SUMEDANG, Suara Muhammadiyah — Guru di lingkungan Muhammadiyah dan Aisyiyah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan kepada peserta didik, selain menyampaikan ilmu pengetahuan.
Hal tersebut disampaikan dosen Universitas Muhammadiyah Bandung sekaligus Wakil Ketua PDM Sumedang Dr Supala MAg saat membawakan materi Muqaddimah Anggaran Dasar (AD) Muhammadiyah dalam kegiatan Baitul Arqam bagi guru SLB Muhammadiyah dan TK Aisyiyah se-Sumedang Utara, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kompleks Perguruan Muhammadiyah, Jalan Mayor Abdurrahman Nomor 219, Sumedang, tersebut bertujuan memperkuat pemahaman ideologi, politik, dan organisasi (ideopolitor) para pendidik di lingkungan persyarikatan.
Supala menjelaskan, Muqaddimah AD Muhammadiyah bukan sekadar dokumen organisasi. Namun, landasan pemikiran dan perjuangan yang perlu dipahami serta diterapkan dalam kegiatan pendidikan.
Menurutnya, pemahaman ideologi yang kuat perlu tercermin dalam sikap, keteladanan, dan cara guru mendidik peserta didik, baik anak berkebutuhan khusus di SLB maupun anak usia dini di TK Aisyiyah.
Melalui Baitul Arqam, kata Supala, para guru diharapkan dapat memperkuat pemahaman ideologi Muhammadiyah sekaligus meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesionalisme.
Dengan demikian, pendidikan tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu. Namun, sebagai media dakwah untuk membentuk generasi yang berakhlak, berkemajuan, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.*

