Pendampingan SMKM Kesehatan Palangkaraya Dorong Peningkatan Mutu dan Penguatan Branding Sekolah
PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah melaksanakan program pendampingan di SMKM Kesehatan Palangkaraya pada 20 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi guru dan karyawan agar terus meningkatkan mutu pendidikan serta mutu layanan sekolah kepada peserta didik dan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, tim pendamping dari Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah terdiri atas Dr. K.H. Muhammad Solihin Fanani dan Dr. Hardi Santosa. Pendampingan dilakukan sebagai bagian dari program penguatan sekolah Muhammadiyah yang berlangsung pada 20–24 Mei 2026 di wilayah Palangkaraya.
Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Dr. K.H. Muhammad Solihin Fanani, M.P.SDM menjelaskan bahwa kegiatan pendampingan melibatkan berbagai unsur di lingkungan Muhammadiyah dan sekolah. Peserta yang hadir terdiri atas unsur PWM, PWA, Majelis Dikdasmen PWM, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, karyawan, serta siswa.
“Pendampingan dilakukan langsung di lokasi sekolah, ruang kelas, dan lingkungan sekolah. Kami melihat secara langsung proses pembelajaran siswa, termasuk kegiatan praktik yang sedang dilaksanakan oleh para siswa,” ujarnya.
Ia menambahkan, SMKM Kesehatan Palangkaraya memiliki prospek yang baik serta menjadi sekolah yang memiliki ciri khas tersendiri karena fokus pada bidang kesehatan. Oleh karena itu, sekolah didorong untuk terus berkembang, termasuk membuka jurusan baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Dalam kunjungan tersebut, tim pendamping juga masuk ke sejumlah kelas untuk menyaksikan aktivitas belajar mengajar. Para siswa yang sedang menjalani praktik mendapatkan motivasi agar lebih semangat dalam belajar dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Selain memberikan motivasi kepada siswa, tim pendamping juga mengadakan pertemuan bersama pimpinan sekolah, guru, dan karyawan. Pada kesempatan itu, Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah memberikan penguatan, masukan, serta strategi pengembangan sekolah agar semakin maju dan diminati masyarakat.
Salah satu poin penting yang ditekankan dalam pendampingan adalah penguatan branding sekolah dan optimalisasi media sosial sebagai sarana promosi pendidikan. Sekolah didorong untuk lebih aktif mempublikasikan berbagai kegiatan, prestasi, dan layanan pendidikan melalui media sosial guna menarik minat calon peserta didik baru.
Melalui langkah tersebut, sekolah diharapkan mampu meningkatkan jumlah peserta didik baru secara signifikan, bahkan ditargetkan mencapai peningkatan hingga 100 persen pada tahun ajaran mendatang. Pendampingan ini juga menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah dalam memperkuat kualitas pendidikan dan daya saing sekolah-sekolah Muhammadiyah di berbagai daerah. (Hendra)

