Muhammadiyah Penilikan OKU Tingkatkan Mutu Pendidikan di Daerah

Suara Muhammadiyah

13 October 2026

56
Dok Istimewa

Dok Istimewa

OGAN KOMERING ULU, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Ranting Muhammadiyah Penilikan, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, menggelar pelatihan peningkatan kapasitas guru TK, MI, dan SMP Muhammadiyah pada Sabtu (10/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di MI Muhammadiyah Penilikan mulai pukul 08.00 WIB ini bertujuan meningkatkan kompetensi pendidik agar adaptif, inovatif, dan mampu mengikuti perkembangan dunia pendidikan.

Pelatihan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Assoc. Prof. Akhmad Darmawan, SE, M.Si., Ph.D., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP), serta Dr. Aris Slamet Widodo, SP, M.Sc., dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kegiatan ini diikuti para guru dari satuan pendidikan Muhammadiyah di Penilikan.

Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Penilikan, Saepudin, mengatakan peningkatan kapasitas guru merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan Muhammadiyah. Menurutnya, guru tidak hanya dituntut mampu merancang dan melaksanakan pembelajaran, tetapi juga harus menguasai materi, membangun komunikasi yang baik, serta memberikan keteladanan kepada peserta didik. “Pelatihan ini diadakan agar guru Muhammadiyah semakin adaptif, inovatif, dan berkemajuan,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Akhmad Darmawan menekankan pentingnya transformasi peran guru Muhammadiyah dalam menghadapi perubahan zaman, perkembangan teknologi digital, dan tuntutan peningkatan mutu pendidikan. Penguasaan teknologi pembelajaran, menurutnya, semakin dibutuhkan untuk memperluas sumber belajar, meningkatkan kreativitas guru, serta menciptakan proses pembelajaran yang menarik dan interaktif.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas guru tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan menyampaikan materi pelajaran. Guru juga perlu mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, disertai kemampuan memanfaatkan teknologi pembelajaran secara tepat.

Guru Muhammadiyah, lanjut Darmawan, memiliki tanggung jawab untuk menjadi pendidik yang inspiratif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Peran guru tidak sebatas mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai Islam, serta mempersiapkan generasi yang unggul dan berkemajuan.

Darmawan juga menyoroti perubahan besar dalam dunia pendidikan akibat digitalisasi, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta dinamika karakter peserta didik. Kondisi tersebut menuntut guru untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, serta berpusat pada peserta didik.

Selain kompetensi individu, ia mendorong penguatan budaya organisasi sekolah yang sehat, kolaboratif, disiplin, dan berorientasi pada mutu. Kemajuan lembaga pendidikan Muhammadiyah, menurutnya, tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga kualitas kepemimpinan kepala sekolah, komitmen guru, kerja sama antarlembaga, serta dukungan masyarakat.

Sementara itu, Aris Slamet Widodo menyampaikan bahwa TK, MI, dan SMP Muhammadiyah Penilikan memiliki peluang untuk mengembangkan ekosistem pendidikan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Sinergi antarsatuan pendidikan diharapkan dapat memperkuat kesinambungan pembinaan peserta didik sejak pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah pertama.

Keberadaan lembaga pendidikan Muhammadiyah di Penilikan juga mencerminkan peran Persyarikatan dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat. Karena itu, pendidikan Muhammadiyah perlu terus mengedepankan nilai-nilai Islam berkemajuan, keterbukaan, toleransi, serta pelayanan pendidikan yang berkualitas dan inklusif.

Penguatan ekosistem pendidikan tersebut diharapkan dapat memperluas kontribusi Muhammadiyah di tingkat lokal sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan yang dikelolanya.

Dalam kegiatan tersebut, Darmawan turut mendorong pengembangan kawasan MU-PARK (Penilikan Academic Resource & Knowledge) sebagai identitas kawasan pendidikan sekaligus pusat penguatan sumber daya pengetahuan. Kawasan ini diharapkan menjadi ruang integrasi, kolaborasi, dan pengembangan lembaga pendidikan Muhammadiyah di Penilikan.

Melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, inovasi pembelajaran, dan tata kelola sekolah yang profesional, TK, MI, dan SMP Muhammadiyah Penilikan diharapkan semakin berkembang serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Keberhasilan pendidikan Muhammadiyah, menurut Darmawan, tidak semata-mata diukur dari jumlah peserta didik, tetapi juga dari kemampuan sekolah menghasilkan generasi yang berilmu, berkarakter, mandiri, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan peningkatan kapasitas guru ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen para pendidik dalam membangun lembaga pendidikan Muhammadiyah yang unggul, inklusif, berdaya saing, dan berkemajuan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pengurus Korps Protokoler Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jaka....

Suara Muhammadiyah

23 January 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) ....

Suara Muhammadiyah

12 January 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Kampus Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) menjadi saksi bis....

Suara Muhammadiyah

10 July 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Analisis data merupakan keterampilan penting yang harus dikuas....

Suara Muhammadiyah

14 October 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) terus memperkuat budaya a....

Suara Muhammadiyah

11 July 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah