Negeri Mayoritas Muslim, tapi Realitanya Jauh Panggang dari Api

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
96
Dr Agung Danarto, MAg

Dr Agung Danarto, MAg

PONOROGO, Suara Muhammadiyah - Umat Islam di Indonesia menjadi yang mayoritas dengan jumlah sekira 240 juta jiwa. Tetapi, realitas tidak kongruen dengan data yang tersaji. Agung Danarto menyingkap, ketidakkongruenan itu berpangkal dari pembumian pendidikan agama Islamnya.

"Kenapa seperti itu? Kita prihatin, kita miris. Indonesia mayoritas muslim, tetapi tingkat korupsinya itu luar biasa," kata Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Ihwal korupsi ini, terang Agung, spektrum penyebarannya kian menggurita. "Sudah hampir terjadi di tingkat pusat bahkan sampai ke tingkat yang paling rendah," bebernya, Ahad (31/5) saat Pengajian Ahad Pagi Al Manar di Halaman Masjid Al Manar Universitas Muhammadiyah Ponorogo Budi Utomo, Ronowijayan, Siman, Ponorogo, Jawa Timur.

Tidak hanya korupsi. Bentuk paradoks lain, kekayaan alamnya. Indonesia terkenal dengan "Gemah ripah loh jinawi," kemakmuran dan kekayaan alam yang luar biasa, namun realitanya jauh panggang dari api.

"Alhamdulillah luar biasa. Tapi kok ya kekayaan yang sedemikian besar kok ya belum mampu untuk menyejahterakan rakyat Indonesia," ujar Agung.

Bukti konkretnya apa? Kemiskinan masih menggelayuti negeri ini. Data BPS menampakkan, data BPS per bulan September 2025, persentase penduduk miskin sebesar sebesar 23,36 juta orang.

BPS melaporkan, data tersebut mengalami penurunan 0,49 juta orang terhadap Maret 2025 dan menurun 0,70 juta orang terhadap September 2024. Sekalipun begitu, tentu masih menjadi persoalan kompleks dan pelik yang dihadapi oleh negeri ini.

"Ternyata negeri yang kaya belum cukup memakmurkan," bebernya.

Berikutnya, menyangkut kejahatan. Berserakan peristiwa di permukaan menampilkan aksi kejahatan kian menyeruak. Lebih mengejutkan lagi, para pelakunya justru berasal dari umat Islam.

"Artinya apa? Artinya Islam belum bisa membawa menjadi pembeda antara orang yang berbuat baik dengan orang yang berbuat tidak baik," tegasnya.

Di satu sisi, menyangkut fenomena religiusitas, Indonesia termasuk negara yang tingkat keberagamaannya sangat tinggi. "Konon menurut survei sampai 98% orang Indonesia menganggap agama itu penting," ungkapnya.

Lebih-lebih lagi, terkait dengan kedermawanan, umat Islam Indonesia juga sangat tinggi, dermawan. "Menurut penelitian sekitar 82% orang Indonesia itu rutin infak sedekah. Sangat dermawan sekali," urainya.

Semua itu mengalami paradoks hatta laku umat Islam yang tidak berkelindan dengan nilai-nilai pendidikan keislaman sebagai basis penguat utama dalam kehidupan.

"Nampaknya ada sesuatu yang keliru dalam pendidikan agama Islam, yang tidak bisa menyebabkan Islam menjadi agama yang rahmatan lil alamin," sebutnya.

Pendidikan agama Islam yang diajarkan di Indonesia hanya hal-hal yang sifatnya formal. Seperti ibadah, dengan derivasinya salat, puasa, zakat, infak, dan sedekah, sudah terejawantah dengan baik, tetapi ada hal paling substansial justru tergeser dari garis orbit kehidupan.

"Mestinya yang ditekankan pertama adalah pendidikan keimanan, pendidikan tauhid," ulas Agung.

Mengaksentuasikan pendidikan keimanan, kata Agung, meniscayakan pendidikan yang menjadikan seseorang yakin bahwa ada kekuatan, ada sesuatu yang Maha Kuasa selain dari manusia itu sendiri.

"Pendidikan tauhid inilah yang nampaknya masih perlu mendapatkan penekanan lagi di pendidikan Islam yang ada di Indonesia," pinta Agung.

Sebab, output dari pendidikan keimanan inilah kelak kemudian akan menghasilkan manusia yang bertakwa. Tentu hal ini harus menjadi titik atensi khusus bagi umat Islam di Indonesia.

"Ketakwaan inilah yang harus kemudian mendapatkan basis penekanan yang sedemikian rupa bagi umat Islam yang ada di Indonesia," tekannya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KAMPAR, Suara Muhammadiyah - Ketika manusia meninggal. Maka terputuslah segala amalnya selama di dun....

Suara Muhammadiyah

28 March 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ex-DAD Pimpinan Komisariat FDK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengad....

Suara Muhammadiyah

11 November 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, ....

Suara Muhammadiyah

24 February 2026

Berita

PULANGPISAU, Suara Muhammadiyah - Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Pulang Pis....

Suara Muhammadiyah

23 December 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Di tengah gejolak ekonomi, meningkatnya angka pemutusan hubungan ke....

Suara Muhammadiyah

7 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah