Merawat Kebinekaan di Sambi Rampas, SMK Muhammadiyah Manggarai Timur Hidupkan Spirit Al-Ma’un
MANGGARAI TIMUR, Suara Muhammadiyah — Suasana Hari Raya Idul Adha di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, tahun ini terasa begitu menyejukkan hati. Mengusung spirit Al-Ma’un yang menekankan kepedulian sosial tanpa batas, SMK Muhammadiyah Manggarai Timur menyelenggarakan penyembelihan dan pembagian daging kurban yang menyasar seluruh elemen masyarakat sekitar—tanpa memandang latar belakang agama.
Pada Idul Adha kali ini, panitia kurban SMK Muhammadiyah Manggarai Timur menyembelih total 7 ekor hewan kurban, yang terdiri dari 4 ekor sapi dan 3 ekor kambing. Jumlah ini kemudian didistribusikan secara luas demi menebar kebahagiaan bagi sesama.
Kegiatan yang berpusat di lingkungan sekolah ini menjadi bukti nyata bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat bertransformasi menjadi perekat sosial di tengah keberagaman masyarakat NTT. Kepala SMK Muhammadiyah Manggarai Timur mengungkapkan bahwa ibadah kurban kali ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum untuk mempraktikkan langsung teologi Al-Ma’un yang diajarkan dalam Muhammadiyah.
"Spirit Al-Ma'un mengajarkan kita untuk peka terhadap kesusahan sesama dan berbagi kepada siapa saja yang membutuhkan. Di Sambi Rampas, kami hidup berdampingan dalam keberagaman. Karena itu, kebahagiaan Idul Adha ini harus dirasakan oleh seluruh warga," ujarnya.
Sejak pagi hari, para guru, staf, dan siswa-siswi tampak bahu-membahu bersama warga setempat. Mulai dari proses penyembelihan, pemotongan, hingga pengemasan daging kurban, semua dilakukan dengan penuh kebersamaan dan suka cita.
Pihak panitia kurban sekolah memastikan bahwa distribusi logistik dilakukan secara inklusif dan adil. Manfaat dan keberkahan dari kurban ini tidak hanya dirasakan oleh internal sekolah seperti siswa-siswi non-Muslim, melainkan juga meluas ke masyarakat umum hingga jajaran pimpinan daerah yang non-Muslim.
Secara istimewa, paket daging kurban ini juga dihantarkan kepada dan dinikmati oleh Bapak Romo Pastor Paroki Hati Maha Kudus Tuhan Yesus Pota, Bapak Camat Sambi Rampas, serta Bapak Kapolsek Pota yang kebetulan beragama non-Muslim. Kehadiran dan dukungan para tokoh agama serta pimpinan wilayah ini mempertegas bahwa perbedaan keyakinan bukanlah sekat, melainkan kekayaan dalam merawat toleransi.
Langkah inklusif ini mendapat apresiasi mendalam dari para tokoh dan warga non-Muslim yang menerima paket kurban. Bagi mereka, aksi nyata yang diinisiasi oleh SMK Muhammadiyah Manggarai Timur ini merupakan cerminan persaudaraan sejati yang melampaui batas-batas perbedaan formal.
Selain dimensi sosial, kegiatan ini juga menjadi ruang belajar yang luar biasa bagi para siswa. Melalui keterlibatan langsung dalam mengurus 7 ekor hewan kurban tersebut, siswa tidak hanya belajar tentang tata cara penyembelihan secara syariat, tetapi juga langsung mempraktikkan nilai-nilai kemanusiaan, gotong royong, dan toleransi sejak dini.
Dengan suksesnya gelaran kurban ini, SMK Muhammadiyah Manggarai Timur berharap pesan damai dan semangat berbagi dari Sambi Rampas dapat terus menginspirasi daerah lain untuk merawat kebersamaan dan persaudaraan sejati di bumi Utara Manggarai Timur.

