SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman melalui Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) menggelar pengajian Ramadhan bertema “Aqidah Islam untuk Penguatan Ekonomi Umat," Sabtu (7/3/) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.
Ketua PDM Sleman, Harjaka, dalam tausiah pembuka mengingatkan bahwa Ramadhan bukan sekadar momentum memperbanyak ibadah ritual, tetapi juga kesempatan membersihkan hati dan memperteguh komitmen dalam menjalani kehidupan yang lebih bermakna.
“Ramadhan mengajarkan kita untuk menata hati, memperkokoh akidah, serta menjaga istiqamah dalam setiap langkah kehidupan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kekuatan spiritual merupakan fondasi penting bagi umat Islam dalam membangun kehidupan sosial dan ekonomi yang sehat.
Narasumber utama dalam pengajian tersebut adalah Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Riduwan. Dalam paparannya, Riduwan menekankan bahwa penguatan akidah harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi umat.
Ia mengajak warga Muhammadiyah di Sleman untuk memperkuat koordinasi dalam mengembangkan berbagai potensi ekonomi yang ada di lingkungan persyarikatan. Menurutnya, Muhammadiyah memiliki jaringan besar yang dapat menjadi kekuatan kolektif apabila dikelola secara baik dan profesional.
“Kita perlu membangun etos kerja yang unggul dan mengembangkan usaha secara profesional, namun tetap berpegang pada nilai-nilai Islam. Bisnis bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga sarana ibadah dan pemberdayaan umat,” jelas Riduwan.
Sementara itu, narasumber lainnya, Nur Aisyah Haifani, dari Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) DIY, menekankan pentingnya menumbuhkan semangat kewirausahaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, kemandirian ekonomi umat hanya dapat terwujud apabila semangat berwirausaha terus ditularkan dan dikembangkan.
“Semangat ekonomi harus hidup di tengah masyarakat. Jika umat memiliki kemandirian ekonomi, maka kekuatan sosial dan dakwah juga akan semakin kokoh,” ungkapnya. (Rief)

