Meneladani Keberhasilan, Memperkuat Sinergi, dan Berfastabiqul Khairat dalam Dakwah Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

12 October 2026

45
PCM Pekajangan

PCM Pekajangan

KEBUMEN, Suara Muhammadiyah - Kegiatan Silaturahmi dan Study Tiru Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pekajangan bersama KL LAZISMU PCM Pekajangan, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), dan MPKSDI PCM Pekajangan ke PCM Gombong merupakan momentum penting untuk mempererat ukhuwah, memperluas wawasan, serta membangun kolaborasi dalam mengembangkan gerakan Muhammadiyah yang berkemajuan.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda studi banding, melainkan kunjungan penuh makna dari seorang kakak kepada adiknya. PCM Pekajangan berdiri pada tahun 1922, sedangkan PCM Gombong berdiri pada tahun 1924. Dalam perjalanan sejarah tersebut, Pekajangan memiliki usia yang lebih tua. Namun, dalam semangat persyarikatan, usia bukanlah ukuran utama keberhasilan. Yang lebih penting adalah bagaimana setiap generasi mampu mengembangkan amal usaha, memperkuat dakwah, dan menghadirkan manfaat sebesar-besarnya bagi umat dan masyarakat.

Sebagai kakak, PCM Pekajangan tentu merasa senang dan bangga menyaksikan kemajuan yang telah dicapai oleh PCM Gombong. Berbagai keunggulan dalam pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), penguatan tata kelola organisasi, serta sinergi dan kolaborasi Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) menjadi inspirasi berharga yang patut dipelajari bersama.

Lebih dari itu, kontribusi dan kepedulian PCM Gombong terhadap pengembangan serta berdirinya gerakan Muhammadiyah di luar wilayah cabangnya menunjukkan bahwa keberhasilan organisasi tidak semestinya berhenti pada kemajuan internal. Kemajuan sejati adalah ketika kekuatan yang dimiliki mampu menjadi energi bagi tumbuhnya cabang, ranting, dan amal usaha Muhammadiyah di tempat lain.

Semangat berbagi, menguatkan, dan membesarkan gerakan inilah yang menjadi salah satu pelajaran penting dari keberhasilan PCM Gombong meraih Best of the PCM Award Muhammadiyah Tahun 2025. Penghargaan tersebut menjadi inspirasi bahwa prestasi organisasi lahir dari kerja kolektif, kepemimpinan yang kuat, tata kelola yang baik, kaderisasi yang berkelanjutan, serta kolaborasi yang nyata.

Bagi PCM Pekajangan, keberhasilan adik bukanlah sesuatu yang membuat kakak merasa tertinggal. Sebaliknya, keberhasilan itu menjadi sumber kebanggaan sekaligus motivasi untuk terus belajar dan berbenah. Apa yang telah dicapai PCM Gombong diharapkan dapat dipelajari, disesuaikan, dan diterapkan di PCM Pekajangan sesuai dengan potensi, kebutuhan, serta karakteristik wilayahnya.

Kita tidak harus meniru seluruh langkah yang sama, tetapi kita perlu menangkap nilai-nilai baik di balik keberhasilan tersebut: kuat dalam berjamaah, unggul dalam pengelolaan AUM, solid dalam kaderisasi, profesional dalam tata kelola, serta luas dalam memberi manfaat kepada umat.

Ke depan, hubungan PCM Pekajangan dan PCM Gombong diharapkan tidak berhenti pada silaturahmi dan study tiru. Lebih dari itu, keduanya dapat membangun kemitraan strategis, saling berbagi pengalaman, mengembangkan inovasi dakwah, memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui LAZISMU, serta mengoptimalkan peran AMM sebagai generasi penerus persyarikatan.

Semangat ini selaras dengan firman Allah SWT: “Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan.” (QS. Al-Baqarah: 148).

Ayat ini mengajarkan bahwa persaingan dalam Muhammadiyah bukanlah persaingan untuk saling mengalahkan, melainkan perlombaan untuk menghadirkan kebaikan yang lebih besar. Cabang yang maju hendaknya menginspirasi cabang lainnya; cabang yang kuat hendaknya membantu menguatkan cabang yang lain; dan cabang yang berprestasi hendaknya menjadi pelopor bagi kemajuan persyarikatan secara lebih luas.

Inilah fastabiqul khairat dalam gerakan Muhammadiyah: berlomba-lomba dalam amal saleh, memperluas dakwah, memajukan pendidikan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat kaderisasi, dan membangun peradaban Islam yang berkemajuan.

Dari Pekajangan ke Gombong, dari kakak kepada adik, dari silaturahmi menuju kolaborasi, dari inspirasi menjadi aksi.

Semoga pertemuan ini menjadi awal dari sinergi yang semakin kokoh antara PCM Pekajangan dan PCM Gombong, sekaligus menginspirasi PCM-PCM lainnya untuk terus berbenah, berinovasi, dan saling menguatkan.

Mari bersama-sama berjihad fi sabilillah melalui dakwah dan amal nyata, membesarkan Muhammadiyah bukan hanya di wilayah kita sendiri, tetapi juga dengan menginisiasi, mendukung, dan menguatkan pertumbuhan Muhammadiyah di wilayah lain.

Karena ukuran keberhasilan sebuah cabang bukan hanya seberapa besar dirinya tumbuh, melainkan seberapa besar manfaat yang mampu diberikan untuk membesarkan gerakan Muhammadiyah secara keseluruhan.

PCM Pekajangan dan PCM Gombong: Berbeda usia, bersaudara dalam perjuangan, bersinergi dalam dakwah, dan bersama-sama berfastabiqul khairat untuk Muhammadiyah Berkemajuan. (gusnadi)

 

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Ketua Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Riau (BPH Umri) ....

Suara Muhammadiyah

14 February 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pimpinan Wilayah 'Aisy....

Suara Muhammadiyah

8 July 2024

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) kembali mengirim tim relawan be....

Suara Muhammadiyah

9 December 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Reinaldy Aslam, Ketua BEM Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

5 October 2023

Berita

SRAGEN, Suara Muhammadiyah – Sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat dan implementasi....

Suara Muhammadiyah

9 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah