Muktamar XVI Tapak Suci Teguhkan Komitmen Bangun Karakter Bangsa

Suara Muhammadiyah

8 August 2026

436
Muktamar Tapak Suci ke-16

Muktamar Tapak Suci ke-16

SEMARANG, Suara Muhammadiyah — Sekitar 11 ribu peserta dan siswa Tapak Suci Putera Muhammadiyah memadati Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, dalam rangkaian pembukaan Muktamar Tapak Suci ke-16. Momentum tersebut menjadi penegasan bahwa Tapak Suci tidak sekadar menjadi wadah pengembangan seni bela diri, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun karakter dan persaudaraan bangsa. 

Ketua Umum Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Afnan Hadikusumo, mengatakan Tapak Suci sebagai organisasi otonom Muhammadiyah memiliki perhatian yang lebih luas daripada sekadar pengembangan kemampuan bela diri. Menurutnya, Tapak Suci terus menanamkan nilai-nilai karakter, ukhuwah, persaudaraan, serta kemanusiaan universal kepada para kader dan anggotanya. 

“Sebagai organisasi otonom Muhammadiyah, Tapak Suci tidak hanya berfokus kepada seni bela diri, tetapi juga membangun karakter, ukhuwah, persaudaraan, dan kemanusiaan universal,” ujar Afnan. 

Ia menegaskan, keberadaan Tapak Suci telah memberikan sumbangsih yang signifikan bagi pembangunan manusia Indonesia. Karena itu, Tapak Suci terus berikhtiar mengembangkan organisasi, salah satunya melalui pembangunan padepokan sebagai pusat keunggulan. 

Afnan menyebut berbagai keberhasilan telah ditorehkan Tapak Suci selama perjalanan organisasi. Capaian tersebut sekaligus menjadi modal penting dalam memperkuat organisasi dan menggerakkan roda kaderisasi Tapak Suci di berbagai daerah. 

Sebagai bentuk rasa syukur dan apresiasi kepada tokoh yang dinilai memiliki perhatian terhadap Tapak Suci dan Muhammadiyah, Afnan menyampaikan rencana penganugerahan gelar kehormatan Tapak Suci kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Wali Kota Semarang. 

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan kebanggaannya karena Muktamar Tapak Suci ke-16 dapat dilaksanakan di Jawa Tengah, tepatnya di Semarang yang berada di pusat Pulau Jawa. 

Menurutnya, Muktamar tidak sekadar menjadi forum organisasi, tetapi juga momentum untuk melahirkan gagasan dan pemikiran konstruktif bagi perkembangan Tapak Suci maupun bangsa Indonesia. 

“Melalui Muktamar ini semoga menghasilkan gagasan dan ide yang konstruktif,” katanya. 

Ahmad Luthfi juga menegaskan bahwa silat merupakan bagian dari warisan budaya bangsa yang memiliki peran penting dalam pembentukan karakter. Karena itu, pelestarian dan pengembangan seni bela diri perlu terus dilakukan sebagai bagian dari upaya membangun generasi Indonesia yang tangguh dan berkarakter. 

“Silat adalah warisan budaya untuk membangun karakter bangsa,” ujarnya sembari menyampaikan selamat atas pelaksanaan Muktamar Tapak Suci ke-16. 

Dukungan juga disampaikan Ketua Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), Muhammad Hasan. Ia menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terselenggaranya Muktamar Tapak Suci ke-16. 

Muhammad Hasan berharap keputusan-keputusan yang dihasilkan dalam Muktamar mampu membawa Tapak Suci menjadi organisasi yang semakin modern, mandiri, dan memiliki jangkauan internasional. 

“Saya percaya keputusan yang telah diambil dapat membawa Tapak Suci menjadi organisasi yang modern, mandiri, dan mendunia,” tuturnya. 

Ia menambahkan, Tapak Suci selama ini telah melahirkan banyak atlet berprestasi yang mengharumkan nama bangsa melalui berbagai ajang pencak silat. Kiprah tersebut menunjukkan bahwa Tapak Suci memiliki kontribusi nyata dalam pengembangan olahraga sekaligus pembinaan generasi muda. 

“Dari Tapak Suci telah lahir banyak atlet berprestasi. Tapak Suci menjadi pilar strategis dalam membangun generasi yang berkarakter demi kemajuan bangsa,” kata Muhammad Hasan. 

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi antara IPSI, pemerintah, dan Tapak Suci. Sinergi tersebut dinilai penting agar pembinaan pencak silat tidak hanya menghasilkan atlet berprestasi, tetapi juga generasi yang memiliki karakter kuat, disiplin, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan. 

“Mari kita perkuat sinergi antara IPSI, pemerintah, dan Tapak Suci,” ajaknya. 

Muktamar Tapak Suci ke-16 pun menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali posisi Tapak Suci sebagai organisasi kader yang mengintegrasikan bela diri, pendidikan karakter, prestasi olahraga, dakwah, dan kemanusiaan. Dengan ribuan peserta yang hadir di Simpang Lima, semangat tersebut sekaligus menunjukkan besarnya energi dan potensi Tapak Suci untuk terus berkontribusi bagi bangsa. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

TAIWAN, Suara Muhammadiyah – Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikda....

Suara Muhammadiyah

5 November 2024

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Sunshin....

Suara Muhammadiyah

17 February 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Minasa Upa Kota Makassar men....

Suara Muhammadiyah

9 March 2026

Berita

PALANGKA RAYA, Suara Muhammadiyah - Rumah sakit merupakan salah satu tempat layanan publik, salah sa....

Suara Muhammadiyah

24 September 2023

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial  (MPKS) Pimpinan Cabang M....

Suara Muhammadiyah

2 September 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah