdasarkan hadis Nabi Saw yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA, lanjutnya. “Surga merindukan 4 golongan yaitu orang yang membaca al-Quran, seorang muslim yang mampu menjaga lisannya untuk tidak menyakiti orang lain, muslim yang memberi makan orang lapar, dan muslim yang melaksanakan puasa di bulan Ramadhan,” jelasnya.

Kemudian Dai Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menjelaskan, surat Al-Alaq 1-5: Wahyu Pertama tentang Pentingnya Literasi. Menarik dikaji, mengapa wahyu (tertulis) pertama yang diterima oleh Rasulullah SAW adalah lima ayat dari surat al-Alaq.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan; (1) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah; (2) Bacalah, dan Tuhanmu Maha Pemurah; (3) Yang mengajar manusia dengan perantaraan pena; (4) mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya.” 

Dalam wahyu pertama ini ada dua kata penting yang berhubungan dengan literasi—dalam makna dasarnya: dunia tulis-menulis. Yaitu iqra (membaca) dan kalam (pena, tulisan).

“Maka pesantren Ramadhan ini kita niatkan seperti dalam hadits. Barangsiapa yang keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang," (HR Tirmidzi),” katanya.

Selain itu, Ia menegaskan adanya Gerakan membaca terjemahan al Quran. Maka,  kandungan dan ajaran al-Qur’an dapat dicerna dan dipahami lebih baik. Sebab, bagi seorang Muslim apalagi kader persyarikatan Muhammadiyah, membaca al-Qur’an dengan baik dan benar adalah sebuah kewajiban. 

“Hal ini karena al-Qur’an menggunakan bahasa Arab yang memiliki kaidah dan cara pengucapan huruf yang berbeda dengan bahasa Indonesia,” urainya. (jmk)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JEMBER, Suara Muhammadiyah –Di tengah menurunnya minat mahasiswa untuk berorganisasi, Ikatan M....

Suara Muhammadiyah

25 October 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menandatangani Nota Kesepahaman deng....

Suara Muhammadiyah

22 October 2025

Berita

LAMBAR, Suara Muhammadiyah -  Pimpinan Daerah (PD) 'Aisyiyah Kabupaten Lampung Barat resmi melu....

Suara Muhammadiyah

5 August 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menunjukkan komitmen....

Suara Muhammadiyah

3 December 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta meluluskan....

Suara Muhammadiyah

8 June 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah