Menjaga Alam Bagian dari Tanggung Jawab Keimanan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
390
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BOJONEGORO, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro menggelar Kajian Ramadhan 1447 H yang berlangsung di Aula At-Taqwa Bojonegoro, Sabtu (8/3). Hadir sebagai narasumber Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muchamad Arifin.

Dalam pemaparannya, Arifin mengangkat tema “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan”, sebuah perspektif yang menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan hidup bukanlah gagasan baru dalam Muhammadiyah.

Menurutnya, sejak awal berdiri, Muhammadiyah telah mempraktikkan dakwah yang tidak hanya berorientasi pada penguatan akidah dan ibadah, tetapi juga pada tanggung jawab manusia sebagai khalifah untuk menjaga bumi.

Arifin menegaskan bahwa ekoteologi Muhammadiyah tidak berhenti pada wacana akademik seperti seminar, lokakarya, atau forum diskusi semata. Lebih dari itu, nilai-nilai tersebut telah menjadi bagian dari gerakan dakwah Muhammadiyah yang nyata di tengah masyarakat.

“Bagi Muhammadiyah, menjaga alam dan lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab keimanan. Dakwah tidak hanya berbicara tentang akidah dan ibadah, tetapi juga bagaimana manusia menghadirkan kemaslahatan bagi alam dan kehidupan sosial,” ujarnya.

Lebih jauh, Arifin menjelaskan bahwa dakwah lingkungan yang dilakukan Muhammadiyah tidak hanya terbatas pada persoalan teknis seperti pengelolaan sampah atau kebersihan lingkungan.

Dalam perspektif dakwah komunitas yang dikembangkan LDK Muhammadiyah, istilah “sampah” justru dimaknai secara lebih luas, yakni kelompok-kelompok masyarakat yang selama ini sering dipinggirkan.

Melalui pendekatan dakwah yang inklusif dan humanis, Muhammadiyah berupaya merangkul berbagai komunitas marginal seperti anak jalanan, komunitas punk, mantan narapidana terorisme, hingga mantan pekerja seks komersial.

Mereka yang sebelumnya sering dianggap “terbuang” oleh masyarakat justru dipandang sebagai bagian dari umat yang harus dirangkul, diberdayakan, dan dibimbing menuju kehidupan yang lebih bermartabat.

“Bagi Muhammadiyah, tidak ada manusia yang pantas dianggap sampah. Semua memiliki peluang untuk berubah dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Dakwah harus hadir membawa harapan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Arifin juga memaparkan pengalaman Muhammadiyah dalam menjangkau masyarakat di wilayah-wilayah terpencil, termasuk daerah pedalaman dan kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui berbagai program dakwah komunitas, Muhammadiyah terus berupaya menghadirkan layanan pendidikan, pembinaan keagamaan, serta pemberdayaan sosial bagi masyarakat yang selama ini sulit dijangkau.

Melalui kegiatan ini, Muhammadiyah kembali menegaskan komitmennya sebagai gerakan dakwah yang tidak hanya membangun kesalehan individu, tetapi juga menghadirkan kepedulian sosial dan tanggung jawab ekologis bagi keberlangsungan kehidupan bersama.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah - Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah meng....

Suara Muhammadiyah

15 September 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Herry Suhardiyanto ....

Suara Muhammadiyah

11 February 2025

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah – Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dan Pimpinan Pusa....

Suara Muhammadiyah

23 March 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sebelas film dokumenter karya mahasiswa Ilmu Ilmu Komunikasi Univer....

Suara Muhammadiyah

17 July 2024

Berita

SINJAI, Suara Muhammadiyah - Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa berharap, peran majelis-lembaga ....

Suara Muhammadiyah

22 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah