Merangkai Puzzle Tauhid Murni, Antara Aksioma dan Aksi Nyata

Suara Muhammadiyah

20 February 2026

591
Pengajian Ramadhan 1447 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Foto: Cris

Pengajian Ramadhan 1447 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam Keputusan Muktamar ke-48 tahun 2022, Muhammadiyah secara eksplisit menegaskan pengembangan cara pandang keislaman berlandaskan pada tauhid (al-mabni ‘ala al-tauhid). Namun, menurut Bachtiar Dwi Kurniawan, fondasi tauhid tersebut masih menyisakan sejumlah puzzle yang belum terkodifikasi secara utuh dan sistematis di tingkat akar rumput.

“Tentu kami mengalami kegundahan di sini karena kami hanya mendapatkan referensi sumber dari Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah tentang tauhid itu, dan Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah yang secara umum,” katanya, yang juga disapa Gus Bach.

Tetapi secara lebih komprehensif, integratif, yang membedakan (yang menjadi distingsi) akidah atau tauhid yang dipahami Muhammadiyah itu seperti apa, belum ada. “Setiap materi tentang tauhid, kita banyaknya eklektik, mengambil dari sana-sini, dan tentunya sangat variatif tergantung pembicara yang diundang,” bebernya.

Di sinilah Pengajian Ramadhan 1447 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah menemukan titik urgensinya. Apalagi, secara tema, pemfokusannya sangat mendalam sekali. “Akidah Islam Berkemajuan: Memperluas Paham Tauhid Murni Tinjauan Ideologis, Filosofis, dan Praksis.”

“Tema ini sebagai bagian dari ikhtiar kami di dalam mengisi ruang-ruang kosong, puzzle-puzzle yang ada di Muhammadiyah, sehingga nanti bisa semakin menyempurnakan, bisa semakin menguatkan bangunan paham keislaman dan ideologi kemuhammadiyahan itu secara lebih utuh dan komprehensif,” jelasnya di Student Dormitory Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (20/2).

Karena itu, sangat dibutuhkan masukan dan berbagai hal ide, gagasan, pemikiran konstruktif, lebih-lebih terkait dengan tauhid, mulai dari tinjauan perspektif filosofis, teologis, dan praksis.

“Bagaimana tauhid itu tidak hanya bentuk aksioma-aksioma normatif tapi juga tauhid yang fungsional yang menjadi dasar kita bergerak di dalam menerjemahkan Islam yang praksis itu sendiri,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ngomongin soal kader dan perkaderan di Muhammadiyah, tak pern....

Suara Muhammadiyah

11 July 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pertandingan antara UAD FC dan Mataram Utama Manggala FC di Stadion....

Suara Muhammadiyah

13 February 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dosen Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Ba....

Suara Muhammadiyah

19 February 2026

Berita

CIAMIS, Suara Muhammadiyah – Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai keseh....

Suara Muhammadiyah

9 October 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Kepemimpinan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unismuh....

Suara Muhammadiyah

4 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah