LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Prestasi membanggakan ditorehkan murid Madrasah Aliyah Muhammadiyah 02 (MAMDA) Pondok Pesantren Modern Paciran dalam ajang Al Islam Creative Competition 2026. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Agama Islam (HIMAPAI) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Gresik.
Dalam kompetisi tersebut, MAMDA mengirimkan dua delegasi, yakni satu peserta lomba pidato Bahasa Arab dan satu tim Syarhil Qur’an. Kedua delegasi tersebut berhasil lolos seleksi daring dan melaju ke babak final yang digelar secara luring di Kampus Universitas Muhammadiyah Gresik pada Selasa (28/7).
Pada cabang pidato Bahasa Arab, Naurah Mumtazhah tampil memukau di hadapan dewan juri hingga berhasil meraih Juara 1. Pada saat yang sama, tim Syarhil Qur’an MAMDA yang diperkuat Elsie Lil Akhmar, Muhammad Falis Afrians, dan Muhammad Arjun Nashrullah juga sukses menyabet Juara 1. Mereka merupakan santri Pondok Pesantren Modern yang berasal dari berbagai daerah.
Naurah yang merupakan santri asal Kalimantan mengaku keikutsertaannya dilatarbelakangi oleh kecintaannya terhadap Bahasa Arab sekaligus keinginan untuk menguji kemampuan berpidato. "Saya memang suka Bahasa Arab dan ingin menguji kemampuan dengan mengikuti lomba, khususnya di bidang pidato,” ungkapnya.
Ia menuturkan, persiapan telah dilakukan sejak jauh hari dengan menyusun naskah secara mandiri. Naskah tersebut kemudian disempurnakan bersama Ustadzah Irtahat Isyati selaku guru pembimbing sebelum dikirim dalam bentuk video untuk tahap seleksi.
“Dari seleksi online dipilih sembilan finalis yang berhak tampil langsung di kampus,” terang murid kelas XII itu.
Lebih lanjut, Naurah menyampaikan bahwa tantangan terbesar justru muncul setelah penyampaian pidato. Setiap finalis diwajibkan menjawab pertanyaan dewan juri menggunakan Bahasa Arab sesuai tema yang dibawakan. "Alhamdulillah, semuanya bisa dilalui dengan baik,” tuturnya.
Keberhasilan meraih Juara 1 menjadi pengalaman berharga bagi Naurah. Ia bersyukur dapat membawa pulang prestasi sekaligus pengalaman berkompetisi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.
“Saya bersyukur mendapat pengalaman berkompetisi dan berhasil menjadi Juara 1. Semoga pengalaman ini bisa mendukung studi saya selanjutnya,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada pelajar lain untuk tidak takut mencoba dan terus berproses. “Dalam berkompetisi pasti ada menang dan kalah. Kalah beberapa kali bukanlah hal yang menyakitkan, melainkan langkah menuju kemenangan,” pesannya.
Prestasi MAMDA semakin lengkap dengan keberhasilan tim Syarhil Qur’an yang juga meraih Juara 1. Tim yang masuk lima besar finalis tersebut tampil solid dengan penyampaian yang sistematis dan penuh penghayatan. Mereka dibimbing oleh Ustadzah Rofidah dan Ustadzah Intan Febri Layyinah.
Kepala MAMDA, Wasli Fauqi mengutarakan rasa syukur dan bangga atas capaian prestasi yang diraih muridnya. "Semoga ini menjadi titik awal prestasi-prestasi lembaga kita semakin meningkat dan semakin memberikan energi positif untuk MAMDA ke depan," kata dia.
Capaian dua gelar Juara 1 ini menjadi bukti bahwa pembinaan akademik dan keagamaan di MAMDA mampu melahirkan generasi unggul, berprestasi, serta percaya diri untuk bersaing di tingkat perguruan tinggi. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan berani tampil dalam berbagai ajang kompetisi. (maftuhah/diko)

