Mitigasi Bencana, MBS Pleret Ciptakan Lembaga Pendidikan Aman

Suara Muhammadiyah

30 September 2024

1347
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANTUL, Suara Muhammadiyah - MBS Pleret mengadakan mitugasi bencana berkolaborasi dengan Lembaga Resiliansi Bencana atau Muhammadiyah Disaster Management Center Pimpinan Daeraah Muhammadiyah Bantul. Santri putra mengikuti mitigasi di MBS unit Dahromo dan santri putri di unit Kanggotan, Kamis (26/9/2024). 

Rangkaian mitigasi dimulai dengan pembukaan dan sambutan dari Direktur PLT MBS Pleret yaitu Ustadz Fatkul Mubin M.Pd. Beliau menyampaikan tentang pentingnya Lembaga Pendidikan pesantren memperhatikan keamanan untuk santri terutama dalam persoalan penaggulangan bencana. Dipandu oleh fasilitator Lembaga Resiliensi Bencana PDM Bantul, baik santri putra maupun santri putri antusias dalam mengikuti kegiatan ini. 

Sesi pertama adalah penyampaian pengantar dasar mengenai lingkungan, bencana dan penanggulangan bencana. Dan dilanjut dengan sesi praktik mitigasi. Santri mendapatkan banyak sekali informasi pada sesi pertama. Terutama terkait pengenalan kondisi alam sekitar, termasuk kondisi geografis MBS Pleret yang berada di Kabupaten Bantul. Santri juga diperkenalkan dengan berbagai ancaman lingkungan berserta tanda tandanya. 

Selain itu santri juga diperkenalkan bagaimana bentuk bangunan yang aman dari bencana. Terutama bangunan sekolah. Dan yang lebih utama adalah ada atau tidaknya titik kumpul evakuasi apabila terjadi bencana. Pembentukan tim siaga bencana dengan anggota para santri juga harus dilakukan. Hal tersebut ditujukan agar penanggulangan bencana di pesantren dapat maksimal. Santri dapat menjadi agen keselamatan diantara teman-temannya untuk mengingatkan, mengajarkan dan membantu proses mitigasi. 

Pada sesi kedua santri mempraktikkan dua Langkah proses mitigasi. Yaitu langkah saat terjadi bencana atau bahaya dan proses evakuasi. Mitigasi yang dipraktikkan adalah bencana gempa bumi.  Tim LRB bersama Ustadz dan ustadzah yang bertugas telah menyusun jalur dan lokasi evakuasi yang sesuai dengan kondisi bangunan MBS pleret. Khususnya di asrama tempat santri tinggal dan kelas tempat santri belajar. 

Santri diajarkan bagaimana proses penyelamatan diri saat bencana gempa bumi berlangsung. Mulai dari harus melakukan perlindungan diri saat bunyi sirine bahaya terdengar. Perlindungan yang dilakukan berupa merunduk ke bawah dan menutup bagian kepala menggunakan tas, bantal, barang yang bisa menutup kepala, berlindung dibawah Kasur maupun meja. Dan apabila bunyi tanda evakuasi dilakukan, santri tidak diperkenankan berisik dan saling mendorong. Santri dapat membawa barang pelindung kepala ke titik kumpul evakuasi.

Harapannya ini dapat menjadi bukti bahwa MBS Pleret berupaya memberikan keamanan terbaik untuk santri santrinya dalam mengenyam pendidikan. Terlebih Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan dengan kondisi santri yang jauh dari orang tua. Maka santri diharapkan dapat memiliki wawasan dan kemampuan untuk menjaga diri mereka sendiri.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Mualaf Learning Center Muhammadiyah (MLC-M) Lembaga Dakwah Komu....

Suara Muhammadiyah

25 May 2026

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah – Dosen Universitas Muhammadiyah Kudus(UMKU) yang tergabung dalam Ti....

Suara Muhammadiyah

5 April 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Ratusan warga persyarikatan Muhammadiyah Kota Makassar memadati pelat....

Suara Muhammadiyah

29 December 2023

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Kepolisian Daerah (Polda) Jaw....

Suara Muhammadiyah

4 October 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Untuk kali pertama, gelaran multi olahraga Muhammadiyah Sport Compet....

Suara Muhammadiyah

28 July 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah