Pascabencana, Muhammadiyah Inisiasi Sekolah Darurat di Aceh Tamiang

Suara Muhammadiyah

6 January 2026

707
Foto Istimewa

Foto Istimewa

ACEH TAMIANG, Suara Muhammadiyah - Pascabencana banjir yang melanda di wilayah Sumatera, Muhammadiyah terus berupaya memastikan proses pembelajaran tetap berjalan sebagaimana mestinya, kendati dalam kondisi darurat.

Upaya itu mulai dilakukan seperti yang tampak di SMP Muhammadiyah Kuala Simpang, Aceh Tamiang. Menurut Agus Taufiqurrahman, tim relawan Muhammadiyah hadir membantu agar pembelajaran terus berjalan.

“Bagaimanapun, adik-adik harus mendapatkan pembelajaran yang baik,” kata Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu dalam tayangan video yang diterima Redaksi Suara Muhammadiyah, Selasa (6/1).

Agus menuturkan, tim relawan tersebut disokong oleh relawan dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Begitu pun dengan tempat-tempat lain, “Relawan sudah disiapkan oleh Muhammadiyah,” beber Agus.

Suatu hal yang niscaya, tim relawan tersebut dihadirkan bekerja sama sebagai tujuan simetris, yakni inisiasi kegiatan pembelajaran, “sekalipun dalam keadaan darurat,” sambung Agus.

Dalam rentang tempo 1,5 bulan ini, Muhammadiyah bekerja keras di wilayah terdampak bencana dengan mengutamakan prinsip One Muhammadiyah One Response (OMOR). Program ini dikoordinasikan oleh Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

“Yang dibantu oleh Lazismu dan segala Majelis Lembaga terkait, memulai respon tanggap darurat ini,” terangnya.

Bersamaan dengan itu, Muhammadiyah kini telah mempersiapkan respons untuk rekonstruksi dan rehabilitasi daerah terdampak. Seluruh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah yang tidak terdampak juga ikut terlibat penuh dalam kegiatan penanggulangan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Semua itu kita kelola dengan prinsip One Muhammadiyah One Response, terkoordinasi dengan baik. Jadi seluruhnya ikut terlibat dalam kegiatan tanggap bencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ini,” ujar Agus.

Agus menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penanggulangan pascabencana ini. “Yang telah bekerja dengan ketulusan yang tidak pernah merasa lelah untuk menolong saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana,” tandasnya.

Inisiasi sekolah darurat ini menjadi bukti nyata komitmen Muhammadiyah, yang selalu hadir saat umat membutuhkan pertolongan, khususnya dalam menjamin hak pendidikan anak-anak di tengah situasi bencana. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Prof. Dr. Ma'mun Murod, ....

Suara Muhammadiyah

8 January 2025

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah – ‘Aisyi Tower Klaten resmi di soft opening, Selasa (16/6). D....

Suara Muhammadiyah

17 June 2026

Berita

KUPANG, Suara Muhammadiyah – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universit....

Suara Muhammadiyah

8 July 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung resmi membuka pendaft....

Suara Muhammadiyah

30 May 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (D....

Suara Muhammadiyah

10 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah