Menjaga Alam Bagian dari Tanggung Jawab Keimanan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
132
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BOJONEGORO, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro menggelar Kajian Ramadhan 1447 H yang berlangsung di Aula At-Taqwa Bojonegoro, Sabtu (8/3). Hadir sebagai narasumber Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muchamad Arifin.

Dalam pemaparannya, Arifin mengangkat tema “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan”, sebuah perspektif yang menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan hidup bukanlah gagasan baru dalam Muhammadiyah.

Menurutnya, sejak awal berdiri, Muhammadiyah telah mempraktikkan dakwah yang tidak hanya berorientasi pada penguatan akidah dan ibadah, tetapi juga pada tanggung jawab manusia sebagai khalifah untuk menjaga bumi.

Arifin menegaskan bahwa ekoteologi Muhammadiyah tidak berhenti pada wacana akademik seperti seminar, lokakarya, atau forum diskusi semata. Lebih dari itu, nilai-nilai tersebut telah menjadi bagian dari gerakan dakwah Muhammadiyah yang nyata di tengah masyarakat.

“Bagi Muhammadiyah, menjaga alam dan lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab keimanan. Dakwah tidak hanya berbicara tentang akidah dan ibadah, tetapi juga bagaimana manusia menghadirkan kemaslahatan bagi alam dan kehidupan sosial,” ujarnya.

Lebih jauh, Arifin menjelaskan bahwa dakwah lingkungan yang dilakukan Muhammadiyah tidak hanya terbatas pada persoalan teknis seperti pengelolaan sampah atau kebersihan lingkungan.

Dalam perspektif dakwah komunitas yang dikembangkan LDK Muhammadiyah, istilah “sampah” justru dimaknai secara lebih luas, yakni kelompok-kelompok masyarakat yang selama ini sering dipinggirkan.

Melalui pendekatan dakwah yang inklusif dan humanis, Muhammadiyah berupaya merangkul berbagai komunitas marginal seperti anak jalanan, komunitas punk, mantan narapidana terorisme, hingga mantan pekerja seks komersial.

Mereka yang sebelumnya sering dianggap “terbuang” oleh masyarakat justru dipandang sebagai bagian dari umat yang harus dirangkul, diberdayakan, dan dibimbing menuju kehidupan yang lebih bermartabat.

“Bagi Muhammadiyah, tidak ada manusia yang pantas dianggap sampah. Semua memiliki peluang untuk berubah dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Dakwah harus hadir membawa harapan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Arifin juga memaparkan pengalaman Muhammadiyah dalam menjangkau masyarakat di wilayah-wilayah terpencil, termasuk daerah pedalaman dan kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui berbagai program dakwah komunitas, Muhammadiyah terus berupaya menghadirkan layanan pendidikan, pembinaan keagamaan, serta pemberdayaan sosial bagi masyarakat yang selama ini sulit dijangkau.

Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah kembali menegaskan komitmennya sebagai gerakan dakwah yang tidak hanya membangun kesalehan individu, tetapi juga menghadirkan kepedulian sosial dan tanggung jawab ekologis bagi keberlangsungan kehidupan bersama.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Dalam Rangka Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, Mu....

Suara Muhammadiyah

27 April 2024

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah - Silaturahmi dan pembinaan ideologi menjadi agenda Majelis Pendidikan....

Suara Muhammadiyah

20 February 2026

Berita

SUKABUMI, Suara Muhammadiyah - Mengusung tema “Dinamisasi Gerakan Perempuan Berkemajuan untuk ....

Suara Muhammadiyah

8 December 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara Dr Andi Lukman menyerah....

Suara Muhammadiyah

28 August 2024

Berita

PAYAKUMBUH, Suara Muhammadiyah — Para dai perlu memahami peta dakwah guna menentukan strategi ....

Suara Muhammadiyah

23 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah