Penguasaan Ilmu dan Teknologi Harus Berlandaskan Nilai-nilai Transendental

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
514
Prof Dr Irwan Akib, MPd

Prof Dr Irwan Akib, MPd

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Kehidupan modern ditandai dengan aneka kemudahan. Kemudahan untuk segalanya. Yang hal itu, kata Irwan Akib, “Ditunjang oleh perkembangan ilmu dan teknologi,” tuturnya, menekankan era ini menjadi satu anugerah bagi manusia saat ini.

Namun demikian, di lain sisi, terdapat dampak negatif apabila tidak bisa mengontrolnya. Mencontohkan penggunaan media sosial, kalau kurang arif dan tanggungjawab, bisa menimbulkan letupan masalah di ruang publik.

“Penyebaran berita-berita hoaks justru akan menimbulkan persoalan, menimbulkan kerengganan hubungan antar sesama,” ucap Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

Irwan menyebut, dua hal tersebut tergantung pada konteks personal. “Siapa yang memanfaatkan atau siapa yang menggunakan,” ujarnya, menyebut bilamana digunakan oleh orang beriman, yang dilandasi nilai-nilai transendental, maka akan membawa nilai-nilai positif.

“Akan membantu perkembangan dakwah di dalam kehidupan keseharian kita,” tambahnya. Namun, jika hal itu berada pada genggaman orang-orang tidak bertanggungjawab, maka akan mendenstruksi peradaban.

“Kita berusaha sedemikian rupa supaya bagaimana kemudian perkembangan ilmu dan teknologi ini justru ada di tangan-tangan orang yang beriman,” imbuhnya.

Di sinilah relevansi dalam mendidik generasi masa kini. Penegasan itu menjadi atensi khusus, agar kelak pada saatnya mereka menguasai ilmu dan teknologi, dapat dipergunakan sebagaimana semestinya.

“Itu justru memberikan dampak positif pada perkembangan umat manusia, memberikan dampak positif pada peradaban kita di masa datang,” jelas Irwan saat Ceramah Tarawih di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Kamis (19/2).

Pokok kunci semua ini terletak pada pendidikan. Hal tersebut sudah diteladankan Kiai Dahlan pada tahun 1911 dengan mendirikan Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islam, setahun sebelum mendirikan Muhammadiyah tahun 1912.

“(Sekolah itu) menjadi sebuah sekolah yang memadukan pengetahuan umum dengan pengetahuan agama,” bebernya.

Turunannya diberlakukan sampai hari ini. Demikian ditiru oleh lembaga-lembaga pendidikan Islam lainnya. Satu penitiberatan dari pendidikan Muhammadiyah berupa upaya membebaskan manusia dari keterbelakangan, ketertinggalan, dan kebodohan.

“Mari kita mencoba menata pendidikan kita, sehingga anak-anak kita ke depannya menjadi orang-orang yang tidak hanya sekadar menguasai ilmu dan teknologi, tetapi juga memahami agama dipadu dengan wahyu, sehingga ilmu dan teknologi yang mereka ketemukan akan memberikan manfaat bagi perkembangan kemanusiaan, nilai-nilai kemanusiaan dan peradaban di masa yang akan datang,” tegasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Indonesia Peringkat Keenam Dunia Anak Zero-Dose, Dokter UMY Ingatkan Risiko Penyakit Mematikan YOGY....

Suara Muhammadiyah

9 June 2026

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Korean Pop (K-Pop) tidak lagi sekadar genre musik populer dari Korea, t....

Suara Muhammadiyah

23 July 2025

Berita

BANGKOK, Suara Muhammadiyah - Mencari kuliner halal di Bangkok kerap menjadi tantangan tersendiri ba....

Suara Muhammadiyah

24 April 2026

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) sukses menyel....

Suara Muhammadiyah

16 January 2024

Berita

KAMPAR, Suara Muhammadiyah - Dr. Afrizal Nur, Pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah Mahmud Marzuki ....

Suara Muhammadiyah

2 December 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah