Merangkai Puzzle Tauhid Murni, Antara Aksioma dan Aksi Nyata

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
215
Pengajian Ramadhan 1447 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Foto: Cris

Pengajian Ramadhan 1447 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam Keputusan Muktamar ke-48 tahun 2022, Muhammadiyah secara eksplisit menegaskan pengembangan cara pandang keislaman berlandaskan pada tauhid (al-mabni ‘ala al-tauhid). Namun, menurut Bachtiar Dwi Kurniawan, fondasi tauhid tersebut masih menyisakan sejumlah puzzle yang belum terkodifikasi secara utuh dan sistematis di tingkat akar rumput.

“Tentu kami mengalami kegundahan di sini karena kami hanya mendapatkan referensi sumber dari Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah tentang tauhid itu, dan Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah yang secara umum,” katanya, yang juga disapa Gus Bach.

Tetapi secara lebih komprehensif, integratif, yang membedakan (yang menjadi distingsi) akidah atau tauhid yang dipahami Muhammadiyah itu seperti apa, belum ada. “Setiap materi tentang tauhid, kita banyaknya eklektik, mengambil dari sana-sini, dan tentunya sangat variatif tergantung pembicara yang diundang,” bebernya.

Di sinilah Pengajian Ramadhan 1447 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah menemukan titik urgensinya. Apalagi, secara tema, pemfokusannya sangat mendalam sekali. “Akidah Islam Berkemajuan: Memperluas Paham Tauhid Murni Tinjauan Ideologis, Filosofis, dan Praksis.”

“Tema ini sebagai bagian dari ikhtiar kami di dalam mengisi ruang-ruang kosong, puzzle-puzzle yang ada di Muhammadiyah, sehingga nanti bisa semakin menyempurnakan, bisa semakin menguatkan bangunan paham keislaman dan ideologi kemuhammadiyahan itu secara lebih utuh dan komprehensif,” jelasnya di Student Dormitory Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (20/2).

Karena itu, sangat dibutuhkan masukan dan berbagai hal ide, gagasan, pemikiran konstruktif, lebih-lebih terkait dengan tauhid, mulai dari tinjauan perspektif filosofis, teologis, dan praksis.

“Bagaimana tauhid itu tidak hanya bentuk aksioma-aksioma normatif tapi juga tauhid yang fungsional yang menjadi dasar kita bergerak di dalam menerjemahkan Islam yang praksis itu sendiri,” tandasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pesantren Mahasiswa KH. Ahmad Dahlan pada hari Ahad (17/03) menyele....

Suara Muhammadiyah

18 March 2024

Berita

Gelar Pelatihan Pupuk Organik dan Bank Sampah SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah - Ikatan Mahasiswa....

Suara Muhammadiyah

17 November 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta kembali me....

Suara Muhammadiyah

13 November 2025

Berita

MAKSSAR, Suara Muhammadiyah - Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar ....

Suara Muhammadiyah

19 February 2024

Berita

CIREBON, Suara Muhammadiyah – Bertempat di Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), sejak Jumat....

Suara Muhammadiyah

21 April 2025