Pengorbanan Nabi Ibrahim: Semakin Ikhlas, Semakin Mulia Sepanjang Masa

Publish

27 May 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
176
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Pengorbanan Nabi Ibrahim: Semakin Ikhlas, Semakin Mulia Sepanjang Masa

M. Saifudin, Lc

الحمد لله الذي ابتلى خليله إبراهيم فصبر وامتحنه فنجح ورفع ذكره في العالمين وجعل قصته نورًا للمؤمنين إلى يوم الدين. نحمده سبحانه على نعمة الإيمان والتوحيد، ونشكره على ما شرع لنا من شعائر الإسلام العظيمة.

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له شهادةً تُثَبِّتُ القلوب عند البلاء وتُعينُ النفوس على الطاعة والفداء وأشهد أن نبينا محمدًا عبده ورسوله الداعي إلى الاستسلام الكامل لله رب العالمين صلى الله عليه وعلى آله وصحبه ومن سار على نهجه إلى يوم الدين.

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ


Ma’asyiral muslimin yang dimuliakan Allah

Salah satu kisah terbesar yang Allah abadikan dalam Al-Qur’an adalah kisah totalitas pengorbanan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam karena Allah

Nabi Ibrahim ’alahissalam diselamatkan dari kaumnya yang zalim

Ketika Nabi Ibrahim ’alaihissalam mengajak kaumnya kepada tauhid, kaumnya justru membangkang dan membakar Ibrahim dengan api membara, namun Allah Ta’ala menolongnya dari kezaliman mereka,

قَالُوا ابْنُوا لَهُ بُنْيَانًا فَأَلْقُوهُ فِي الْجَحِيمِ * فَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الْأَسْفَلِينَ 

“Mereka berkata: ‘Dirikanlah bangunan untuk membakarnya, lalu lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala.’ Maka mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, tetapi Kami menjadikan mereka orang-orang yang hina.” (QS. Ash-Shaffat: 97–98)

Nabi Ibrahim ‘alaihis salam pun pergi untuk menjemput petunjuk dari Allah dan memohon anak yang saleh, sebagai pelipur hatinya, 

وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَى رَبِّي سَيَهْدِينِ * رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ 

“Dan Ibrahim berkata: ‘Sesungguhnya aku pergi menghadap Rabbku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku anak yang termasuk orang-orang saleh.’” (QS. Ash-Shaffat: 99–100)

Dianugerahi putra setelah penantian lama

Sesampainya di Kan’an (Palestina), Nabi Ibrahim ‘alaihissalam menikah dengan Sarah, namun lama tidak memiliki keturunan, atas saran Sayidah Sarah, Ibrahim menikahi Sayidah Hajar,

فَلَمَّا رَأَتْ سَارَةُ أَنَّهَا لَا تَلِدُ أَهْدَتْ هَاجَرَ إِلَى إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ فَوَلَدَتْ لَهُ إِسْمَاعِيلَ

“Ketika Sarah melihat bahwa dirinya tidak melahirkan anak, maka ia memberikan Hajar kepada Ibrahim ‘alaihissalam, lalu Hajar melahirkan Ismail untuk beliau.” (Ibn Katsir, “Bidayah Wan Nihayah”)

Dan Allah Ta’ala mengabulkannya, meski usianya mencapai delapan puluh enam tahun (Ath-Thabari dalam Tarikh ath-Thabari)

فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلامٍ حَلِيمٍ 

“Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang sangat penyantun.” (QS. Ash-Shaffat: 101)

Ujian meninggalkan keluarga di gurun gersang, dan tawakal  sang istri

Setelah kelahiran Ismail ’alaihissalam, beliau diperintahkan membawa putra dan istrinya ke lembah Bakah (Makkah) yang gersang tak ada kehidupan,

رَبَّنَآ إِنِّىٓ أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِى بِوَادٍ غَيْرِ ذِى زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَوٰةَ فَاجْعَلْ أَفْـِٔدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِىٓ إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di sebuah lembah yang tidak mempunyai tanaman di dekat rumah-Mu yang dihormati (Baitullah), ya Tuhan kami, agar mereka melaksanakan shalat. Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, agar mereka bersyukur.” (QS. Ibrahim: 37)

Ibrahim ‘alaihissalam menyerahkan kepada Allah sepenuhnya, meninggalkan Hajar dan Ismail di lembah tandus. Lalu, Hajar bertanya apakah ini perintah Allah, Ibrahim mengiyakan. Maka Hajar berkata,

إِذًا لَا يُضَيِّعُنَا

“Kalau begitu, Allah tidak akan menyia-nyiakan kami.” (HR. Bukhari).

Ujian berat, menyembelih Ismail dan ketabahan sang anak

Ketika Ismail ‘alaihissalam menginjak remaja, Ibrahim ‘alaihissalam mendapat wahyu agar menyembelih anaknya,

يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى 

“Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu.” (QS. Ash-Shaffat: 102)

Sungguh ujian sangat berat. Seorang ayah bertahun-tahun lamanya menanti keturunan dan berdoa, lalu Allah memberinya seorang anak yang saleh dan lembut, namun kemudian diperintah untuk menyembelih anak itu. Subhanallah !

Namun Nabi Ibrahim ’alaihissalam tetap mendahulukan taat kepada perintah Allah di atas segalanya. Ia mengabarkan kepada putranya, dan mendapat jawaban yang menguatkan hatinya,

يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ 

“Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. Ash-Shaffat: 102)

Nabi Ibrahim ‘alaihissalam benar-benar melaksanakan perintah itu, 

فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ

“Maka ketika keduanya telah berserah diri, dan Ibrahim membaringkan anaknya di atas pelipisnya” (QS. Ash-Shaffat: 103)

Disebutkan bahwa Ismail berkata,“Wahai ayahku, ikatlah aku erat agar aku tidak bergerak. Cepatkanlah pisau di leherku agar kematian terasa ringan bagiku. Jika engkau bertemu ibuku, sampaikan salamku kepadanya.” Maka Ibrahim memeluk dan menciumnya sambil menangis, seraya berkata, Sungguh engkau sebaik-baik penolong dalam menaati perintah Allah, wahai anakku.” Lalu Ibrahim menggerakkan pisau ke leher Ismail, tetapi pisau itu tidak melukai sedikit pun (Ibnu Katsir, ”Qashah Al Anbiya”).

Masya Allah, sungguh Allah yang menciptakan sesuatu dan Dia lah yang memeliharanya,

﴿ اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ ﴾ [الزمر: 62]

“Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia Maha Pemelihara atas segala sesuatu.” (QS. Az-Zumar: 62)

Lulus ujian dan anugerah besar 

Ketika Ibrahim telah membuktikan ketaatannya, Allah memanggil dan memujinya,

أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ  قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلاء الْمُبِينُ وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ 

“Wahai Ibrahim! Sungguh engkau telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan sembelihan yang besar.” (QS. Ash-Shaffat: 104–107)

Ibrahim ‘alaihissalam lulus ujian, dan dilimpahkan anugerah kemuliaan sepanjang masa:

a. Dikaruniai putra kedua, Ishaq dari Sayidah Sarah 

وَبَشَّرْنَاهُ بِإِسْحَاقَ نَبِيًّا مِّنَ الصَّالِحِينَ

“Dan Kami memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) Ishaq, seorang nabi yang termasuk orang-orang saleh.” (QS. Ash-Shaffat: 112)

b. Dari keturunannya lahir para nabi 

وَجَعَلْنَا فِي ذُرِّيَّتِهِ النُّبُوَّةَ وَالْكِتَابَ

“Dan Kami jadikan kenabian dan kitab pada keturunannya.” (QS. Al-‘Ankabut: 27)

c. Dari keturunan Ismail lahir nabi terakhir, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam 

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ كِنَانَةَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ

“Sesungguhnya Allah memilih Kinanah (kabilah besar yang menurunkan nabi Muhammad) dari keturunan Ismail.” (HR. Muslim)

d. Dikenang sepanjang zaman

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ سَلَامٌ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ

“Dan Kami abadikan untuk Ibrahim pujian di kalangan umat setelahnya. Salam sejahtera bagi Ibrahim.” (QS. Ash-Shaffat: 108–109)

e. Disebut dalam shalawat setiap shalat 

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ

“Ya Allah, limpahkan shalawat kepada Muhammad sebagaimana kepada Ibrahim.”
(HR. Muttafaq ‘alaih)

f. Mendapat gelar Khalilullah 

وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

“Dan Allah menjadikan Ibrahim sebagai Khalil (kekasih-Nya).” (QS. An-Nisa’: 125)

Salam sejahtera atas nabi Ibrahim ’alaihissalam. Demikianlah Allah memberi balasan tak terhingga kepada orang-orang yang patuh kepadaNya. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam termasuk hamba-hamba Allah yang bernar-benar beriman, kokoh dan teguh dalam ketaatan.

Pesan penting dari kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam ini:

1. Ketaatan mutlak: 

Cinta dan patuh kepada Allah harus di atas segalanya, bahkan melebihi cintah dan kasih kepada anak atau harta.

2. Tawakal dan sabar: 

Hajar dan Ismail mengajarkan percaya penuh bahwa Allah tak akan menyia-nyiakan hamba-Nya, meski dalam situasi sulit.

3. Pengorbanan membawa kemuliaan: 

Ikhlas berkorban karena Allah tak akan pernah merugi. Allah ganti dengan kebaikan berlipat ganda, keselamatan, dan kemuliaan abadi bagi orang-orang yang taat lagi tulus.


اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ التَّقْوَى، وَتَعَلَّمُوا مِنْ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ صِدْقَ الْإِيمَانِ وَكَمَالَ التَّسْلِيمِ وَعِظَمَ التَّضْحِيَةِ، فَمَنْ صَدَقَ مَعَ اللَّهِ صَدَقَ اللَّهُ مَعَهُ، وَمَنْ تَرَكَ شَيْئًا لِلَّهِ عَوَّضَهُ اللَّهُ خَيْرًا مِنْهُ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ التَّوْحِيدِ وَالْإِخْلَاصِ، وَارْزُقْنَا قُلُوبًا خَاشِعَةً وَأَعْمَالًا صَالِحَةً مُتَقَبَّلَةً، وَتَقَبَّلْ مِنَّا ضَحَايَانَا وَصَالِحَ أَعْمَالِنَا.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ.

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

M. Saifudin, Lc_Pengasuh Pondok Modern Muhammadiyah Sangen, Weru, Sukoharjo


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Khutbah

 Khutbah Jum'at: Janji, Ringan Diucapkan Berat Ditunaikan  Oleh: Abdul Malik, Alumni....

Suara Muhammadiyah

18 April 2024

Khutbah

Khutbah Jum'at: Ibadah Qurban dan Penghilangan Sifat Kikir Oleh: Muhammad DN, Ketua PDM Hulu S....

Suara Muhammadiyah

22 May 2026

Khutbah

Oleh: Dr Eko Harianto, MSI Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Purworejo   اَلْحَ....

Suara Muhammadiyah

23 May 2024

Khutbah

Oleh: Abdul Malik, Guru Bahasa Arab MA Muhammadiyah 1 Purbolinggo Lampung Timur إِنَّ الْح....

Suara Muhammadiyah

30 January 2025

Khutbah

Oleh: Syaifullah  اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَكْرَمَ مَن....

Suara Muhammadiyah

7 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah