Miliki Sistem Terstruktur dan Jaringan Luas, BGN Gandeng Muhammadiyah Sukseskan Program MBG

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1020
SPPG

SPPG

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Sejak Muhammadiyah membentuk gugus tugas percepatan pengimplementasian program Makan Bergizi Gratis pada September 2024, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI Dadan Hindayana mengaku bahwa kehadiran Muhammadiyah akan banyak membantu dan memudahkan kerja-kerja BGN. Melalui jaringannya yang tersebar luas di seluruh Indonesia dan memiliki sistem organisasi yang rapi serta terstruktur, kerjasama dengan Muhammadiyah menurutnya akan memberi keuntungan yang strategis bagi BGN untuk mensukseskan program-program pemerintah. 

Berdasarkan data, pemerintah telah berhasil mendirikan 2007 SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di 38 provinsi. Dari jumlah tersebut, 5 diantaranya adalah milik Muhammadiyah. Dan pada Agustus tahun ini, pemerintah akan menargetkan 8000 SPPG secara nasional.  

“Hari ini kami sudah bisa melayani 6,2 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia,” ujarnya. 

Meski secara presentasi penerima manfaat masih cukup kecil, hanya sekitar 7 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Dadan menyampaikan bahwa jumlah tersebut setara dengan jumlah keseluruhan penduduk Singapura. Hal ini menunjukkan betapa besarnya penduduk Indonesia. 

“Jadi besar sekali yang harus kita bina dari penduduk Indonesia. Dan kita sangat konsen dengan 60 persen anak-anak Indonesia yang lahir dari orang tua dengan latar belakang pendidikan hanya 9 tahun. Dan kenyataan yang mencengangkan, 60 persen anak-anak Indonesia tidak pernah minum susu,” terang Dadan dalam peresmian SPPG Muhammadiyah se-Indonesia di PCM Minggir, Sleman, Yogyakarta (16/7). 

Tidak hanya menyasar anak-anak usia sekolah, pemerintah melalui BGN juga akan melakukan intervensi dalam pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak balita. 

Untuk pemenuhan gizi tersebut, setiap SPPG, seharinya akan membutuhkan 200 kg beras, 3000 telor, 350 ekor ayam, 300 kg sayur, 350 kg buah, dn 450 liter susu. Berdasarkan kebutuhan bahan pokok tersebut, Dadan meyakini bahwa hal tersebut akan menciptakan efek domino ekonomi yang sangat besar di daerah. Selain itu juga membentuk sebuah ekosistem yang menguntungkan masyarakat lokal. 

“Jumlah pekerja pada setiap SPPG ada sekitar 50 orang. Dimana sebagian besar adalah ibu-ibu yang usianya 40 tahun ke atas. Dan setiap satuan membutuhkan 15 suplayer, mulai dari beras, bumbu, bawang, telor, ayam, ikan, minyak, dan lain-lain,” tegasnya. 

Hal ini menurut Dadan menjadi sinyal positif bagi ekosistem ekonomi di daerah. Ditambah lagi peran dari Muhammadiyah yang sangat responsif dalam membatu kerja-kerja pemerintah. “Bapak dan ibu sekalian, kami mohon doa serta dukungannya agar target 82,9 juta masyarakat bisa kita layani di akhir tahun ini,” ujarnya. (diko)

 

 

 

 

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

  MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Sepertinya, tidak ada hari yang lebih seru dan mengasyikkan b....

Suara Muhammadiyah

7 July 2024

Berita

BREBES, Suara Muhammadiyah - Suasana penuh semangat dan hikmah menyelimuti Pengajian Akbar Jum&rsquo....

Suara Muhammadiyah

24 May 2025

Berita

BANJARMASIN, Suara Muhammadiyah - Pada Ahad, 15 Muharram 1446 H atau bertepatan dengan 21 Juli 2024,....

Suara Muhammadiyah

22 July 2024

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Suasana penuh kehangatan menyelimuti SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) ....

Suara Muhammadiyah

31 March 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yo....

Suara Muhammadiyah

7 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah