BLANGPIDIE, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar Pengajian Akbar dalam rangka Milad ke-109 Aisyiyah di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah, Blangpidie. Kegiatan tersebut menghadirkan Ketua Majelis Tabligh dan ketarjihan Pimpinan Pusat Aisyiyah, Prof. Dr. Hj. Casmini, S.Ag., M.Si., Sabtu (13/6/2026).
Selain menjabat di Pimpinan Pusat Aisyiyah, Casmini juga dikenal sebagai asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan fasilitator nasional.
Pengajian Akbar Milad ke-109 Aisyiyah itu dihadiri kader Muhammadiyah dan Aisyiyah dari berbagai kecamatan di Abdya.
Dalam sambutannya, ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Aceh Barat Daya, Nazli Hasan, mengapresiasi kemampuan kader Aisyiyah Abdya menghadirkan salah satu pimpinan pusat organisasi perempuan Muhammadiyah tersebut.
“Kita sangat mengapresiasi Pimpinan Daerah Aisyiyah Abdya yang mampu menghadirkan pengurus Pimpinan Pusat Aisyiyah. Mudah-mudahan kita bisa menjadi kiblat bagi Muhammadiyah dan Aisyiyah di daerah lain di Aceh,” kata Nazli dalam sambutannya.
Menurut dia, kegiatan tersebut awalnya tidak masuk dalam agenda organisasi. Namun, semangat kebersamaan para kader membuat acara dapat terlaksana dengan baik dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
“Agenda ini sebenarnya tidak direncanakan sebelumnya. Tetapi dengan semangat kebersamaan ibu-ibu Aisyiyah, kegiatan ini dapat terselenggara secara baik dan meriah. Ini menunjukkan kesungguhan kita dalam berkhidmat,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Daerah Aisyiyah Abdya, Edya Hanum, menegaskan bahwa gerakan dakwah yang dijalankan organisasinya berorientasi pada pendekatan yang humanis dan membahagiakan masyarakat.
“Dakwah yang kita lakukan adalah dakwah yang menggembirakan, memanusiakan manusia,” kata Hanum.
Ia menjelaskan, Aisyiyah Abdya secara rutin melaksanakan kajian bulanan di tingkat daerah dan pengajian mingguan di tingkat cabang. Namun, menurutnya, masih terdapat sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian, terutama di sektor pendidikan anak usia dini.
Hanum mengungkapkan bahwa lembaga pendidikan milik Aisyiyah, khususnya taman kanak-kanak, masih menghadapi keterbatasan sarana bermain dan minim dukungan operasional. Selain itu, kesejahteraan guru juga menjadi persoalan yang belum terselesaikan.
“Saat ini kami masih ada keterbatasan fasilitas pendidikan. Sarana permainan di TK Aisyiyah masih minim, sementara sebagian guru menerima honor yang sangat kecil,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap Prof. Casmini dapat menyampaikan berbagai aspirasi tersebut kepada Pimpinan Pusat Aisyiyah agar mendapat perhatian dan dukungan yang lebih konkret.
Dalam kegiatan tersebut, Pimpinan Daerah Aisyiyah Abdya juga menyerahkan Buku Sejarah Muhammadiyah Aceh Barat Daya kepada Prof. Casmini.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian piagam penghargaan kepada sejumlah tokoh yang dinilai berjasa dalam perkembangan dan penguatan gerakan Aisyiyah di Aceh Barat Daya. (Agusnaidi B/Riz/Ha)

